Yandex Metrica Blog

Kontak :

0813-1551-3353

E-mail :

admin@legalitas.co.id

Izin Usaha Jasa Penunjang Angkutan Udara

Izin Usaha Jasa Penunjang Angkutan Udara

Berdasarkan Per­me­n­hub  No. 12 Tahun 2021 ten­tang Stan­dar Kegiatan Usa­ha dan Pro­duk pada Penye­leng­garaan Per­iz­inan Berusa­ha Berba­sis Resiko Sek­tor Trans­portasi

KBLI 52296 : Aktiv­i­tas Stan­dar Pelayanan Jasa Keban­daru­daraan

Per­syaratan Umum

  1. Per­syaratan admin­is­tratif sesuai den­gan keten­tu­an yang diatur dalam OSS.
  2. Durasi Pemenuhan sesuai keten­tu­an Lem­ba­ga OSS.

Per­syaratan Khusus

  1. Untuk per­iz­inan berusa­ha jasa pemasaran dan pen­jualan tiket pesawat atau agen pen­jualan umum (tick­et mar­ket­ing and sell­ing) untuk perusa­haan angku­tan udara asing tidak memi­li­ki per­syaratan khusus usa­ha.
  2. Untuk per­iz­inan berusa­ha jasa Agen Pen­gu­rus Per­se­tu­juan Ter­bang (Flight Approval) untuk Kegiatan Angku­tan Udara Bukan Nia­ga dan Angku­tan Udara Nia­ga Tidak Ber­jad­w­al Luar Negeri den­gan Pesawat Udara Sip­il Asing ke dan dari dan/atau melalui wilayah negara kesat­u­an Repub­lik Indone­sia tidak memi­li­ki per­syaratan khusus usa­ha.
  3. Untuk per­iz­inan berusa­ha jasa pelayanan di darat untuk penumpang dan kar­go (ground han­dling) harus memenuhi per­syaratan khusus usa­ha seba­gai berikut:
    • memi­li­ki man­u­al ground han­dling;
    • memi­li­ki per­son­el yang berser­ti­fikasi; dan
    • memi­li­ki per­ala­tan dan fasil­i­tas guna menun­jang layanan.
  4. Untuk per­iz­inan berusa­ha jasa penye­waan pesawat udara (air­craft leas­ing) tidak memi­li­ki per­syaratan khusus usa­ha.
  5. Untuk per­iz­inan berusa­ha untuk Organ­isasi Per­awatan Pesawat Udara (Approved Main­te­nance Orga­ni­za­tion), pemo­hon harus memenuhi per­syaratan seba­gai berikut:
    • Untuk Organ­isasi Per­awatan Pesawat Udara (Approved Main­te­nance Orga­ni­za­tion) dalam negeri, pemo­hon per­iz­inan memenuhi per­syaratan sesuai ICAO Annex 1, 6, 8, 19, Per­at­u­ran Menteri Per­hubun­gan men­ge­nai Per­at­u­ran Kese­la­matan Pener­ban­gan Sip­il Bagian 19 ten­tang Sis­tem Man­a­je­men Kese­la­matan, dan Per­at­u­ran Menteri Per­hubun­gan men­ge­nai Bagian 145 ten­tang Organ­isasi Per­awatan Pesawat Udara,misalnya DGCAForm 145–01; AMO Man­u­al yang telah dis­ahkan; Qual­i­ty Man­a­je­men Sys­tem Man­u­al yang telah dis­ahkan; dll
    • Untuk Organ­isasi Per­awatan Pesawat Udara (Approved Main­te­nance Organisation/AMO) Luar Negeri, pemo­hon memenuhi per­syaratan ICAO Annex 1, 6, 8, 19 dan Per­at­u­ran Menteri Per­hubun­gan men­ge­nai Per­at­u­ran Kese­la­matan Pener­ban­gan Sip­il Bagian 19 ten­tang Sis­tem Man­a­je­men Kese­la­matan, dan Per­at­u­ran Menteri Per­hubun­gan men­ge­nai Per­at­u­ran Kese­la­matan Pener­ban­gan Sip­il Bagian 145 ten­tang Organ­isasi Per­awatan Pesawat Udara, seba­gai berikut: sali­nan ser­ti­fikat AMO dari Otori­tas pener­ban­gan negara setem­pat yang masih berlaku; surat dukun­gan dari perusa­haan pener­ban­gan sip­il Indone­sia (Let­ter ofIntern/ Mem­o­ran­dum of Under­stand­ing); DGCA Form 145–01; dll
    • Pemo­hon per­iz­inan berusa­ha harus menye­di­akan ban­gu­nan untuk fasil­i­tas, per­ala­tan, mate­r­i­al dan per­son­el yang sesuai den­gan rat­ingnya.
  6. Untuk per­iz­inan berusa­ha jasa Reg­u­lat­ed Agent, pemo­hon harus memenuhi keten­tu­an seba­gai berikut:
    • Per­syaratan admin­is­tratif
      • Memi­li­ki asur­an­si ter­hadap tang­gung jawab atas kerusakan, mus­nah, atau kehi­lan­gan kar­go dan pos pada lokasi Reg­u­lat­ed Agent sam­pai area per­gu­dan­gan ban­dar udara;
      • Lapo­ran keuan­gan 1 (satu) tahun ter­akhir yang telah diau­dit instan­si yang berwe­nang atau kan­tor akun­tan pub­lik kecuali untuk badan hukum yang didirikan kurang dari 1 (satu) tahun; dan
      • Surat keteran­gan kesi­a­pan men­gangkut dari Badan Usa­ha Angku­tan Udara atau Perusa­haan Angku­tan Udara Asing.
    • Per­syaratan Tek­nis
      • Memi­li­ki Fasil­i­tas dan Per­ala­tan
      • Memi­li­ki per­son­el
      • Memi­li­ki prasarana untuk penan­ganan kar­go dan pos
      • Memi­li­ki man­u­al atau doku­men:
  7.  Untuk per­iz­inan berusa­ha Pen­gir­im Pabrikan (Known Con­sign­or), pemo­hon harus memenuhi keten­tu­an seba­gai berikut:
    • Per­syaratan Admin­is­trasi
      • Surat perny­ataan bah­wa barang Pen­gir­im Pabrikan (Known Con­sign­or) tidak men­gan­dung bahan peledak dan dilengkapi den­gan pen­je­lasan kan­dun­gan isi barang.
      • Surat keteran­gan kesi­a­pan men­gangkut dari badan usa­ha angku­tan udara dan perusa­haan angku­tan udara asing.
      • Lapo­ran keuan­gan 1 (satu) tahun ter­akhir yang telah diau­dit instan­si yang berwe­nang atau kan­tor akun­tan pub­lik kecuali untuk badan hukum yang didirikan kurang dari 1(satu) tahun.
    • Per­syaratan Tek­nis
      • Memi­li­ki per­son­el:
      • Memi­li­ki fasil­i­tas dan per­ala­tan
      • Memi­li­ki man­u­al atau doku­men

Sarana dan Prasarana

  1. Untuk per­iz­inan berusa­ha jasa pemasaran dan pen­jualan tiket pesawat atau agen pen­jualan umum (tick­et mar­ket­ing and sell­ing) untuk perusa­haan angku­tan udara asing tidak diper­syaratkan stan­dar sarana.

Izin Usaha Jasa Pelayanan Navigasi Penerbangan

Berdasarkan Per­me­n­hub  No. 12 Tahun 2021 Ten­tang Stan­dar Kegiatan Usa­ha dan Pro­duk pada Penye­leng­garaan Per­iz­inan Berusa­ha Berba­sis Resiko Sek­tor Trans­portasi

KBLI 52232 : Aktiv­i­tas Stan­dar Pelayanan Nav­i­gasi Pener­ban­gaan

Per­syaratan Umum

  • Aktiv­i­tas ini hanya dap­at dikelo­la oleh 1 (satu) oper­a­tor, dimana saat ini dikelo­la oleh Perum Lem­ba­ga penye­leng­gara pelayanan nav­i­gasi pener­ban­gan indone­sia seba­gaimana telah dite­tap­kan dalam Per­at­u­ran Pemer­in­tah No. 7 Tahun 2012 ten­tang Perum Lem­ba­ga Penye­leng­gara Pelayanan Nav­i­gasi Pener­ban­gan Indone­sia.

Per­syaratan Khusus

  1. Menguta­makan kese­la­matan pener­ban­gan
  2. Tidak beror­i­en­tasi kepa­da keun­tun­gan.
  3. Secara finan­sial dap­at mandiri.
  4. Biaya yang ditarik dari peng­gu­na dikem­ba­likan untuk biaya inves­tasi dan pen­ingkatan opera­sion­al (cost recov­ery)

Sarana dan Prasarana

  • Memi­li­ki fasil­i­tas dan/atau per­ala­tan yang digu­nakan untuk penye­leng­garaan pelayanan nav­i­gasi pener­ban­gan.

Izin Usaha Konstruksi Gedung Tempat Hiburan dan Olahraga

KBLI 41018 : Kon­struk­si Gedung Tem­pat Hibu­ran dan Olahra­ga

Ruang Lingkup

  1. Sub­klasi­fikasi den­gan kode BG008
    • Sub­klasi­fikasi ini men­cakup usa­ha pem­ban­gu­nan, pemeli­haraan, pem­bongkaran dan/atau pem­ban­gu­nan kem­bali ban­gu­nan yang dipakai untuk tem­pat hibu­ran, seper­ti bioskop, Gedung kebudayaan/ kesen­ian, gedung wisa­ta dan rekreasi ser­ta gedung olahra­ga ter­ma­suk pem­ban­gu­nan gedung tem­pat hibu­ran.
  2. Sub­klasi­fikasi den­gan kode GT008
    • Sub­klasi­fikasi ini men­cakup usa­ha ran­cang ban­gun kon­struk­si untuk ban­gu­nan yang dipakai untuk tem­pat hibu­ran, seper­ti bioskop, Gedung kebudayaan/ kesen­ian, gedung wisa­ta dan rekreasi ser­ta gedung olahra­ga ter­ma­suk pem­ban­gu­nan gedung tem­pat hibu­ran.

Per­syaratan Khusus

Berdasarkan Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 5 Tahun 2021 Pasal 85 sam­pai pasal 95 men­je­laskan:

  1. Pen­jualan tahu­nan
    • Kon­sul­tasi Kon­struk­si ini bersi­fat umum sedan­gkan untuk Peker­jaan Kon­struk­si bersi­fat umum, menen­gah dan besar yang tidak mem­per­oleh SBU (Ser­ti­fikat Badan Usa­ha) Kon­truk­si.
  2. Kemam­puan keuan­gan
    • Kemam­puan keuan­gan diper­oleh dari nilai total ekuitas. Ekuitas dihi­tung dari selisih antara akti­va den­gan total kewa­jiban
  3. Tena­ga ker­ja kon­struk­si, tena­ga ini ter­diri dari:
    • Penang­gung Jawab Badan Usa­ha (PJBU);
    • Penang­gung Jawab Tek­nis Badan Usa­ha PJTBU); dan
    • Penang­gung Jawab Sub­klasi­fikasi Badan Usa­ha (PJSKBU).
  4. Mam­pu menye­di­akan per­ala­tan untuk kon­struk­si

Sarana dan Prasarana

Berdasarkan Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 5 Tahun 2021 Pasal 95, jenis per­ala­tan yang digu­nakan adalah seba­gai berikut :

  1. Sub­klasi­fikasi BG008
    • Kual­i­fikasi kecil atau K biasanya meng­gu­nakan per­ala­tan uta­ma seper­ti: con­crete mix­er, tamp­ing ram­mer, vibro ham­mer, gen­er­a­tor set, pick up.
    • Kual­i­fikasi menen­gah dan besar atau B&M biasanya meng­gu­nakan per­ala­tan uta­ma seper­ti: tow­er crane, truck crane, con­crete mix­er, tamp­ing ram­mer, con­crete pump, vibro ham­mer, gen­er­a­tor set, exca­va­tor, motor grad­er, wheel loader, bull­doz­er, pad foot roller, sheep foot roller, rig bore pile, dump truck, vibro roller, flat bed truck, water tank truck
  2. Sub­klasi­fikasi GT008
    • Kual­i­fikasi  Besar atau B biasanya meng­gu­nakan per­ala­tan uta­ma seper­ti : tow­er crane, truck crane, con­crete mix­er, tamp­ing ram­mer, con­crete pump, vibro ham­mer, gen­er­a­tor set, exca­va­tor, motor grad­er, wheel loader, bull­doz­er, pad foot roller, sheep foot roller, rig bore pile, dump truck, vibro roller, flat bed truck, water tank truck.

Izin Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal

Berdasarkan Per­me­n­hub No. 12 Tahun 2021 Ten­tang Stan­dar Kegiatan Usa­ha dan Pro­duk pada Penye­leng­garaan Per­iz­inan Berusa­ha Berba­sis Resiko Sek­tor Trans­portasi

Daf­tar KBLI Terkait :

  1. 51101 : Angku­tan Udara Nia­ga Ber­jad­w­al Dalam Negeri Untuk Penumpang Atau Penumpang Dan Kar­go.
  2. 51103 : Angku­tan Udara Nia­ga Ber­jad­w­al Luar Negeri Untuk Penumpang Atau Penumpang Dan Kar­go.
  3. 51201 : Angku­tan Udara Nia­ga Ber­jad­w­al Dalam Negeri Untuk Kar­go
  4. 51203 : Angku­tan Udara Nia­ga Ber­jad­w­al Luar Negeri Untuk Kar­go.

Per­syaratan Umum

  1. Per­syaratan dis­esuaikan den­gan keten­tu­an Lem­ba­ga OSS;
  2. Berben­tuk Badan Hukum Indone­sia yang selu­ruh atau seba­gian besar modal­nya, harus dim­i­li­ki oleh badan hukum Indone­sia atau war­ga negara Indone­sia. Dalam hal modal badan usa­ha angku­tan udara nia­ga nasion­al yang dim­i­li­ki oleh badan hukum Indone­sia atau war­ga negara Indone­sia terba­gi atas beber­a­pa pemi­lik modal, salah satu pemi­lik modal nasion­al harus tetap lebih besar dari keselu­ruhan pemi­lik modal asing (sin­gle major­i­ty)
  3. Durasi wak­tu pemenuhan per­iz­inan berusa­ha sesuai den­gan keten­tu­an lem­ba­ga OSS

Per­syaratan Khusus

  1. Seti­ap pemo­hon per­iz­inan berusa­ha harus memi­li­ki ren­cana usa­ha (busi­ness plan) untuk kurun wak­tu min­i­mal 5 (lima) tahun yang telah ter­ver­i­fikasi pal­ing sedik­it memu­at:
    • Jenis dan jum­lah pesawat udara yang akan diop­erasikan (karak­ter­is­tik dan spe­si­fikasi pesawat, cara per­ole­han, jum­lah kebu­tuhan pesawat, util­isasi pesawat udara);
    • Ren­cana pusat kegiatan operasi pener­ban­gan (oper­a­tion base) dan ren­cana rute pener­ban­gan;
    • Ren­cana kebu­tuhan SDM yang ter­diri dari man­a­je­men, teknisi dan per­son­el pesawat udara; dan
    • Aspek ekono­mi dan keuan­gan.
  2. Apa­bi­la Badan Usa­ha Angku­tan Udara melakukan peruba­han rute lebih dari 10% (sepu­luh per ser­a­tus) dalam per­iz­inan berusa­ha bagi badan usa­ha angku­tan udara nia­ga ber­jad­w­al, pemegang per­iz­inan berusa­ha harus memenuhi per­syaratan beru­pa:
    • Reken­ing koran 3 (tiga) bulan ter­akhir;
    • Ren­cana usa­ha (busi­ness plan) untuk kurun wak­tu min­i­mal 5 (lima) tahun yang telah ter­ver­i­fikasi, pal­ing sedik­it memu­at:
      • Jenis dan jum­lah pesawat udara yang akan diop­erasikan (karak­ter­is­tik dan spe­si­fikasi pesawat, cara per­ole­han, jum­lah kebu­tuhan pesawat, util­isasi pesawat udara);
      • Ren­cana pusat kegiatan operasi pener­ban­gan (oper­a­tion base) dan ren­cana rute pen­er ban­gan;
      • Ren­cana kebu­tuhan SDM yang ter­diri dari man­a­je­men, teknisi dan per­son­el pesawat udara; dan
      • Aspek ekono­mi dan keuan­gan.
  3. Apa­bi­la Badan Usa­ha Angku­tan Udara melakukan penam­ba­han rute sam­pai den­gan 10% (sepu­luh per ser­a­tus) dalam per­iz­inan berusa­ha bagi badan usa­ha angku­tan udara nia­ga ber­jad­w­al, pemegang per­iz­inan berusa­ha harus memenuhi per­syaratan beru­pa:
    • Reken­ing koran 3 (tiga) bulan ter­akhir;
    • Ren­cana usa­ha (busi­ness plan) untuk kurun wak­tu min­i­mal 5 (lima) tahun yang telah ter­ver­i­fikasi, pal­ing sedik­it memu­at:
      • Jenis dan jum­lah pesawat udara yang akan diop­erasikan;
      • Ren­cana rute pener­ban­gan;
      • Ren­cana kebu­tuhan SDM yang ter­diri dari  man­a­je­men, teknisi dan per­son­el pesawat udara; dan
      • Aspek ekono­mi dan keuan­gan.
  4. Pengem­ban­gan usa­ha beru­pa peruba­han atau penam­ba­han jenis kegiatan angku­tan udara, pemegang per­iz­inan berusa­ha harus memenuhi per­syaratan beru­pa:
    • Reken­ing koran 3 (tiga) bulan ter­akhir;
    • Ren­cana usa­ha (busi­ness plan) untuk kurun wak­tu min­i­mal 5 (lima) tahun yang telah  ter­ver­i­fikasi, pal­ing sedik­it memu­at:
      • Jenis dan jum­lah pesawat udara yang akan diop­erasikan;
      • Ren­cana pusat kegiatan operasi pener­ban­gan (oper­a­tion base) dan rute pener­ban­gan:
      • Ren­cana kebu­tuhan SDM yang ter­diri dari man­a­je­men, teknisi dan per­son­el pesawat udara; dan
      • Aspek ekono­mi dan keuan­gan
  5. Untuk men­ga­jukan per­gant­ian rute pener­ban­gan dalam per­iz­inan berusa­ha, den­gan per­syaratan ren­cana usa­ha yang telah ter­ver­i­fikasi pal­ing sedik­it memu­at:
    • Ren­cana rute pener­ban­gan;
    • Jenis dan jum­lah pesawat udara yang akan diop­erasikan; dan
    • Jus­ti­fikasi peng­gant­ian rute pener­ban­gan.
  6. Untuk men­ga­jukan pengem­ban­gan usa­ha beru­pa peruba­han jum­lah dan/atau tipe pesawat udara, pemegang per­iz­inan berusa­ha harus memenuhi per­syaratan pal­ing sedik­it:
    • Reken­ing koran 3 (tiga) bulan ter­akhir (bagi penam­ba­han jum­lah pesawat udara);
    • Ren­cana usa­ha (busi­ness plan) untuk kurun wak­tu min­i­mal 5 (lima) tahun yang telah  ter­ver­i­fikasi, pal­ing sedik­it  memu­at:
      • Jenis dan jum­lah pesawat udara yang akan diop­erasikan (karak­ter­is­tik dan spe­si­fikasi pesawat, cara per­ole­han, jum­lah kebu­tuhan pesawat, util­isasi pesawat udara)
      • Rute pener­ban­gan;
      • Ren­cana kebu­tuhan SDM yang ter­diri dari man­a­je­men, teknisi dan per­son­el pesawat udara; dan
      • Aspek ekono­mi dan keuan­gan.
  7. Untuk men­ga­jukan peruba­han data admin­is­trasi Angku­tan Udara  Nia­ga Ber­jad­w­al, Badan Usa­ha Angku­tan Udara wajib memenuhi per­syaratan beru­pa:
    • Peruba­han data admin­is­trasi; dan
    • Tan­da buk­ti modal yang dis­e­tor (jika ada peruba­han modal dasar dan modal dis­e­tor).
  8. Badan Usa­ha Angku­tan Udara Nia­ga Ber­jad­w­al memi­li­ki ser­ti­fikat oper­a­tor pesawat udara (air­op­er­a­tor cer­tifi­cate) sesuai keten­tu­an per­at­u­ran kese­la­matan pener­ban­gan sip­il sebelum melakukan pen­g­op­erasian.
  9. Badan Usa­ha Angku­tan Udara Nia­ga Ber­jad­w­al wajib memenuhi keten­tu­an kese­la­matan, kea­manan dan pelayanan pener­ban­gan
  10. Dalam hal melakukan pen­gangku­tan barang berba­haya, wajib memenuhi stan­dar kese­la­matan pen­gangku­tan barang berba­haya den­gan pesawat udara
  11. Pelak­sanaan kegiatan angku­tan udara dilak­sanakan berdasarkan per­se­tu­juan rute pener­ban­gan dari Menteri Per­hubun­gan.
  12. Dalam hal pelak­sanaan pener­ban­gan dilakukan dilu­ar keten­tu­an per­se­tu­juan rute penerbangan,maka pelak­sanakan pener­ban­gan dilak­sanakan berdasarkan per­se­tu­juan ter­bang (flight approval) sesuai den­gan keten­tu­an.
  13. Men­er­ap­kan tarif untuk pelayanan kelas ekono­mi angku­tan udara nia­ga ber­jad­w­al dalam negeri sesuai den­gan keten­tu­an per­at­u­ran perun­dang-undan­gan

Sarana dan Prasarana

  1. Angku­tan udara nia­ga ber­jad­w­al untuk men­gangkut penumpang atau penumpang dan kar­go memi­li­ki pesawat udara den­gan jum­lah pal­ing sedik­it 1 (satu) unit dan men­gua­sai pal­ing sedik­it 2 (dua) unit den­gan jenis yang men­dukung kelang­sun­gan opera­sion­al pener­ban­gan sesuai den­gan rute yang dilayani.
  2. Angku­tan udara nia­ga ber­jad­w­al khusus kar­go memi­li­ki pesawat udara den­gan jum­lah pal­ing sedik­it 1 (satu) unit Pesawat Udara dan Pesawat Udara yang lain­nya dalam ben­tuk men­gua­sai den­gan jenis yang men­dukung kelang­sun­gan opera­sion­al pener­ban­gan sesuai den­gan rute yang dilayani;
  3. Gedung seba­gai kan­tor pusat, kan­tor cabang, kan­tor per­wak­i­lan ser­ta fasil­i­tas pen­dukung opera­sion­al lain­nya (kendaraan opera­sion­al, jaringan inter­net dan teleko­mu­nikasi, dan lain-lain).

Izin Usaha Jasa Konsultansi Transportasi

Berdasarkan Per­me­n­hub No. 12 Tahun 2021 Ten­tang Stan­dar Kegiatan Usa­ha dan Pro­duk pada Penye­leng­garaan Per­iz­inan Berusa­ha Berba­sis Resiko Sek­tor Trans­portasi.

KBLI 70202 : Aktiv­i­tas Jasa Kon­sul­tan­si Trans­portasi (Man­a­je­men Kea­manan Pelabuhan)

Per­syaratan Umum

  1. Per­syaratan yang dis­esuaikan den­gan keten­tu­an Lem­ba­ga OSS;
  2. Durasi wak­tu pemenuhan per­iz­inan berusa­ha sesuai den­gan keten­tu­an lem­ba­ga OSS.

Per­syaratan Khusus

Per­syaratan tek­nis jasa kon­sul­tasi transparan, yaitu:

  1. Memi­li­ki seku­rang kurangnya 1 (satu) orangTe­na­ga Ahli yang dibuk­tikan den­gan ser­ti­fikat dan memi­li­ki penge­tahuan ten­tang koda untuk mas­ing-mas­ing bidang yang meliputi :
    • Kea­manan;
    • Perka­palan;
    • Kepelabuhanan;
    • Man­a­je­men Resiko;
    • Intelijen.
  2. Harus Mem­pun­yai Akta Notaris Pendiri­an RSO yang sah dari Kementer­ian Hukum dan Hak Asasi Manu­sia yang dalam akta notaris yang berg­er­ak di bidang kon­sul­tan kea­manan kapal dan fasil­i­tas pelabuhan.
  3. Tena­ga Ahli yang dimak­sud pada nomor 1 (satu) diatas hanya dap­at didaf­tarkan pada 1 (satu) Rec­og­nized Secu­ri­ty Orga­ni­za­tion.

Sarana dan Prasarana

Sarana Min­i­mum yang dibuk­tikan den­gan SIUP sesuai den­gan bidang usa­hanya.