Yandex Metrica oss

Kontak :

0813-1551-3353

E-mail :

admin@legalitas.co.id

Tag: oss

Mekanisme Perizinan Berusaha Sesuai PP 28 Tahun 2025

Pemer­in­tah res­mi men­gun­dan­gkan per­at­u­ran baru dalam penye­leng­garaan per­iz­inan berusa­ha berba­sis resiko den­gan berlakun­ya Per­at­u­ran Pemer­in­tah No. 28 Tahun 2025 (PP 28/2025) ten­tang Penye­leng­garaan Per­iz­inan Berusa­ha Berba­sis Resiko sejak tang­gal, 05 Juni 2025.

Den­gan berlakun­ya PP ini maka Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 5 Tahun 2021 ten­tang Penye­leng­garaan Per­iz­inan Berusa­ha Berba­sis Risiko dicabut dan diny­atakan tidak berlaku sehing­ga mekanisme per­iz­inan berusa­ha berba­sis resiko mengiku­ti semua keten­tu­an yang berlaku seba­gaimana diatur dalam PP No. 28 Tahun 2025.

Ada­pun mekanisme penye­leng­garaan per­iz­inan berusa­ha berba­sis resiko seba­gaimana diatur dalam keten­tu­an dalam bab III PP 28/2025 seba­gai berikut :

Pene­ta­pan Risiko

  1. Per­iz­inan Berusa­ha (PB) dilakukan berdasarkan pene­ta­pan tingkat Risiko dan per­ingkat skala usa­ha kegiatan usa­ha.
  2. Pene­ta­pan tingkat Risiko dan per­ingkat skala usa­ha kegiatan usa­ha meru­pakan hasil dari anal­i­sis Risiko.
  3. Tingkat Risiko seba­gaimana dimak­sud pada ayat (1) menen­tukan jenis Per­iz­inan Berusa­ha.

Anal­i­sis Risiko dilakukan den­gan meli­batkan :

  1. Menteri yang menye­leng­garakan uru­san pemer­in­ta­han di bidang kete­na­gak­er­jaan;
  2. Menteri yang menye­leng­garakan uru­san pemer­in­ta­han di bidang kese­hatan;
  3. Menteri/kepala badan yang menye­leng­garakan uru­san pemer­in­ta­han di bidang per­lin­dun­gan dan pen­gelo­laan lingkun­gan hidup dan tugas pemer­in­ta­han di bidang pen­gen­dalian lingkun­gan hidup;
  4. Menteri dan/atau kepala lem­ba­ga sek­tor terkait; dan
  5. Pelaku Usa­ha dan/atau masyarakat.

Keter­li­batan Pelaku Usa­ha dan/atau masyarakat dap­at beru­pa:

  1. Mem­berikan masukan ter­hadap tingkat Risiko kegiatan usa­ha;
  2. Mem­berikan data dan infor­masi terkait kegiatan usa­ha dalam pene­ta­pan tingkat Risiko; dan
  3. Meningkatkan pema­haman kegiatan usa­ha untuk melakukan man­a­je­men Risiko.

Anal­i­sis Risiko dilakukan oleh Pemer­in­tah Pusat melalui taha­pan dan hasil dari anal­i­sis Risiko beru­pa pene­ta­pan tingkat Risiko. Pengi­den­ti­fikasian tingkat resiko kegiatan usa­ha men­gacu kepa­da pen­gat­u­ran ruang lingkup kegiatan usa­ha pada KBLI.

Taha­pan anil­i­sis resiko seba­gai berikut :

  1. Pengi­den­ti­fikasian kegiatan usa­ha;
  2. Pengi­den­ti­fikasian skala usa­ha;
  3. Peni­la­ian tingkat bahaya; dan
  4. Peni­la­ian poten­si ter­jadinya bahaya.

Peni­la­ian tingkat bahaya dilakukan den­gan mem­per­hi­tungkan:

  1. Jenis kegiatan usa­ha;
  2. Kri­te­ria kegiatan usa­ha;
  3. Lokasi kegiatan usa­ha;
  4. Keter­batasan sum­ber daya; dan/atau
  5. Risiko volatil­i­tas.

Tingkat Risiko dan per­ingkat skala usa­ha kegiatan usa­ha, dite­tap­kan men­ja­di:

  1. Kegiatan usa­ha den­gan tingkat Risiko ren­dah;
  2. Kegiatan usa­ha den­gan tingkat Risiko menen­gah; dan
  3. kegiatan usa­ha den­gan tingkat Risiko ting­gi.

Kegiatan usa­ha den­gan tingkat Risiko menen­gah terba­gi atas:

  • Tingkat Risiko menen­gah ren­dah; dan
  • Tingkat Risiko menen­gah ting­gi.

Jenis Per­iz­inan Berusa­ha (PB) berdasarkan tingkat resiko seba­gai berikut :

  1. Per­iz­inan Berusa­ha (PB) untuk kegiatan usa­ha den­gan tingkat Risiko ren­dah beru­pa NIB yang meru­pakan iden­ti­tas Pelaku Usa­ha sekali­gus legal­i­tas pelak­sanaan kegiatan usa­ha.
  2. Per­iz­inan Berusa­ha (PB) untuk kegiatan usa­ha den­gan tingkat Risiko menen­gah ren­dah beru­pa:
    • NIB; dan
    • Ser­ti­fikat Stan­dar.
  3. Ser­ti­fikat Stan­dar meru­pakan legal­i­tas untuk melak­sanakan kegiatan usa­ha dalam ben­tuk perny­ataan Pelaku Usa­ha untuk memenuhi stan­dar usa­ha dalam rang­ka melakukan kegiatan usa­ha.
  4. Ser­ti­fikat Stan­dar yang belum ter­ver­i­fikasi men­ja­di dasar bagi Pelaku Usa­ha untuk melakukan per­si­a­pan kegiatan usa­ha.
  5. Per­iz­inan Berusa­ha (PB) untuk kegiatan usa­ha den­gan tingkat Risiko menengh ting­gi beru­pa:
    • NIB; dan
    • Ser­ti­fikat Stan­dar.
  6. Per­iz­inan Berusa­ha (PB) untuk kegiatan usa­ha den­gan tingkat Risiko ting­gi beru­pa:
    • NIB; dan
    • Izin
  7. Izin meru­pakan per­se­tu­juan Pemer­in­tah Pusat, Pemer­in­tah Daer­ah, Admin­is­tra­tor KEK, dan atau Badan Pen­gusa­haan KPBPB untuk pelak­sanaan kegiatan usa­ha yang wajib dipenuhi oleh Pelaku Usa­ha sebelum melak­sanakan kegiatan usa­hanya melalui Sis­tem OSS.
  8. NIB dan lzin meru­pakan Per­iz­inan Berusa­ha (PB) bagi Pelaku Usa­ha untuk melakukan kegiatan opera­sion­al dan/atau komer­sial kegiatan usa­ha.

Persyaratan Sertifikat Standar OSS Aktivitas Usaha Pelayanan Jasa Kebandarudaraan

Berdasarkan Per­me­n­hub  No. 12 Tahun 2021 Ten­tang Aktiv­i­tas Stan­dar Pelayanan Jasa Keban­daru­daraan

KBLI : 52231 (sesuai KBLI Tahun 2020)

Per­syaratan Umum

  1. Per­syaratan admin­is­traif sesuai den­gan keten­tu­an yang diatur dalam OSS.
  2. Durasi Pemenuhan sesuai keten­tu­an Lem­ba­ga OSS.

Per­syaratan Khusus

Per­syaratan untuk men­da­p­atkan per­iz­inan berusa­ha untuk pelayanan jasa keban­daru­daraan adalah seba­gai berikut:

  1. Pene­ta­pan seba­gai penye­leng­gara ban­dar udara seba­gai komer­sial yang beru­pa;
    • Doku­men per­jan­jian ker­ja sama atau penu­gasan pemer­in­tah; atau
    • Per­at­u­ran Pemer­in­tah ten­tang peny­er­taan modal negara;
  2. Kemam­puan finan­sial perusa­haan untuk mem­ban­gun, mengem­bangkan, dan men­g­op­erasikan ban­dar udara yang dibuk­tikan den­gan lapo­ran keuan­gan perusa­haan yang telah diau­dit dari Badan Hukum Indone­sia dan/atau mas­ing-mas­ing perusa­haan pemegang saham;
  3. Besaran modal dasar perusa­haan pal­ing sedik­it 30 % (tiga puluh perser­a­tus) dari belan­ja modal sela­ma masa kons­esi, dita­m­bah besaran biaya opera­sion­al untuk 12 (dua belas) bulan seba­gaimana ter­can­tum dalam ren­cana bis­nis;
  4. Organ­isasi dan per­son­el pen­g­op­erasian ban­dar udara sesuai den­gan stan­dar kese­la­matan dan kea­manan pener­ban­gan sip­il, ser­ta stan­dar pelayanan jasa keban­daru­daraan; dan
  5. Ren­cana usa­ha. Dalam men­jalankan kegiatan­nya, pelaku usa­ha wajib untuk:
    • Memi­li­ki ser­ti­fikat ban­dar udara atau reg­is­ter ban­dar udara;
    • Menye­di­akan fasil­i­tas ban­dar udara yang laik operasi, ser­ta memeli­hara kelaikan fasil­i­tas ban­dar udara;
    • Menye­di­akan per­son­el yang mem­pun­yai kom­pe­ten­si untuk per­awatan dan pen­g­op­erasian fasil­i­tas ban­dar udara;
    • Mem­per­ta­hankan dan meningkatkan kom­pe­ten­si per­son­el yang mer­awat dan men­g­op­erasikan fasil­i­tas ban­dar udara;
    • Menye­di­akan dan mem­per­barui seti­ap prose­dur pen­g­op­erasian dan per­awatan fasil­i­tas ban­dar udara;
    • Mem­berikan pelayanan kepa­da peng­gu­na jasa ban­dar udara sesuai den­gan stan­dar pelayanan yang dite­tap­kan oleh Menteri;
    • Dan lain-lain.

Sarana dan Prasarana

  1. Fasil­i­tas pokok meliputi:
    • Fasil­i­tas kese­la­matan dan kea­manan, antara lain:
      • Per­to­lon­gan Kece­lakaan Pener­ban­gan
      • Pemadam Kebakaran (PKP-PK)
      • Sal­vage
      • Alat ban­tu pen­daratan visu­al (Air­field Light­ing Sys­tem)
      • Sis­tem catu daya kelistrikan, dan pagar.
    • Fasil­i­tas sisi udara (air­side facil­i­ty), antara lain:
      • Lan­das pacu (run­way);
      • Run­way strip, Run­way End Safe­ty Area (RESA), stop­way, clear­way;
      • Lan­das hubung (taxi­way);
      • Lan­das­parkir (apron);
      • Mar­ka dan ram­bu; dan
      • Taman meteo (fasil­i­tas dan per­ala­tan penga­matan cua­ca).
    • Fasil­i­tas sisi darat (land­side facil­i­ty) antara lain:
      • Ban­gu­nan ter­mi­nal penumpang;
      • Ban­gu­nan ter­mi­nal kar­go;
      • Menara pen­gatur lalu lin­tas pener­ban­gan (con­trol tow­er);
      • Ban­gu­nan opera­sion­al pener­ban­gan;
      • Jalan masuk (access­road);
      • Parkir kendaraan bermo­tor;
      • Depo pengisian bahan bakar pesawat udara;
      • Ban­gu­nan hang­gar;
      • Ban­gu­nan administrasi/perkantoran;
      • Mar­ka dan ram­bu; ser­ta
      • Fasil­i­tas pen­go­la­han lim­bah.
  2. Fasil­i­tas penun­jang meru­pakan fasil­i­tas yang secara lang­sung dan tidak lang­sung menun­jang kegiatan ban­dar udara dan mem­berikan nilai tam­bah secara ekonomis pada penye­leng­garaan ban­dar udara, antara lain fasil­i­tas per­bengke­lan pesawat udara, penginapan/hotel, toko, restoran, tem­pat bermain dan rekreasi.

Peralihan Layanan Perizinan Migas

Berdasarkan Surat Edaran Menteri Investasi/Kepala BKPM Nomor 17 Tahun 2021 Tang­gal 27 Juli 2021 Ten­tang Per­al­i­han Penye­leng­garaan Per­iz­inan Berusa­ha Berba­sis Risiko Melalui Sis­tem OSS, maka 68 KBLI sesuai den­gan PP 5 Tahun 2021 mulai tang­gal 2 Agus­tus 2021 per­mo­ho­nan layanan per­iz­inan dial­ihkan melalui https://oss.go.id.

Layanan berusa­ha yang akan dial­ihkan ke https://oss.go.id antara lain :

  1. Izin Survei Umum Migas
  2. Izin Pen­go­la­han Migas
  3. Izin Peny­im­panan Migas
  4. Izin Nia­ga Migas
  5. Izin Usa­ha Per­tam­ban­gan
  6. Izin Usa­ha Per­tam­ban­gan Khusus
  7. Izin Usa­ha Per­tam­ban­gan Khusus Seba­gai Kelan­ju­tan Operasi
  8. Izin Pen­gangku­tan dan Pen­jualan Miner­ba
  9. Izin Usa­ha Jasa Per­tam­ban­gan
  10. Izin Per­tam­ban­gan Raky­at
  11. Izin Panas Bumi
  12. Izin Usa­ha Bahan Bakar Nabati
  13. Izin Usa­ha Penye­di­aan Tena­ga Listrik Kepentin­gan Umum
  14. Izin Usa­ha Jasa Penun­jang Tena­ga Listrik
  15. Izin Pen­jualan Listrik Lin­tas Negara
  16. Izin pem­be­lian Tena­ga Listrik Lin­tas Negara
  17. Izin Interkonek­si Tena­ga Listrik Lin­tas Negara

PP 24 Tahun 2018, Pelaku Usaha Wajib Daftar Nomor Induk Berusaha (NIB)

Den­gan ter­bit­nya Per­at­u­ran Pemer­in­tah Repub­lik Indone­sia Nomor 24 Tahun 2018 ten­tang Pelayanan Per­iz­inan Berusa­ha Ter­in­te­grasi Secara Elek­tron­ik atauOn­line Sin­gle Sub­mis­sion yang selan­jut­nya dis­ingkat OSS maka seti­ap pelaku usa­ha baik per­oran­gan maupun non per­oran­gan yang melakukan usa­ha wajib melakukan pendaf­taran atau memi­li­ki Nomor Induk Berusa­ha (NIB) kepa­da Lem­ba­ga OSS selaku pener­bit Per­iz­inan Berusa­ha.

Nomor Induk Berusa­ha yang selan­jut­nya dis­ingkat NIB adalah iden­ti­tas Pelaku Usa­ha yang diter­bitkan oleh Lem­ba­ga OSS sete­lah Pelaku Usa­ha melakukan Pendaf­taran.

Untuk men­da­p­atkan Nomor Iden­ti­tas Berusa­ha (NIB) terse­but pelaku usa­ha cukup mendaf­tar atau men­ga­jukan per­mo­ho­nan secara online den­gan men­gak­ses web­site di oss.go.id, dan pada saat melakukan pendaf­tar pemo­hon wajib mem­per­si­pakan sejum­lah doku­men yaitu Akta Notaris perusa­haan yang sudah men­da­p­atkan penge­sa­han dari Kementer­ian Hukum da HAM RI (untuk jenis Badan Hukum PT), NPWP Perusa­haan, KTP dan NPWP Prib­a­di penang­gung jawab perusa­haan.

Selain menyi­ap­kan doku­men terse­but, hal yang pal­ing pent­ing dipastikan adalah NPWP Badan Usa­ha dan NPWP Prib­a­di penang­gung jawab perusa­haan harus dalam kon­disi aktif atau tidak sedang diblokir oleh kan­tor pajak KPP pener­bit NPWP.

Jika per­syaratan terse­but sudah ter­penuhi, maka per­mo­ho­nan NIB pada umum­nya pasti akan dis­e­tu­jui dan diter­bitkan oleh OSS. Dan den­gan adanya NIB ini, para pelaku usa­ha sudah tidak per­lu men­ga­jukan izin usa­ha seper­ti SIUP, TDP, dan izin usa­ha lain­nya lagi, kare­na doku­men-doku­men izin terse­but sudah dis­atukan dalam NIB. Cukup den­gan NIB (Nomor Induk Berusa­ha) yang bisa diu­rus sela­ma 30 menit.

(1) Pemo­hon Per­iz­inan Berusa­ha ter­diri atas :

a. Pelaku Usa­ha perse­o­ran­gan; dan

b. Pelaku Usa­ha non perse­o­ran­gan.

Pelaku Usa­ha perse­o­ran­gan seba­gaimana dimak­sud pada ayat (1) huruf a meru­pakan orang per­oran­gan pen­duduk Indone­sia yang cakap untuk bertin­dak dan melakukan per­bu­atan hukum.

(3) Pelaku Usa­ha non perse­o­ran­gan seba­gaimana dimak­sud pada ayat (1) huruf b ter­diri atas:

  1. perseroan ter­batas;
  2. perusa­haan umum;
  3. perusa­haan umum daer­ah;
  4. badan hukum lain­nya yang dim­i­li­ki oleh negara;
  5. badan layanan umum;
  6. lem­ba­ga penyiaran;
  7. badan usa­ha yang didirikan oleh yayasan;
  8. kop­erasi;
  9. perseku­tu­an koman­diter (com­man­di­taire ven­nootschap);
  10. perseku­tu­an fir­ma (venootschap onder fir­ma); dan
  11. perseku­tu­an per­da­ta.

Pada lam­pi­ran PP No. 24 Tahun 2018 ini, sudah ada 39 jenis per­iz­inan usa­ha baik Izin Usa­ha PMA maupun PMDN yang kewe­nan­gan pener­bi­tan­nya telah dilimpahkan kepa­da lem­ba­ga OSS.

Demikian­lah infor­masi seder­hana men­ge­nai pem­bu­atan NIB (Nomor Induk Berusa­ha), semoga infor­masi yang kami sajikan ini bisa mem­ban­tu Anda.


Anda mem­bu­tuhkan jasa pen­gu­ru­san Nomor Induk Berusa­ha (NIB)? Kami adalah ahlinya.

Kami meru­pakan perusa­haan ter­per­caya di Jakar­ta yang sudah lama menye­di­akan jasa pen­gu­ru­san per­iz­inan usa­ha, dim­u­lai dari pen­gu­ru­san pendiri­an perusa­haan, seper­ti Perseroan Ter­batas (PT, PMA), CV, Fir­ma, Yayasan maupun Kop­erasi, (ter­ma­suk juga pen­gu­ru­san Nomor Induk Berusaha/NIB) dll..

Kami siap mem­ban­tu Anda dalam men­da­p­atkan Nomor Induk Berusa­ha (NIB) dan per­iz­inan lain­nya, biarkan kami yang bek­er­ja untuk Anda.