Yandex Metrica Legalitas.Co.iD

Kontak :

0813-1551-3353

E-mail :

admin@legalitas.co.id

Penulis: Legalitas.Co.iD

Konsultan legalitas pendirian pt dan izin usaha sejak tahun 2012.

PT Perseorangan

PT Per­oran­gan (Perseroan Per­oran­gan) adalah ben­tuk badan hukum untuk usa­ha mikro dan kecil yang diatur dalam Undang-Undang Cip­ta Ker­ja dan Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 8 Tahun 2021.

Persyaratan Sertifikat Standar Industri Barang Dan Peralatan Teknik Atau Industri Dari Plastik

KBLI 22293 : Indus­tri Barang Dan Per­ala­tan Teknik dan Indus­tri Dari Plas­tik

Ura­ian :

Kelom­pok ini men­cakup usa­ha pem­bu­atan barang-barang dan per­ala­tan teknik/industri dari plas­tik, seper­ti :

  • Bagian-bagian mesin
  • Bagian dan kelengka­pan dari motor peng­ger­ak
  • Trans­misi
  • Body
  • Frame
  • Sus­pen­si
  • Steer­ing
  • Axle ter­bu­at dari plas­tik, botol-botol, pipa-pipa dan lemari plas­tik untuk keper­lu­an teknik/industri.
  • Ter­ma­suk indus­tri ban ber­jalan pem­bawa barang (con­vey­er belt).

Ruang Lingkup

  1. Skala : Usa­ha Besar / Penana­man Modal Asing (PMA)
  2. Luas Lahan : Tidak Diatur
  3. Tingkat Risiko: Menen­gah Ting­gi
  4. Per­iz­inan Berusa­ha: Ser­ti­fikat Stan­dar
  5. Jang­ka Wak­tu: 7 Hari
  6. Kewe­nan­gan :  Menteri/Kepala Badan

Per­syaratan Per­iz­inan Berusa­ha

  1. Memi­li­ki doku­men ren­cana peng­gu­naan jenis, spe­si­fikasi, jum­lah, dan asal dari bahan baku, ser­ta sum­ber dan jumlah/ besaran dari ener­gi dan air baku, yang dibu­tuhkan untuk men­jalankan kegiatan usa­ha indus­tri dalam 1 (satu) sik­lus pro­duk­si atau sela­ma lamanya 6 (enam) bulan ke depan.
  2. Memi­li­ki doku­men beru­pa:
    1. Spe­si­fikasi mesin dan/atau daf­tar per­ala­tan.
    2. Foto mesin/ per­ala­tan.
    3. Per­jan­jian jual beli/sewa yang mem­buk­ti-kan:
      1. Pen­guasaan (kepemilikan/ sewa) mesin untuk meng­hasilkan pro­duk indus­tri plas­tik dan karet ser­ta per­ala­tan pen­gu­jian kual­i­tas pro­duk.
      2. Kesesua­ian kap­a­sitas pro­duk­si ter­pasang pada data usa­ha.
  3. Memi­li­ki doku­men struk­tur organ­isasi SDM min­i­mal ter­diri dari:
    1. Pimp­inan perusa­haan, Penang­gung jawab bagian pro­duk­si, Penang­gung jawab qual­i­ty con­trol, Penang­gung Jawab bagian pengem­ban­gan SDM /atau
    2. Penang­gung Jawab Bagian pemasaran.
  4. Memi­li­ki doku­men bagan alur:
    1. Pen­gadaan, pener­i­maan, peny­im­panan bahan baku
    2. Pros­es pro­duk­si
    3. Pros­es qual­i­ty con­trol
    4. Penge­masan, peny­im­panan, pen­gangku­tan dan dis­tribusi hasil pro­duk­si.
  5. Memi­li­ki doku­men beru­pa foto yang mem­buk­tikan terse­di­anya Fasil­i­tas penan­ganan kece­lakaan ker­ja, ruang isti­ra­hat bagi peker­ja.
  6. Memi­li­ki doku­men ren­cana spe­si­fikasi dan perun­tukan peng­gu­naan barang hasil pro­duk­si.

Kalian dap­at men­guhubun­gi kami, apa­bi­la mem­bu­tuhkan ban­tu­an untuk men­da­p­atkan ser­ti­fikat stan­dar usa­ha ini.

Persyaratan Sertifikat Standar Kegiatan Industri Industri Barang Plastik Lainnya

KBLI 22299 : Indus­tri Barang Plas­tik Lain­nya Ytdl

Ura­ian :

Kelom­pok ini men­cakup usa­ha pem­bu­atan barang-barang yang belum dik­lasi­fikasikan dimana­pun, seper­ti :

  • Per­ala­tan kantor/pendidikan
  • Per­ala­tan kesehatan/laboratorium dari plas­tik,
  • Film atau lem­baran ker­tas kaca (cel­lo­phane),
  • Batu buatan dari plas­tik
  • Tan­da dari plas­tik (bukan listrik),
    • Berba­gai barang plas­tik, seper­ti :
      • Tut­up kepala
      • Per­ala­tan penyekat
      • Bagian dari per­ala­tan pen­eran­gan
      • Barang-barang kan­tor atau seko­lah
      • Barang-barang paka­ian (jika hanya dis­egel atau dis­atukan, tidak dijahit)
      • Per­lengka­pan untuk fur­ni­tur
      • Patung
      • Tape perekat dari plas­tik
      • Ker­tas dind­ing plas­tik
      • Alas sep­a­tu dari plas­tik
      • Pegan­gan cerutu dan rokok dari plas­tik
      • Sisir
      • Pen­ger­it­ing ram­but dari plas­tik
      • Barang kese­nan­gan dari plas­tik dan seba­gainya.
  • Ter­ma­suk juga pem­bu­atan barang dari busa plas­tik.
  • Pem­bu­atan barang-barang per­ala­tan olahra­ga dima­sukkan dalam kelom­pok 32300.
  • Pem­bu­atan mainan anak-anak dari plas­tik dima­sukkan dalam kelom­pok 32402.
  • Pem­bu­atan tas
  • Buku saku dan sejenis­nya dari kulit dan kulit buatan dik­lasi­fikasikan dalam kelom­pok 15121.

Ruang Lingkup :

  1. Skala : Usa­ha Besar
  2. Luas Lahan : Tidak Diatur
  3. Tingkat Risiko : Menen­gah Ting­gi
  4. Per­iz­inan Berusa­ha : Ser­ti­fikat Stan­dar
  5. Jang­ka Wak­tu : 7 Hari
  6. Kewe­nan­gan :  Menteri/Kepala Badan

Per­syaratan Per­iz­inan Berusa­ha :

  1. Memi­li­ki doku­men ren­cana peng­gu­naan jenis, spe­si­fikasi, jum­lah, dan asal dari bahan baku, ser­ta sum­ber dan jumlah/ besaran dari ener­gi dan air baku, yang dibu­tuhkan untuk men­jalankan kegiatan usa­ha indus­tri dalam 1 (satu) sik­lus pro­duk­si atau sela­ma lamanya 6 (enam) bulan ke depan.
  2. Memi­li­ki doku­men beru­pa: a. Spe­si­fikasi mesin dan/atau daf­tar per­ala­tan b. Foto mesin/ per­ala­tan c. Per­jan­jian jual beli/sewa yang mem­buk­ti-kan: 1) pen­guasaan (kepemilikan/sewa) mesin untuk meng­hasilkan pro­duk indus­tri alat kese­hatan ser­ta per­ala­tan pen­gu­jian kual­i­tas pro­duk 2) Kesesua­ian kap­a­sitas pro­duk­si ter­pasang pada data usa­ha.
  3. Memi­li­ki doku­men struk­tur organ­isasi SDM min­i­mal ter­diri dari: a. Pimp­inan perusa­haan, Penang­gung jawab bagian pro­duk­si, Penang­gung jawab qual­i­ty con­trol, Penang­gung Jawab bagian pengem­ban­gan SDM /atau b. Penang­gung Jawab Bagian pemasaran.
  4. Memi­li­ki doku­men bagan alur: a. Pen­gadaan, pener­i­maan, peny­im­panan bahan baku b. Pros­es pro­duk­si c. Pros­es qual­i­ty con­trol d. Penge­masan, peny­im­panan, pen­gangku­tan dan dis­tribusi hasil pro­duk­si.
  5. Memi­li­ki doku­men beru­pa foto yang mem­buk­tikan terse­di­anya Fasil­i­tas penan­ganan kece­lakaan ker­ja, ruang isti­ra­hat bagi peker­ja.
  6. Memi­li­ki doku­men ren­cana spe­si­fikasi dan perun­tukan peng­gu­naan barang hasil pro­duk­si.
  7. Dalam hal mem­pro­duk­si per­ala­tan kesehatan/laboratorium dari plas­tik, memi­li­ki: e. Doku­men per­jan­jian ker­ja yang mem­buk­tikan kepemi­likan karyawan yang bek­er­ja seba­gai Penang­gung Jawab Tek­nis (PJT) Alat Kese­hatan f. Memi­li­ki Surat Perny­ataan Komit­men Pemenuhan Cara Pem­bu­atan yang Baik (CPB) untuk Alat Kese­hatan.

Jenis PB – UMKU seba­gai kelengka­pan pen­dukung izin kegiatan opera­sion­al usa­ha  :

  1. Izin edar alat kese­hatan dalam negeri
  2. Surat per­se­tu­juan pelak­sanaan uji klinik
  3. Surat keteran­gan pen­dukung ekspor impor — ser­ti­fikat bebas jual untuk pro­duk dalam negeri
  4. Surat keteran­gan pen­dukung ekspor impor — ser­ti­fikat pem­ber­i­tahuan ekspor
  5. Ser­ti­fikat Cara Pem­bu­atan Per­bekalan Kese­hatan Rumah Tang­ga yang Baik (CPPKRTB)
  6. Ser­ti­fikat Cara Pem­bu­atan Alat Kese­hatan yang Baik (CPAKB)
  7. Izin edar Per­bekalan Kese­hatan Rumah Tang­ga (PKRT) dalam negeri

Kalian dap­at men­guhubun­gi kami, apa­bi­la mem­bu­tuhkan ban­tu­an untuk men­da­p­atkan ser­ti­fikat stan­dar usa­ha ini.

Mekanisme Perizinan Berusaha Sesuai PP 28 Tahun 2025

Pemer­in­tah res­mi men­gun­dan­gkan per­at­u­ran baru dalam penye­leng­garaan per­iz­inan berusa­ha berba­sis resiko den­gan berlakun­ya Per­at­u­ran Pemer­in­tah No. 28 Tahun 2025 (PP 28/2025) ten­tang Penye­leng­garaan Per­iz­inan Berusa­ha Berba­sis Resiko sejak tang­gal, 05 Juni 2025.

Den­gan berlakun­ya PP ini maka Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 5 Tahun 2021 ten­tang Penye­leng­garaan Per­iz­inan Berusa­ha Berba­sis Risiko dicabut dan diny­atakan tidak berlaku sehing­ga mekanisme per­iz­inan berusa­ha berba­sis resiko mengiku­ti semua keten­tu­an yang berlaku seba­gaimana diatur dalam PP No. 28 Tahun 2025.

Ada­pun mekanisme penye­leng­garaan per­iz­inan berusa­ha berba­sis resiko seba­gaimana diatur dalam keten­tu­an dalam bab III PP 28/2025 seba­gai berikut :

Pene­ta­pan Risiko

  1. Per­iz­inan Berusa­ha (PB) dilakukan berdasarkan pene­ta­pan tingkat Risiko dan per­ingkat skala usa­ha kegiatan usa­ha.
  2. Pene­ta­pan tingkat Risiko dan per­ingkat skala usa­ha kegiatan usa­ha meru­pakan hasil dari anal­i­sis Risiko.
  3. Tingkat Risiko seba­gaimana dimak­sud pada ayat (1) menen­tukan jenis Per­iz­inan Berusa­ha.

Anal­i­sis Risiko dilakukan den­gan meli­batkan :

  1. Menteri yang menye­leng­garakan uru­san pemer­in­ta­han di bidang kete­na­gak­er­jaan;
  2. Menteri yang menye­leng­garakan uru­san pemer­in­ta­han di bidang kese­hatan;
  3. Menteri/kepala badan yang menye­leng­garakan uru­san pemer­in­ta­han di bidang per­lin­dun­gan dan pen­gelo­laan lingkun­gan hidup dan tugas pemer­in­ta­han di bidang pen­gen­dalian lingkun­gan hidup;
  4. Menteri dan/atau kepala lem­ba­ga sek­tor terkait; dan
  5. Pelaku Usa­ha dan/atau masyarakat.

Keter­li­batan Pelaku Usa­ha dan/atau masyarakat dap­at beru­pa:

  1. Mem­berikan masukan ter­hadap tingkat Risiko kegiatan usa­ha;
  2. Mem­berikan data dan infor­masi terkait kegiatan usa­ha dalam pene­ta­pan tingkat Risiko; dan
  3. Meningkatkan pema­haman kegiatan usa­ha untuk melakukan man­a­je­men Risiko.

Anal­i­sis Risiko dilakukan oleh Pemer­in­tah Pusat melalui taha­pan dan hasil dari anal­i­sis Risiko beru­pa pene­ta­pan tingkat Risiko. Pengi­den­ti­fikasian tingkat resiko kegiatan usa­ha men­gacu kepa­da pen­gat­u­ran ruang lingkup kegiatan usa­ha pada KBLI.

Taha­pan anil­i­sis resiko seba­gai berikut :

  1. Pengi­den­ti­fikasian kegiatan usa­ha;
  2. Pengi­den­ti­fikasian skala usa­ha;
  3. Peni­la­ian tingkat bahaya; dan
  4. Peni­la­ian poten­si ter­jadinya bahaya.

Peni­la­ian tingkat bahaya dilakukan den­gan mem­per­hi­tungkan:

  1. Jenis kegiatan usa­ha;
  2. Kri­te­ria kegiatan usa­ha;
  3. Lokasi kegiatan usa­ha;
  4. Keter­batasan sum­ber daya; dan/atau
  5. Risiko volatil­i­tas.

Tingkat Risiko dan per­ingkat skala usa­ha kegiatan usa­ha, dite­tap­kan men­ja­di:

  1. Kegiatan usa­ha den­gan tingkat Risiko ren­dah;
  2. Kegiatan usa­ha den­gan tingkat Risiko menen­gah; dan
  3. kegiatan usa­ha den­gan tingkat Risiko ting­gi.

Kegiatan usa­ha den­gan tingkat Risiko menen­gah terba­gi atas:

  • Tingkat Risiko menen­gah ren­dah; dan
  • Tingkat Risiko menen­gah ting­gi.

Jenis Per­iz­inan Berusa­ha (PB) berdasarkan tingkat resiko seba­gai berikut :

  1. Per­iz­inan Berusa­ha (PB) untuk kegiatan usa­ha den­gan tingkat Risiko ren­dah beru­pa NIB yang meru­pakan iden­ti­tas Pelaku Usa­ha sekali­gus legal­i­tas pelak­sanaan kegiatan usa­ha.
  2. Per­iz­inan Berusa­ha (PB) untuk kegiatan usa­ha den­gan tingkat Risiko menen­gah ren­dah beru­pa:
    • NIB; dan
    • Ser­ti­fikat Stan­dar.
  3. Ser­ti­fikat Stan­dar meru­pakan legal­i­tas untuk melak­sanakan kegiatan usa­ha dalam ben­tuk perny­ataan Pelaku Usa­ha untuk memenuhi stan­dar usa­ha dalam rang­ka melakukan kegiatan usa­ha.
  4. Ser­ti­fikat Stan­dar yang belum ter­ver­i­fikasi men­ja­di dasar bagi Pelaku Usa­ha untuk melakukan per­si­a­pan kegiatan usa­ha.
  5. Per­iz­inan Berusa­ha (PB) untuk kegiatan usa­ha den­gan tingkat Risiko menengh ting­gi beru­pa:
    • NIB; dan
    • Ser­ti­fikat Stan­dar.
  6. Per­iz­inan Berusa­ha (PB) untuk kegiatan usa­ha den­gan tingkat Risiko ting­gi beru­pa:
    • NIB; dan
    • Izin
  7. Izin meru­pakan per­se­tu­juan Pemer­in­tah Pusat, Pemer­in­tah Daer­ah, Admin­is­tra­tor KEK, dan atau Badan Pen­gusa­haan KPBPB untuk pelak­sanaan kegiatan usa­ha yang wajib dipenuhi oleh Pelaku Usa­ha sebelum melak­sanakan kegiatan usa­hanya melalui Sis­tem OSS.
  8. NIB dan lzin meru­pakan Per­iz­inan Berusa­ha (PB) bagi Pelaku Usa­ha untuk melakukan kegiatan opera­sion­al dan/atau komer­sial kegiatan usa­ha.

Persyaratan Sertifikat Standar OSS Aktivitas Usaha Pelayanan Jasa Kebandarudaraan

Berdasarkan Per­me­n­hub  No. 12 Tahun 2021 Ten­tang Aktiv­i­tas Stan­dar Pelayanan Jasa Keban­daru­daraan

KBLI : 52231 (sesuai KBLI Tahun 2020)

Per­syaratan Umum

  1. Per­syaratan admin­is­traif sesuai den­gan keten­tu­an yang diatur dalam OSS.
  2. Durasi Pemenuhan sesuai keten­tu­an Lem­ba­ga OSS.

Per­syaratan Khusus

Per­syaratan untuk men­da­p­atkan per­iz­inan berusa­ha untuk pelayanan jasa keban­daru­daraan adalah seba­gai berikut:

  1. Pene­ta­pan seba­gai penye­leng­gara ban­dar udara seba­gai komer­sial yang beru­pa;
    • Doku­men per­jan­jian ker­ja sama atau penu­gasan pemer­in­tah; atau
    • Per­at­u­ran Pemer­in­tah ten­tang peny­er­taan modal negara;
  2. Kemam­puan finan­sial perusa­haan untuk mem­ban­gun, mengem­bangkan, dan men­g­op­erasikan ban­dar udara yang dibuk­tikan den­gan lapo­ran keuan­gan perusa­haan yang telah diau­dit dari Badan Hukum Indone­sia dan/atau mas­ing-mas­ing perusa­haan pemegang saham;
  3. Besaran modal dasar perusa­haan pal­ing sedik­it 30 % (tiga puluh perser­a­tus) dari belan­ja modal sela­ma masa kons­esi, dita­m­bah besaran biaya opera­sion­al untuk 12 (dua belas) bulan seba­gaimana ter­can­tum dalam ren­cana bis­nis;
  4. Organ­isasi dan per­son­el pen­g­op­erasian ban­dar udara sesuai den­gan stan­dar kese­la­matan dan kea­manan pener­ban­gan sip­il, ser­ta stan­dar pelayanan jasa keban­daru­daraan; dan
  5. Ren­cana usa­ha. Dalam men­jalankan kegiatan­nya, pelaku usa­ha wajib untuk:
    • Memi­li­ki ser­ti­fikat ban­dar udara atau reg­is­ter ban­dar udara;
    • Menye­di­akan fasil­i­tas ban­dar udara yang laik operasi, ser­ta memeli­hara kelaikan fasil­i­tas ban­dar udara;
    • Menye­di­akan per­son­el yang mem­pun­yai kom­pe­ten­si untuk per­awatan dan pen­g­op­erasian fasil­i­tas ban­dar udara;
    • Mem­per­ta­hankan dan meningkatkan kom­pe­ten­si per­son­el yang mer­awat dan men­g­op­erasikan fasil­i­tas ban­dar udara;
    • Menye­di­akan dan mem­per­barui seti­ap prose­dur pen­g­op­erasian dan per­awatan fasil­i­tas ban­dar udara;
    • Mem­berikan pelayanan kepa­da peng­gu­na jasa ban­dar udara sesuai den­gan stan­dar pelayanan yang dite­tap­kan oleh Menteri;
    • Dan lain-lain.

Sarana dan Prasarana

  1. Fasil­i­tas pokok meliputi:
    • Fasil­i­tas kese­la­matan dan kea­manan, antara lain:
      • Per­to­lon­gan Kece­lakaan Pener­ban­gan
      • Pemadam Kebakaran (PKP-PK)
      • Sal­vage
      • Alat ban­tu pen­daratan visu­al (Air­field Light­ing Sys­tem)
      • Sis­tem catu daya kelistrikan, dan pagar.
    • Fasil­i­tas sisi udara (air­side facil­i­ty), antara lain:
      • Lan­das pacu (run­way);
      • Run­way strip, Run­way End Safe­ty Area (RESA), stop­way, clear­way;
      • Lan­das hubung (taxi­way);
      • Lan­das­parkir (apron);
      • Mar­ka dan ram­bu; dan
      • Taman meteo (fasil­i­tas dan per­ala­tan penga­matan cua­ca).
    • Fasil­i­tas sisi darat (land­side facil­i­ty) antara lain:
      • Ban­gu­nan ter­mi­nal penumpang;
      • Ban­gu­nan ter­mi­nal kar­go;
      • Menara pen­gatur lalu lin­tas pener­ban­gan (con­trol tow­er);
      • Ban­gu­nan opera­sion­al pener­ban­gan;
      • Jalan masuk (access­road);
      • Parkir kendaraan bermo­tor;
      • Depo pengisian bahan bakar pesawat udara;
      • Ban­gu­nan hang­gar;
      • Ban­gu­nan administrasi/perkantoran;
      • Mar­ka dan ram­bu; ser­ta
      • Fasil­i­tas pen­go­la­han lim­bah.
  2. Fasil­i­tas penun­jang meru­pakan fasil­i­tas yang secara lang­sung dan tidak lang­sung menun­jang kegiatan ban­dar udara dan mem­berikan nilai tam­bah secara ekonomis pada penye­leng­garaan ban­dar udara, antara lain fasil­i­tas per­bengke­lan pesawat udara, penginapan/hotel, toko, restoran, tem­pat bermain dan rekreasi.