Yandex Metrica Izin Usaha | Legalitas.Co.id

Kontak :

0813-1551-3353

E-mail :

admin@legalitas.co.id

Kategori: Izin Usaha

Izin Usaha Konstruksi Gedung Tempat Hiburan dan Olahraga

KBLI 41018 : Kon­struk­si Gedung Tem­pat Hibu­ran dan Olahra­ga

Ruang Lingkup

  1. Sub­klasi­fikasi den­gan kode BG008
    • Sub­klasi­fikasi ini men­cakup usa­ha pem­ban­gu­nan, pemeli­haraan, pem­bongkaran dan/atau pem­ban­gu­nan kem­bali ban­gu­nan yang dipakai untuk tem­pat hibu­ran, seper­ti bioskop, Gedung kebudayaan/ kesen­ian, gedung wisa­ta dan rekreasi ser­ta gedung olahra­ga ter­ma­suk pem­ban­gu­nan gedung tem­pat hibu­ran.
  2. Sub­klasi­fikasi den­gan kode GT008
    • Sub­klasi­fikasi ini men­cakup usa­ha ran­cang ban­gun kon­struk­si untuk ban­gu­nan yang dipakai untuk tem­pat hibu­ran, seper­ti bioskop, Gedung kebudayaan/ kesen­ian, gedung wisa­ta dan rekreasi ser­ta gedung olahra­ga ter­ma­suk pem­ban­gu­nan gedung tem­pat hibu­ran.

Per­syaratan Khusus

Berdasarkan Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 5 Tahun 2021 Pasal 85 sam­pai pasal 95 men­je­laskan:

  1. Pen­jualan tahu­nan
    • Kon­sul­tasi Kon­struk­si ini bersi­fat umum sedan­gkan untuk Peker­jaan Kon­struk­si bersi­fat umum, menen­gah dan besar yang tidak mem­per­oleh SBU (Ser­ti­fikat Badan Usa­ha) Kon­truk­si.
  2. Kemam­puan keuan­gan
    • Kemam­puan keuan­gan diper­oleh dari nilai total ekuitas. Ekuitas dihi­tung dari selisih antara akti­va den­gan total kewa­jiban
  3. Tena­ga ker­ja kon­struk­si, tena­ga ini ter­diri dari:
    • Penang­gung Jawab Badan Usa­ha (PJBU);
    • Penang­gung Jawab Tek­nis Badan Usa­ha PJTBU); dan
    • Penang­gung Jawab Sub­klasi­fikasi Badan Usa­ha (PJSKBU).
  4. Mam­pu menye­di­akan per­ala­tan untuk kon­struk­si

Sarana dan Prasarana

Berdasarkan Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 5 Tahun 2021 Pasal 95, jenis per­ala­tan yang digu­nakan adalah seba­gai berikut :

  1. Sub­klasi­fikasi BG008
    • Kual­i­fikasi kecil atau K biasanya meng­gu­nakan per­ala­tan uta­ma seper­ti: con­crete mix­er, tamp­ing ram­mer, vibro ham­mer, gen­er­a­tor set, pick up.
    • Kual­i­fikasi menen­gah dan besar atau B&M biasanya meng­gu­nakan per­ala­tan uta­ma seper­ti: tow­er crane, truck crane, con­crete mix­er, tamp­ing ram­mer, con­crete pump, vibro ham­mer, gen­er­a­tor set, exca­va­tor, motor grad­er, wheel loader, bull­doz­er, pad foot roller, sheep foot roller, rig bore pile, dump truck, vibro roller, flat bed truck, water tank truck
  2. Sub­klasi­fikasi GT008
    • Kual­i­fikasi  Besar atau B biasanya meng­gu­nakan per­ala­tan uta­ma seper­ti : tow­er crane, truck crane, con­crete mix­er, tamp­ing ram­mer, con­crete pump, vibro ham­mer, gen­er­a­tor set, exca­va­tor, motor grad­er, wheel loader, bull­doz­er, pad foot roller, sheep foot roller, rig bore pile, dump truck, vibro roller, flat bed truck, water tank truck.

Izin Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal

Berdasarkan Per­me­n­hub No. 12 Tahun 2021 Ten­tang Stan­dar Kegiatan Usa­ha dan Pro­duk pada Penye­leng­garaan Per­iz­inan Berusa­ha Berba­sis Resiko Sek­tor Trans­portasi

Daf­tar KBLI Terkait :

  1. 51101 : Angku­tan Udara Nia­ga Ber­jad­w­al Dalam Negeri Untuk Penumpang Atau Penumpang Dan Kar­go.
  2. 51103 : Angku­tan Udara Nia­ga Ber­jad­w­al Luar Negeri Untuk Penumpang Atau Penumpang Dan Kar­go.
  3. 51201 : Angku­tan Udara Nia­ga Ber­jad­w­al Dalam Negeri Untuk Kar­go
  4. 51203 : Angku­tan Udara Nia­ga Ber­jad­w­al Luar Negeri Untuk Kar­go.

Per­syaratan Umum

  1. Per­syaratan dis­esuaikan den­gan keten­tu­an Lem­ba­ga OSS;
  2. Berben­tuk Badan Hukum Indone­sia yang selu­ruh atau seba­gian besar modal­nya, harus dim­i­li­ki oleh badan hukum Indone­sia atau war­ga negara Indone­sia. Dalam hal modal badan usa­ha angku­tan udara nia­ga nasion­al yang dim­i­li­ki oleh badan hukum Indone­sia atau war­ga negara Indone­sia terba­gi atas beber­a­pa pemi­lik modal, salah satu pemi­lik modal nasion­al harus tetap lebih besar dari keselu­ruhan pemi­lik modal asing (sin­gle major­i­ty)
  3. Durasi wak­tu pemenuhan per­iz­inan berusa­ha sesuai den­gan keten­tu­an lem­ba­ga OSS

Per­syaratan Khusus

  1. Seti­ap pemo­hon per­iz­inan berusa­ha harus memi­li­ki ren­cana usa­ha (busi­ness plan) untuk kurun wak­tu min­i­mal 5 (lima) tahun yang telah ter­ver­i­fikasi pal­ing sedik­it memu­at:
    • Jenis dan jum­lah pesawat udara yang akan diop­erasikan (karak­ter­is­tik dan spe­si­fikasi pesawat, cara per­ole­han, jum­lah kebu­tuhan pesawat, util­isasi pesawat udara);
    • Ren­cana pusat kegiatan operasi pener­ban­gan (oper­a­tion base) dan ren­cana rute pener­ban­gan;
    • Ren­cana kebu­tuhan SDM yang ter­diri dari man­a­je­men, teknisi dan per­son­el pesawat udara; dan
    • Aspek ekono­mi dan keuan­gan.
  2. Apa­bi­la Badan Usa­ha Angku­tan Udara melakukan peruba­han rute lebih dari 10% (sepu­luh per ser­a­tus) dalam per­iz­inan berusa­ha bagi badan usa­ha angku­tan udara nia­ga ber­jad­w­al, pemegang per­iz­inan berusa­ha harus memenuhi per­syaratan beru­pa:
    • Reken­ing koran 3 (tiga) bulan ter­akhir;
    • Ren­cana usa­ha (busi­ness plan) untuk kurun wak­tu min­i­mal 5 (lima) tahun yang telah ter­ver­i­fikasi, pal­ing sedik­it memu­at:
      • Jenis dan jum­lah pesawat udara yang akan diop­erasikan (karak­ter­is­tik dan spe­si­fikasi pesawat, cara per­ole­han, jum­lah kebu­tuhan pesawat, util­isasi pesawat udara);
      • Ren­cana pusat kegiatan operasi pener­ban­gan (oper­a­tion base) dan ren­cana rute pen­er ban­gan;
      • Ren­cana kebu­tuhan SDM yang ter­diri dari man­a­je­men, teknisi dan per­son­el pesawat udara; dan
      • Aspek ekono­mi dan keuan­gan.
  3. Apa­bi­la Badan Usa­ha Angku­tan Udara melakukan penam­ba­han rute sam­pai den­gan 10% (sepu­luh per ser­a­tus) dalam per­iz­inan berusa­ha bagi badan usa­ha angku­tan udara nia­ga ber­jad­w­al, pemegang per­iz­inan berusa­ha harus memenuhi per­syaratan beru­pa:
    • Reken­ing koran 3 (tiga) bulan ter­akhir;
    • Ren­cana usa­ha (busi­ness plan) untuk kurun wak­tu min­i­mal 5 (lima) tahun yang telah ter­ver­i­fikasi, pal­ing sedik­it memu­at:
      • Jenis dan jum­lah pesawat udara yang akan diop­erasikan;
      • Ren­cana rute pener­ban­gan;
      • Ren­cana kebu­tuhan SDM yang ter­diri dari  man­a­je­men, teknisi dan per­son­el pesawat udara; dan
      • Aspek ekono­mi dan keuan­gan.
  4. Pengem­ban­gan usa­ha beru­pa peruba­han atau penam­ba­han jenis kegiatan angku­tan udara, pemegang per­iz­inan berusa­ha harus memenuhi per­syaratan beru­pa:
    • Reken­ing koran 3 (tiga) bulan ter­akhir;
    • Ren­cana usa­ha (busi­ness plan) untuk kurun wak­tu min­i­mal 5 (lima) tahun yang telah  ter­ver­i­fikasi, pal­ing sedik­it memu­at:
      • Jenis dan jum­lah pesawat udara yang akan diop­erasikan;
      • Ren­cana pusat kegiatan operasi pener­ban­gan (oper­a­tion base) dan rute pener­ban­gan:
      • Ren­cana kebu­tuhan SDM yang ter­diri dari man­a­je­men, teknisi dan per­son­el pesawat udara; dan
      • Aspek ekono­mi dan keuan­gan
  5. Untuk men­ga­jukan per­gant­ian rute pener­ban­gan dalam per­iz­inan berusa­ha, den­gan per­syaratan ren­cana usa­ha yang telah ter­ver­i­fikasi pal­ing sedik­it memu­at:
    • Ren­cana rute pener­ban­gan;
    • Jenis dan jum­lah pesawat udara yang akan diop­erasikan; dan
    • Jus­ti­fikasi peng­gant­ian rute pener­ban­gan.
  6. Untuk men­ga­jukan pengem­ban­gan usa­ha beru­pa peruba­han jum­lah dan/atau tipe pesawat udara, pemegang per­iz­inan berusa­ha harus memenuhi per­syaratan pal­ing sedik­it:
    • Reken­ing koran 3 (tiga) bulan ter­akhir (bagi penam­ba­han jum­lah pesawat udara);
    • Ren­cana usa­ha (busi­ness plan) untuk kurun wak­tu min­i­mal 5 (lima) tahun yang telah  ter­ver­i­fikasi, pal­ing sedik­it  memu­at:
      • Jenis dan jum­lah pesawat udara yang akan diop­erasikan (karak­ter­is­tik dan spe­si­fikasi pesawat, cara per­ole­han, jum­lah kebu­tuhan pesawat, util­isasi pesawat udara)
      • Rute pener­ban­gan;
      • Ren­cana kebu­tuhan SDM yang ter­diri dari man­a­je­men, teknisi dan per­son­el pesawat udara; dan
      • Aspek ekono­mi dan keuan­gan.
  7. Untuk men­ga­jukan peruba­han data admin­is­trasi Angku­tan Udara  Nia­ga Ber­jad­w­al, Badan Usa­ha Angku­tan Udara wajib memenuhi per­syaratan beru­pa:
    • Peruba­han data admin­is­trasi; dan
    • Tan­da buk­ti modal yang dis­e­tor (jika ada peruba­han modal dasar dan modal dis­e­tor).
  8. Badan Usa­ha Angku­tan Udara Nia­ga Ber­jad­w­al memi­li­ki ser­ti­fikat oper­a­tor pesawat udara (air­op­er­a­tor cer­tifi­cate) sesuai keten­tu­an per­at­u­ran kese­la­matan pener­ban­gan sip­il sebelum melakukan pen­g­op­erasian.
  9. Badan Usa­ha Angku­tan Udara Nia­ga Ber­jad­w­al wajib memenuhi keten­tu­an kese­la­matan, kea­manan dan pelayanan pener­ban­gan
  10. Dalam hal melakukan pen­gangku­tan barang berba­haya, wajib memenuhi stan­dar kese­la­matan pen­gangku­tan barang berba­haya den­gan pesawat udara
  11. Pelak­sanaan kegiatan angku­tan udara dilak­sanakan berdasarkan per­se­tu­juan rute pener­ban­gan dari Menteri Per­hubun­gan.
  12. Dalam hal pelak­sanaan pener­ban­gan dilakukan dilu­ar keten­tu­an per­se­tu­juan rute penerbangan,maka pelak­sanakan pener­ban­gan dilak­sanakan berdasarkan per­se­tu­juan ter­bang (flight approval) sesuai den­gan keten­tu­an.
  13. Men­er­ap­kan tarif untuk pelayanan kelas ekono­mi angku­tan udara nia­ga ber­jad­w­al dalam negeri sesuai den­gan keten­tu­an per­at­u­ran perun­dang-undan­gan

Sarana dan Prasarana

  1. Angku­tan udara nia­ga ber­jad­w­al untuk men­gangkut penumpang atau penumpang dan kar­go memi­li­ki pesawat udara den­gan jum­lah pal­ing sedik­it 1 (satu) unit dan men­gua­sai pal­ing sedik­it 2 (dua) unit den­gan jenis yang men­dukung kelang­sun­gan opera­sion­al pener­ban­gan sesuai den­gan rute yang dilayani.
  2. Angku­tan udara nia­ga ber­jad­w­al khusus kar­go memi­li­ki pesawat udara den­gan jum­lah pal­ing sedik­it 1 (satu) unit Pesawat Udara dan Pesawat Udara yang lain­nya dalam ben­tuk men­gua­sai den­gan jenis yang men­dukung kelang­sun­gan opera­sion­al pener­ban­gan sesuai den­gan rute yang dilayani;
  3. Gedung seba­gai kan­tor pusat, kan­tor cabang, kan­tor per­wak­i­lan ser­ta fasil­i­tas pen­dukung opera­sion­al lain­nya (kendaraan opera­sion­al, jaringan inter­net dan teleko­mu­nikasi, dan lain-lain).

Izin Usaha Jasa Konsultansi Transportasi

Berdasarkan Per­me­n­hub No. 12 Tahun 2021 Ten­tang Stan­dar Kegiatan Usa­ha dan Pro­duk pada Penye­leng­garaan Per­iz­inan Berusa­ha Berba­sis Resiko Sek­tor Trans­portasi.

KBLI 70202 : Aktiv­i­tas Jasa Kon­sul­tan­si Trans­portasi (Man­a­je­men Kea­manan Pelabuhan)

Per­syaratan Umum

  1. Per­syaratan yang dis­esuaikan den­gan keten­tu­an Lem­ba­ga OSS;
  2. Durasi wak­tu pemenuhan per­iz­inan berusa­ha sesuai den­gan keten­tu­an lem­ba­ga OSS.

Per­syaratan Khusus

Per­syaratan tek­nis jasa kon­sul­tasi transparan, yaitu:

  1. Memi­li­ki seku­rang kurangnya 1 (satu) orangTe­na­ga Ahli yang dibuk­tikan den­gan ser­ti­fikat dan memi­li­ki penge­tahuan ten­tang koda untuk mas­ing-mas­ing bidang yang meliputi :
    • Kea­manan;
    • Perka­palan;
    • Kepelabuhanan;
    • Man­a­je­men Resiko;
    • Intelijen.
  2. Harus Mem­pun­yai Akta Notaris Pendiri­an RSO yang sah dari Kementer­ian Hukum dan Hak Asasi Manu­sia yang dalam akta notaris yang berg­er­ak di bidang kon­sul­tan kea­manan kapal dan fasil­i­tas pelabuhan.
  3. Tena­ga Ahli yang dimak­sud pada nomor 1 (satu) diatas hanya dap­at didaf­tarkan pada 1 (satu) Rec­og­nized Secu­ri­ty Orga­ni­za­tion.

Sarana dan Prasarana

Sarana Min­i­mum yang dibuk­tikan den­gan SIUP sesuai den­gan bidang usa­hanya.

Izin Usaha Pengelolaan Kapal

Berdasarkan Per­me­n­hub No. 12 Tahun 2021 Ten­tang Stan­dar Kegiatan Usa­ha dan Pro­duk pada Penye­leng­garaan Per­iz­inan Berusa­ha Berba­sis Resiko Sek­tor Trans­portasi

KBLI 52225 : Aktiv­i­tas Pen­gelo­laan Kapal (Ship Man­age­ment)

Per­syaratan Umum

  1. Per­syaratan yang dis­esuaikan den­gan keten­tu­an Lem­ba­ga OSS;
  2. Memi­li­ki buk­ti kepemi­likan tem­pat usaha/sewa min­i­mal sela­ma 2 (dua) tahun, per­ala­tan kan­tor, sarana dan prasarana inter­net, ser­ta per­ala­tan kese­la­matan;
  3. Durasi wak­tu pemenuhan per­iz­inan berusa­ha sesuai den­gan keten­tu­an lem­ba­ga OSS;

Per­syaratan Khusus

  1. Pelaku usa­ha Penana­man Modal Dalam Negeri melakukan pemenuhan per­syaratan, yaitu:
    • Memi­li­ki tena­ga ahli berke­war­gane­garaan Indone­sia min­i­mal Ahli Nau­ti­ka Tingkat III (ANT III) atau Ahli Tehni­ka Tingkat III (ATT III) atau Diplo­ma III Ketata­lak­sanaan Angku­tan Laut dan Kepelabuhanan (KALK) atau Trans­portasi Laut/Teknik Perka­palan den­gan memi­li­ki pen­gala­man 5 (lima) tahun di bidang pela­yaran atau Pen­gelo­laan Kapal (ship man­age­ment) yang dibuk­tikan den­gan Surat Keteran­gan Ker­ja dari perusa­haan yang berg­er­ak dibidang pela­yaran atau Pen­gelo­laan Kapal (ship man­age­ment);
    •  Memi­li­ki sis­tem man­a­je­men usa­ha
  2. Pelaku usa­ha Penana­man Modal Asing melakukan pemenuhan per­syaratan, yaitu:
    • Memi­li­ki tena­ga ahli berke­war­gane­garaan Indone­sia min­i­mal Ahli Nau­ti­ka Tingkat III (ANT III) atau Ahli Tehni­ka Tingkat III (ATT III) atau Diplo­ma III Ketata­lak­sanaan Angku­tan Laut dan Kepelabuhanan (KALK) atau Trans­portasi Laut/Teknik Perka­palan yang dis­e­tarakan den­gan memi­li­ki pen­gala­man 5 (lima) tahun di bidang pela­yaran atau Pen­gelo­laan Kapal (ship man­age­ment) yang dibuk­tikan den­gan Surat Keteran­gan Ker­ja dari perusa­haan yang berg­er­ak di bidang pela­yaranatau Pen­gelo­laan Kapal (ship man­age­ment);
    • Memi­li­ki sis­tem man­a­je­men usa­ha;
    • Surat rekomen­dasi dari penye­leng­gara pelabuhan setem­pat ten­tang kese­im­ban­gan penye­di­aan dan per­mintaan usa­ha Pen­gelo­laan Kapal berdasarkan jum­lah perusa­haan Pen­gelo­laan Kapal dan jum­lah kun­jun­gan kapal yang berkegiatan dipelabuhan setem­pat;
    • Penana­man modal asing untuk usa­ha Pen­gelo­laan Kapal dilakukan sesuai keten­tu­an per­at­u­ran perun­dang-undan­gan di bidang usa­ha penana­man modal.

Sarana dan Prasarana

Usa­ha Pen­gelo­la Kapal;

  1. Sarana min­i­mum usa­ha pen­gelo­la kapal  yang harus dim­i­li­ki meliputi antara lain;
    • Ruang kan­tor yang dilengkapi per­ala­tan dan per­lengka­pan den­gan sis­tem penc­a­hayaan dan sirku­lasi udara sesuai den­gan keten­tu­an per­at­u­ran perun­dang-undan­gan;
    • Papan nama ter­bu­at dari bahan aman­dan kuat den­gan tulisan yang ter­ba­ca dan ter­li­hat jelas, dan dipasang sesuai den­gan keten­tu­an per­at­u­ran perun­dang-undan­gan;
    • Ruang pener­i­maan tamu yang bersih dan ter­awat;
    • Insta­lasi listrik sesuai den­gan keten­tu­an per­at­u­ran perun­dang-undan­gan;
    • Insta­lasi air bersih sesuai den­gan keten­tu­an per­at­u­ran perun­dang-undan­gan;
    • Toi­let umum pria dan wani­ta yang ter­pisah den­gan sirku­lasi dan penc­a­hayaan udara yang sesuai den­gan keten­tu­an per­at­u­ran perun­dang-undan­gan;
    • Tem­pat penam­pun­gan sam­pah;
    • Gudang atau tem­pat peny­im­panan barang.
  2. Fasil­i­tas min­i­mum, adalah per­ala­tan dan per­lengka­pan antara lain :
    • Alat kese­la­matan dan kea­manan;
    • Per­ala­tan komu­nikasi yang ter­diri dari tele­pon, email, dan fasil­i­tas inter­net;
    • Per­ala­tan Per­to­lon­gan Per­ta­ma pada Kece­lakaan (P3K) dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sesuai den­gan keten­tu­an per­at­u­ran perun­dang undan­gan.
    • Kendaraan Opera­sion­al yang baik dan sesuai den­gan yand dibu­tuhkan.
  3. Kon­disi Lingkun­gan usa­ha adalah kon­disi min­i­mum yang ter­da­p­at dalam usa­ha Penye­waan Per­ala­tan Angku­tan Laut atau Per­ala­tan Jasa Terkait Den­gan Angku­tan Laut antara lain:
    • Infor­masi Petun­juk Kese­la­matan peker­ja;
    • Pence­ga­han dan penang­gu­lan­gan kebakaran atau keadaan daru­rat lain­nya;
    • Kon­disi lingkun­gan yang aman

Izin Usaha Depo Peti Kemas

Berdasarkan Per­me­n­hub  No. 12 Tahun 2021 Ten­tang Depo Peti Kemas KBLI 52109 Per­gu­dan­gan Dan Peny­im­panan Lain­nya

Per­syaratan Umum

  1. Per­syaratan yang dis­esuaikan den­gan keten­tu­an Lem­ba­ga OSS;
  2. Memi­li­ki buk­ti kepemi­likan tem­pat usaha/sewa min­i­mal sela­ma 2 (dua) tahun, per­ala­tan kan­tor, sarana dan prasarana inter­net, ser­ta per­ala­tan kese­la­matan;
  3. Durasi wak­tu pemenuhan per­iz­inan berusa­ha sesuai den­gan keten­tu­an lem­ba­ga OSS

Per­syaratan Khusus

  1. Pelaku usa­ha Penana­man Modal Dalam Negeri melakukan pemenuhan per­syaratan, yaitu:
    • Memi­li­ki tena­ga ahli berke­war­gane­garaan Indone­sia, pal­ing sedik­it 1 (satu) orang den­gan kual­i­fikasi Ahli Nau­ti­ka Tk III,atau 2 (dua) orang ahli ketata­lak­sanaan atau trans­portasi laut beri­jazah Diplo­ma III, atau 2 (dua) orang ahli yang seder­a­jat den­gan pen­gala­man ker­ja pal­ing sedik­it 5 (lima) tahun dalam pen­gelo­laan Depo Peti Kemas dan tena­ga sur­vey peti kemas yang memi­li­ki ser­ti­fikat dari Badan Nasion­al Ser­ti­fikat Pro­fe­si;
    • Per­se­tu­juan stu­di lingkun­gan dari instasi pemer­in­tah kabupaten/desa dan provin­si untuk DKI Jakar­ta, ter­ma­suk didalam­nya kajian lalu lin­tas;
    • Dalam hal ren­cana Depo Peti Kemas di luar DLKr harus dilengkapi
      • Men­gua­sai lahan pal­ing sedik­it untuk jang­ka wak­tu 3 (tiga) tahun atau memi­li­ki lahan untuk lokasi usa­ha den­gan luas pal­ing sedik­it 5.000 m² yang dibuk­tikan den­gan hak pen­guasaan atau kepemi­likan tanah untuk usa­ha Depo Peti Kemas yang bera­da di luar DLKr pelabuhan yang diter­bitkan oleh Badan Per­ta­hanan Nasion­al dan men­gua­sai lahan sesuai ker­jasama den­gan Badan Usa­ha Pelabuhan atau oper­a­tor untuk usa­ha Depo Peti Kemas yang bera­da di dalam DLKr pelabuhan;
    • Dalam hal ren­cana Depo Peti Kemas di dalam DLKr harus dilengkapi
      • Per­jan­jian ker­jasama den­gan badan usa­ha pelabuhan dan rekomen­dasi dari penye­leng­gara pelabuhan setem­pat untuk pelabuhan yang diusa­hakan secara komer­sial; atau
      • Per­jan­jian ker­jasama den­gan penye­leng­gara pelabuhan setem­pat untuk pelabuhan yang belum diusa­hakan secara komer­sial;
      • Stu­di lingkun­gan sesuai den­gan pelayanan yang dilak­sanakan.
    • Memi­li­ki atau men­gua­sai lahan penumpukan baik didalam maupun dilu­ar DLKr Pelabuhan yang digu­nakan den­gan kemam­puan kon­struk­si menam­pung beban Min­i­mal 2 (dua) tier peti kemas kosong dan/atau isi;
    • Kon­struk­si lahan Depo Peti Kemas dap­at meng­gu­nakan:
      • Paving;
      • Aspal; atau
      • Beton/con­crete.
    • Memi­li­ki per­ala­tan antara lain:
      • 1 (satu) unit reach stack­er;
      • 1 (satu) unit top loader;
      • 1 (satu) unit side loader;
      • 1 (satu) unit fork­lift; dan/atau
      • Fasil­i­tas per­baikan dan per­awatan peti kemas yang memenuhi per­syaratan. Jenis, jum­lah dan kap­a­sitas per­ala­tan dis­esuaikan den­gan kegiatan usa­ha Depo Peti Kemas.
  2. Pelaku usa­ha Penana­man Modal Asing melakukan pemenuhan per­syaratan, yaitu:
    • Memi­li­ki tena­ga ahli berke­war­gane­garaan Indone­sia, pal­ing sedik­it 1 (satu) orang  den­gan kual­i­fikasi Ahli Nau­ti­ka Tk III, atau 2 (dua) orang ahli ketata­lak­sanaan atau trans­portasi laut beri­jazah Diplo­ma III, atau 2 (dua) orang ahli yang seder­a­jat den­gan pen­gala­man ker­ja pal­ing sedik­it 5 (lima) tahun dalam pen­gelo­laan Depo Peti Kemas dan tena­ga sur­vey peti kemas yang memi­li­ki ser­ti­fikat dari Badan Nasion­al Ser­ti­fikat Pro­fe­si;
    • Per­se­tu­juan stu­di lingkun­gan dari instasi pemer­in­tah kabupaten/desa dan provin­si untuk DKI Jakar­ta, ter­ma­suk didalam­nya kajian lalu lin­tas;
    • Dalam hal ren­cana Depo Peti Kemas dalam DLKr harus dilengkapi den­gan rekomen­dasi dari penye­leng­gara pelabuhan setem­pat;
    • Men­gua­sai (bukan sewa) lahan lokasi usa­ha den­gan luas pal­ing sedik­it 5.000 m² yang dibuk­tikan den­gan hak pen­guasaan untuk usa­ha depo peti kemas yang bera­da di luar DLKr pelabuhan yang diter­bitkan oleh Badan Per­ta­hanan Nasion­al;
    • Memi­li­ki atau men­gua­sai lahan penumpukan yang digu­nakan den­gan kemam­puan kon­struk­si menam­pung beban seba­gai berikut:
      • Min­i­mal 4 (empat) tier peti kemas kosong (emp­ty) den­gan uku­ran 20 (dua puluh) feet;
      • Min­i­mal 2 (dua) tier peti bermu­atanisi den­gan uku­ran 20 (dua puluh) feet.
      • Kon­struk­si lahan Depo Peti Kemas dap­at meng­gu­nakan:
        • Paving;
        • Aspal; atau
        • Beton/con­crete
      • Memi­li­ki per­ala­tan antara lain:
        • 1 (satu) unit reach stack­er;
        • 1 (satu) unit top loader;
        • 1 (satu) unit side loader;
        • 1 (satu) unit fork­lift; dan/atau
        • Fasil­i­tas per­baikan dan­per­awatan peti kemas yang memenuhi per­syaratan. jenis, jum­lah dan kap­a­sitas per­ala­tan dis­esuaikan den­gan kegiatan usa­ha Depo Peti Kemas.
      • Penana­man modal asing untuk usa­ha Depo Peti Kemas dilakukan sesuai keten­tu­an per­at­u­ran perun­dang-undan­gan di bidang usa­ha penana­man modal.

Sarana dan Prasarana

Usa­ha Depo Peti Kemas, harus memi­li­ki:

  1. Sarana min­i­mum usa­ha Depo Peti Kemas, harus memi­li­ki yang harus dim­i­li­ki meliputi antara lain:
    • Ruang kan­tor yang dilengkapi per­ala­tan dan per­lengka­pan den­gan sis­tem penc­a­hayaan dan sirku­lasi udara sesuai den­gan keten­tu­an per­at­u­ran perun­dang-undan­gan;
    • Papan nama ter­bu­at dari bahan aman­dan kuat den­gan tulisan yang ter­ba­ca dan ter­li­hat jelas, dan dipasang sesuai den­gan keten­tu­an per­at­u­ran perun­dang-undan­gan;
    • Ruang pener­i­maan tamu yang bersih dan ter­awat;
    • Insta­lasi listrik sesuai den­gan keten­tu­an per­at­u­ran perun­dang undan­gan;
    • Insta­lasi air bersih sesuai den­gan keten­tu­an per­at­u­ran perun­dang undan­gan;
    • Toi­let umum pria dan wani­ta yang ter­pisah den­gan sirku­lasi dan penc­a­hayaan udara yang sesuai den­gan keten­tu­an per­at­u­ran perun­dang-undan­gan
    • Tem­pat penam­pun­gan sam­pah;
    • Gudang atau tem­pat peny­im­panan barang.
    • Lahan untuk kegiatan Depo Peti Kemas.
  2. Fasil­i­tas min­i­mum, adalah per­ala­tan dan per­lengka­pan antara lain :
    • Alat kese­la­matan dan kea­manan;
    • Per­ala­tan komu­nikasi yang ter­diri dari tele­pon, email, dan fasil­i­tas inter­net;
    • Per­ala­tan Per­to­lon­gan Per­ta­ma pada Kece­lakaan (P3K) dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sesuai den­gan keten­tu­an per­at­u­ran perun­dan­gun­dan­gan.
    • Memi­li­ki per­ala­tan antara lain:
      • 1 (satu) unit reach stack­er;
      • 1 (satu) unit top loader;
      • 1 (satu) unit side loader;
      • 1 (satu) unit fork­lift; dan/atau
      • Fasil­i­tas per­baikan dan­per­awatan peti kemas yang memenuhi per­syaratan. jenis, jum­lah dan kap­a­sitas per­ala­tan dis­esuaikan den­gan kegiatan usa­ha Depo Peti Kemas.
  3. Kon­disi Lingkun­gan usa­ha adalah kon­disi min­i­mum yang ter­da­p­at dalam usa­ha Per­an­tara Jual Beli Dan/atau Sewa Kapal antara lain:
    • Infor­masi Petun­juk Kese­la­matan­peker­ja;
    • Pence­ga­han dan penang­gu­lan­gan kebakaran atau keadaan daru­rat­lain­nya;
    • Kon­disi lingkun­gan yang aman.