Yandex Metrica Persyaratan Dokumen | Legalitas.Co.id

Kontak :

0813-1551-3353

E-mail :

admin@legalitas.co.id

Kategori: Persyaratan Dokumen

Persyaratan Dokumen Mengurus Izin Usaha Menjual Minuman Beralkohol

Minu­man beralko­hol adalah pro­duk yang ser­ing men­ja­di kon­tro­ver­si di masyarakat, namun tetap memi­li­ki pangsa pasar yang sig­nifikan. Alko­hol minu­man yang men­gan­dung etil alko­hol atau etanol yang dipros­es dari bahan hasil per­tan­ian yang men­gan­dung kar­bo­hidrat den­gan cara fer­men­tasi dan des­ti­lasi atau fer­men­tasi tan­pa des­ti­lasi.

Minu­man ini terse­dia dalam berba­gai jenis minu­man dan kadar alko­hol yang berbe­da-beda. Kon­sum­si minu­man beralko­hol dap­at memi­li­ki berba­gai dampak, baik posi­tif maupun negatif, ter­gan­tung pada jum­lah yang dikon­sum­si dan kon­disi indi­vidu, sehing­ga Pemer­in­tah Indone­sia telah mene­tap­kan per­at­u­ran ketat untuk pen­gen­dalian dan pen­gawasan ter­hadap pen­gadaan, peredaran dan pen­jualan minu­man beralko­hol melalui Per­at­u­ran Menteri Perda­gan­gan No. 25 Tahun 2019.

Nah, artikel ini akan men­gu­raikan secara lengkap bagaimana prose­dur men­gu­rus izin usa­ha perda­gan­gan minu­man beralko­hol, ter­ma­suk dasar hukum dan ter­ma­suk apa saja per­syaratan yang diper­lukan untuk men­gu­rus izin usa­ha terse­but.

Berikut beber­a­pa golon­gan minu­man beralko­hol :

  1. Golon­gan A adalah minu­man beralko­hol den­gan kadar ethanol (C2H5OH) diatas 1 (satu) persen sam­pai den­gan 5 (lima) persen.
  2. Golon­gan B adalah minu­man beralko­hol den­gan kadar ethanol lebih dari 5 (lima) persen sam­pai den­gan 20 (dua puluh) persen.
  3. Golon­gan C adalah minu­man beralko­hol den­gan kadar ethanol lebih dari 20 (dua puluh) persen sam­pai 55 (lima puluh lima) persen.

Berikut adalah beber­a­pa keten­tu­an pen­jualan minu­man beralko­hol :

  1. Hotel, Bar dan Restoran yang memenuhi per­syaratan perun­dang-undan­gan di bidang keparawisa­taan.
  2. Toko Bebas Bea (TBB).
  3. Tem­pat ter­ten­tu yang dite­tap­kan oleh pemer­in­tah setem­pat.

Berikut adalah doku­men-doku­men yang diper­lukan untuk men­gu­rus izin pen­jualan minu­man beralko­hol yaitu :

  1. Per­iz­inan Berusa­ha atau NIB; Nomor Induk Berusa­ha di sek­tor parawisa­ta.
  2. Surat Penun­jukan: dari Dis­trib­u­tor atau Sub Dis­trib­u­tor seba­gai Pen­jual Lang­sung.
  3. Nomor Pokok Pen­gusa­ha Barang Kena Bea Cukai (NPPBKC): bagi perusa­haan yang mem­per­pan­jang Surat Keteran­gan Perda­gan­gan Minu­man Beralko­hol.
  4. For­mulir Data Tek­nis: Untuk Surat Keteran­gan Pen­jualan Lang­sung Minu­man Beralko­hol Golon­gan B dan C (SKPL‑B dan SKPL‑C).

Dasar Hukum

Keten­tu­an perda­gan­gan minu­man beralko­hol diatur melalui berba­gai per­at­u­ran perun­dang-undan­gan, diantaranya:

  1. Per­at­u­ran Pres­i­den Nomor 74 Tahun 2013 ten­tang Pen­gen­dalian dan Pen­gawasan Minu­man Beralko­hol.

Persyaratan Dokumen Urus Tanda Daftar Gudang

Per­gu­dan­gan adalah salah satu aktiv­i­tas dalam opera­sion­al bis­nis yang pent­ing untuk diper­hatikan, sebab dalam beber­a­pa tahun ter­akhir sek­tor ini telah men­gala­mi per­tum­buhan yang san­gat sig­nifikan sejalan den­gan per­tum­buhan ekono­mi dan indus­tri tanah air.

Kebu­tuhan gudang saat ini men­cakup berba­gai aspek mulai dari peny­im­panan opera­sion­al hing­ga dis­tribusi, den­gan fokus pada efisien­si, flek­si­bil­i­tas, dan opti­mal­isasi ruang untuk men­dukung per­tum­buhan bis­nis.

Per­tum­buhan ini didorong oleh berba­gi fak­tor, ter­ma­suk e‑commerce yang semakin berkem­bang, indus­tri­al­isasi, dan kebu­tuhan akan infra­struk­tur logis­tik yang lebih meningkat. Namun per­lu dike­tahui per­gu­dan­gan di Indone­sia juga memi­li­ki karak­ter­is­tiknya sendiri.

Dalam artikel ini, kami akan mem­berikan infor­masi lebih ten­tang bagaimana Izin Per­gu­dan­gan di Indone­sia. Selain itu kami juga akan menyam­paikan kara­ter­is­tik khusus untuk mem­be­dakan jenis-jenis per­gu­dan­gan di Indone­sia.

Jenis Gudang

Berdasarkan PP 29/2021, Gudang digo­longkan men­ja­di 2 (dua) jenis, yakni Gudang ter­tut­up dan Gudang ter­bu­ka.

Gudang Ter­tut­up :

  1. Gudang Ter­tut­up Golon­ga A memi­li­ki dua kri­te­ria. Per­ta­ma, luas­nya berk­isar antara 100 m² hing­ga 1.000 m². Ked­ua kap­a­sitas peny­im­panan berk­isar antara 360 m³ hing­ga 3.600 m³.
  2. Gudang Ter­tut­up Golon­gan B memi­li­ki juga dua kri­te­ria. Per­ta­ma, luas­nya harus lebih besar dari 1.000 m² namun tidak lebih dari 2.500 m². Ked­ua kap­a­sitas peny­im­panan harus lebih dari 3.600 m³ hing­ga 9.000 m³.
  3. Gudang Ter­tut­up Golon­gan C mem­pun­yai dua kriteia tam­ba­han. Per­ta­ma, luas­nya harus lebih dari 2.500 m². Ked­ua, kap­a­sitas peny­im­panan harus lebih dari 9.000 m³.
  4. Gudang ter­tut­up Golon­gan D mem­pun­yai dua kri­te­ria yang unik. Per­ta­ma, Gudang ini berben­tuk silo atau tang­ka. Ked­ua, kap­a­sitas peny­im­panan min­i­mal 762 m³ atau setara den­gan 500 ton.

Gudang Ter­bu­ka:

  1. Gudang Ter­bu­ka adalah suatu yang memi­li­ki satu kri­te­ria, yaitu luas­nya harus min­i­mal 1.000 m².

Fungsi Gudang:

  1. Tem­pat peny­im­panan dan pemeli­haraan barang sebelum didis­tribusikan ke tujuan akhir. Gudang mem­berikan ruang yang aman dan terkon­trol untuk men­ja­ga barang tetap dalam kon­disi baik sela­ma peny­im­panan.
  2. Tem­pat penge­masan barang sebelum dikir­im ke pelang­gan atau tujuan akhir. Pada tahap ini, Gudang menye­di­akan fasil­i­tas dan per­ala­tan untuk melakukan penge­masan yang sesuai.
  3. Tem­pat pen­gelom­pokan barang, agar memu­dahkan man­a­je­men inven­to­ry, pen­gelu­aran barang, dan seba­gai fasil­i­tas supaya pen­gir­im lebih efisien dngan men­gelom­pokkan barang berdasarakan jenis, tujuan atau pesanan ter­ten­tu.
  4. Tem­pat pemenuhan pesanan (Order Ful­fill­ment), keti­ka ada pesanan masuk maka Gudang bertang­gung jawab untuk memil­ih barang yang sesuai.
  5. Titik pen­gi­r­i­man barang, sete­lah pesanan dipros­es dan barang dike­mas, Gudang men­gatur dan melak­sanakan pen­gi­r­i­man barang ke lokasi tujuan akhir. Gudang bek­er­ja sama den­gan penye­dia jasa logis­tik dan trans­portasi untuk men­gatur pros­es pen­gi­r­i­man.

Ada­pun syarat pen­ga­juan Tan­da Daf­tar Gudang (TDG) adalah seba­gai berikut:

  1. Buk­ti pem­ba­yaran PNBP.
  2. Doku­men­tasi Gudang tam­pak depan, samp­ing kiri, samp­ing kanan, belakang dan dalam Gudang.
  3. Ala­mat lokasi gudang dan titik koor­di­nat.
  4. For­mulir Data Tek­nis Tan­da Daf­tar Gudang.

Dasar Hukum:

  1. Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 5 Tahun 2021 Ten­tang Penye­leng­garaan Per­iz­inan Berusa­ha Berba­sis Risiko.
  2. Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 29 tahun 2021 Ten­tang Penye­leng­garaan Bidang Perda­gan­gan.

Urus Sertifikat Standar Terverifikasi Aktivitas Pengelolaan Kapal

Pen­gelo­laan kapal, atau ship man­age­ment, adalah serangka­ian kegiatan yang men­cakup aspek opera­sion­al, tek­nis, dan admin­is­trasi untuk men­ja­ga kapal tetap berop­erasi secara efe­sien, aman dan sesuai per­at­u­ran yang berlaku, ini meru­pakan bagian kru­sial dalam indus­tri dalam pela­yaran untuk memas­tikan arma­da kapal aman dan andal, ser­ta mem­i­ni­malkan resiko opera­sion­al dan keru­gian finasial.

Aspek Uta­ma Pen­gelo­laan Kapal

  • Man­a­je­men Tek­nis
    • Meliputi pemeli­haraan rutin, per­baikan, inpeksi tek­nis, per­si­a­pan dock­ing, penye­di­aan suku cadang, dan memas­tikan kon­disi kapal layak laut.
  • Man­a­je­men Opera­sion­al
    • Meli­batkan peren­canaan rute berla­yar, efe­sien bahan bakar, pen­gelo­laan kar­go nav­i­gasi, manu­ver, dan penan­ganan kar­go, ser­ta kepatuhan ter­hadap reg­u­lasi pela­yaran.
  • Man­a­je­men Kru
    • Memas­tikan kru memi­li­ki ketarampi­lan dan penge­tahuan yang tepat, ser­ta mematuhi semua per­at­u­ran kese­la­matan dan limgkun­gan, ini juga men­cakup rekruit­men dan pen­em­patan awak kapal.
  • Admin­strasi kapal
    • Meliputi pen­catatan, lapo­ran keuan­gan, pen­gat­u­ran asur­an­si, ser­ti­fikasi, pemenuhan per­syaratan hukum dan per­at­u­ran, ser­ta admin­is­trasi umum terkait kepemi­likan dan pen­g­op­erasian kapal.

Doku­men Per­syaratan yang wajib dipenuhi untuk men­gu­rus ser­tifkat stan­dar ter­ver­i­fikasi Aktiv­i­tas Pen­gelo­laan Kapal seba­gai berikut :

  • Memi­li­ki buk­ti kepemi­likan tem­pat usaha/sewa min­i­mal sela­ma 2 (dua) tahun, per­ala­tan kan­tor, saran dan prasarana inter­net, ser­ta per­ala­tan kese­la­matan ker­ja.
  • Memi­li­ki sis­tem man­a­ja­men mutu.
  • Memi­li­ki tena­ga ahli min­i­mal Ahli Nau­ti­ka Tingkat III (ANT-III) atau Ahli Tehni­ka Tingkat III (ATT-III) atau Diplo­mat III Ketata­lak­sanaan angku­tan Laut dan Kepelabuhan (KALK) atau Trans­portasi Laut/ Teknik Perka­palan den­gan memi­li­ki pen­gala­man den­gan pen­gala­man 5 (lima) tahun di bidang pen­gelo­laan kapal (ship man­age­ment) yang dibuk­tikan den­gan Surat Keteran­gan Ker­ja dari perusa­haan yang berg­er­ak di bidang pen­gelo­laan kapal (ship man­age­ment).
  • Surat rekomen­dasi dari penye­leng­gara pelabuhan setem­pat ter­hadap kese­im­ban­gan penye­di­aan dan per­mintaan usa­ha pen­gelo­laan kapal (ship man­age­ment) berdasarkan jum­lah perusa­haan pen­gelo­laan kapal (ship man­age­ment) dan jum­lah kun­jun­gan kapal yang berkegiatan di pelabuhan setem­pat.

Man­faat Pen­gelo­laan Kapal yang Baik

  • Kea­manan dan Kese­la­matan: Men­gu­ran­gai risiko kece­lakaan dan insi­d­en di laut.
  • Efsien­si Opera­sion­al: Memas­tikan kapal dalam kon­disi opti­mal untuk berop­erasi.
  • Kean­dalan dan Daya Tahan: Mence­gah kerusakan tak ter­duga dan mem­per­pan­jang usia pakai kapal.
  • Kepatuhan ter­hadap Per­at­u­ran: Memenuhi stan­dar inter­na­sion­al seper­ti SOLAS, MARPOL, dan ISM Code.
  • Pen­gu­ran­gan Biaya Opera­sion­al: Men­gop­ti­malkan peng­gu­naan bahan bakar dan man­a­je­men inven­taris.

Kami melayani pen­gu­ru­san Ser­i­tifkat Stan­dar ter­ver­i­fikasi kegiatan usa­ha Aktiv­i­tas Pen­gelo­laan Kapal.

Syarat Izin Usaha Konstruksi Bangunan Pelabuhan Bukan Perikanan

Ruang Lingkup

Pada Sub­klasi­fikasi kon­struk­si ini ter­diri dari:

  1. Sub­klasi­fikasi den­gan kode BS012 ini, men­cakup usa­ha pem­ban­gu­nan, pemeli­haraan, dan/atau pem­ban­gu­nan ban­gu­nan pelabuhan bukan perikanan seper­ti der­ma­ga (jet­ty), tres­tle, sarana pelabuhan, dan sejenis­nya pelabuhan bukan perikanan. Ter­ma­suk kon­struk­si jalan air atau teru­san, pelabuhan dan sarana jalur sun­gai, dok (pangkalan), lock (pana­ma canal lock, hoover dam) dan lain lain.
  2. Sub­klasi­fikasi den­gan kode ST005 ini, men­cakup usa­ha ran­cang ban­gun kon­struk­si untuk ban­gu­nan pelabuhan bukan perikanan seper­ti der­ma­ga (jet­ty), tres­tle, sarana pelabuhan, dan sejenis­nya pelabuhan bukan perikanan. Ter­ma­suk kon­struk­si jalan air atau teru­san, pelabuhan dan sarana jalur sun­gai, dok (pangkalan), lock (pana­ma canal lock, hoover dam) dan lain lain.

Per­syaratan Khusus

Berdasarkan per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 5 Tahun 2021 Pasal 96  men­je­laskan:

  1. Pen­jualan Tahu­nan
    • BUJKN jasa kon­sul­tasi Kon­struk­si bersi­fat umum sedan­gkan peker­jaan kon­struk­si bersi­fat  umum kual­i­fikasi menen­gah dan besar yang tidak mem­per­oleh pen­jualan tahu­nan pada masa  berlaku SBU kon­struk­si, untuk mem­per­pan­jang SBU harus menu­runk­an sub­klasi­fikasi 1 tingkat.
    • KP BUJK dan BUJK PMA pada masa per­pan­jan­gan kon­struk­si harus pen­gala­man peker­jaan yang di lak­sanakan di Indone­sia.
  2. Kemam­puan keuan­gan yang mana diper­oleh dari nilai total ekuitas.
  3. Tena­ga ker­ja kon­struk­si, tena­ga ini ter­diri dari:
    • Penang­gung Jawab Badan Usa­ha (PJBU);
    • Penang­gung Jawab Tek­nis Badan Usa­ha PJTBU); dan
    • Penang­gung Jawab Sub­klasi­fikasi Badan Usa­ha (PJSKBU).
  4. Mam­pu menye­di­akan per­ala­tan untuk kegiatan kon­struk­si.

Sarana dan Prasarana

Berdasarkan Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 5 Tahun 2021 Pasal 95  men­je­laskan ten­tang kual­i­fikasi dan per­ala­tan uta­ma pada sub­klasi­fikasi.

  1. Sub­klasi­fikasi den­gan kode BS012, sub­klasi­fikasi ini ter­diri dari :
    • Kual­i­fikasi K atau Kecil meng­gu­nakan per­ala­tan uta­ma seper­ti: con­crete mix­er, dump truck, tamp­ing ram­mer, gen­er­a­tor set, wheel loader, vibro roller, weld­ing set, water pump, air com­pres­sor, exca­va­tor
    • Kual­i­fikasi M & B atau Menen­gah & Besar meng­gu­nakan per­ala­tan uta­ma seper­ti: con­crete pump, exca­va­tor, float­ing exca­va­tor, motor grad­er, wheel loader, bull­doz­er, pad foot roller, sheep foot roller, vibro roller, mobile crane, crawler crane, soil sta­bi­lize, pow­er shov­el, pile dri­ving machine, kapal keruk, vibro ham­mer, grout­ing pump, pul­vi mix­er, crawler drill, con­crete pump, bor­ing machine, shot­crete machine/mortar sprayer (gunite machine), hag loader, jum­bo drill, road head­er, dragline.
  2. Sub­klasi­fikasi den­gan kode ST005, pada kode ini kual­i­fikasi  M atau Besar meng­gu­nakan per­ala­tan uta­ma seper­ti : con­crete pump, exca­va­tor, float­ing exca­va­tor, motor grad­er, wheel loader, bull­doz­er, pad foot roller, sheep foot roller, vibro roller, mobile crane, crawler crane, soil sta­bi­lize, pow­er shov­el, pile dri­ving machine, kapal keruk, vibro ham­mer, grout­ing pump, pul­vi mix­er, crawler drill, con­crete pump, bor­ing machine, shot­crete machine/mortar sprayer (gunite machine), hag loader, jum­bo drill, road head­er, dragline.

Syarat Izin Usaha Konstruksi Bangunan Pelabuhan Perikanan

Ruang Lingkup

Pada Sub­klasi­fikasi den­gan kode BS012 ini, men­cakup usa­ha pem­ban­gu­nan, pemeli­haraan, dan/atau pem­ban­gu­nan ban­gu­nan pelabuhan bukan perikanan seper­ti; der­ma­ga (jet­ty), tres­tle, sarana pelabuhan, dan sejenis­nya pelabuhan bukan perikanan. Ter­ma­suk kon­struk­si jalan air atau teru­san, pelabuhan dan sarana jalur sun­gai, dok (pangkalan), lock (pana­ma canal lock, hoover dam) dan lain lain.

Per­syaratan Khusus

Berdasarkan Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 5 Tahun 2021 Pasal 96  men­je­laskan:

  1. Pen­jualan Tahu­nan
    • BUJKN jasa kon­sul­tasi Kon­struk­si bersi­fat umum sedan­gkan peker­jaan kon­struk­si bersi­fat  umum kual­i­fikasi menen­gah dan besar yang tidak mem­per­oleh pen­jualan tahu­nan pada masa  berlaku SBU kon­struk­si, untuk mem­per­pan­jang SBU harus menu­runk­an sub­klasi­fikasi 1 tingkat.
    • KP BUJK dan BUJK PMA pada masa per­pan­jan­gan kon­struk­si harus pen­gala­man peker­jaan yang dilak­sanakan di Indone­sia.
  2. Kemam­puan keuan­gan yang mana diper­oleh dari nilai total ekuitas
  3. Tena­ga ker­ja kon­struk­si, tena­ga ini ter­diri dari:
    • Penang­gung Jawab Badan Usa­ha (PJBU);
    • Penang­gung Jawab Tek­nis Badan Usa­ha PJTBU); dan
    • Penang­gung Jawab Sub­klasi­fikasi Badan Usa­ha (PJSKBU).
  4. Mam­pu menye­di­akan per­ala­tan untuk kegiatan kon­struk­si.

Sarana

Berdasarkan Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 5 Tahun 2021 Pasal 95  men­je­laskan ten­tang kual­i­fikasi dan per­ala­tan uta­ma pada sub­klasi­fikasi.  

Sub­klasi­fikasi den­gan kode BS012, sub­klasi­fikasi ini ter­diri dari :

  1. Kual­i­fikasi k atau kecil meng­gu­nakan per­ala­tan seper­ti: con­crete mix­er, dump truck, tamp­ing ram­mer, gen­er­a­tor set, wheel loader, vibro roller, weld­ing set, water pump, air com­pres­sor, exca­va­tor
  2. Kual­i­fikasi M & B atau menen­gah & besar meng­gu­naklan per­ala­tan uta­ma seper­ti: con­crete pump, exca­va­tor, float­ing exca­va­tor, motor grad­er, wheel loader, bull­doz­er, pad foot roller, sheep foot roller, vibro roller, mobile crane, crawler crane, soil sta­bi­lize, pow­er shov­el, pile dri­ving machine, kapal keruk, vibro ham­mer, grout­ing pump, pul­vi mix­er, crawler drill, con­crete pump, bor­ing machine, shot­crete machine/mortar sprayer (gunite machine), hag loader, jum­bo drill, road head­er, dragline.