Yandex Metrica legalitas perusahaan

Kontak :

0813-1551-3353

E-mail :

admin@legalitas.co.id

Tag: legalitas perusahaan

Syarat Izin Usaha Konstruksi Gedung Perbelanjaan

Ruang Lingkup

  1. Sub­klasi­fikasi den­gan kode  BG004
    • Sub­sklasi­fikasi ini men­cakup usa­ha pem­ban­gu­nan, pemeli­haraan, pem­bongkaran dan/atau pem­ban­gu­nan kem­bali ban­gu­nan yang dipakai untuk per­be­lan­jaan, seper­ti Gedung perdagangan/ pasar/ mall, toser­ba, toko, rumah toko (ruko) dan warung ter­ma­suk pem­ban­gu­nan ruko.
  2. Sub­klasi­fikasi den­gan kode GT004
    • Sub­sklasi­fikasi ini men­cakup usa­ha ran­cang ban­gun kon­struk­si untuk ban­gu­nan yang dipakai untuk per­be­lan­jaan, seper­ti Gedung perdagangan/ pasar/ mall, toser­ba, toko,rumah toko (ruko) dan warung ter­ma­suk pem­ban­gu­nan ruko.

Per­syaratan Khusus

Berdasarkan per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 5 Tahun 2021 Pasal 85 sam­pai pasal 95 men­je­laskan:

  1. Pen­jualan tahu­nan
    • Kon­sul­tasi Kon­struk­si ini bersi­fat umum sedan­gkan untuk Peker­jaan Kon­struk­si bersi­fat umum, menen­gah dan besar yang tidak mem­per­oleh SBU (Ser­ti­fikat Badan Usaha0 kon­struk­si.
  2. Kemam­puan keuan­gan
    • Kemam­puan keuan­gan diper­oleh dari nilai total ekuitas. Ekuitas dihi­tung dari selisih antara akti­va den­gan total kewa­jiban
  3. Tena­ga ker­ja kon­struk­si, tena­ga ini ter­diri dari:
    • Penang­gung Jawab Badan Usa­ha (PJBU);
    • Penang­gung Jawab Tek­nis Badan Usa­ha PJTBU); dan
    • Penang­gung Jawab Sub­klasi­fikasi Badan Usa­ha (PJSKBU).
  4. Mam­pu menye­di­akan per­ala­tan untuk kon­struk­si

Sarana dan Prasarana

Berdasarkan Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 5 Tahun 2021 Pasal 95, jenis per­ala­tan yang digu­nakan adalah seba­gai berikut :

  1. Sub­klasi­fikasi BG004
    • Kual­i­fikasi kecil atau k biasanya meng­gu­nakan per­ala­tan uta­ma seper­ti: con­crete mix­er, tamp­ing ram­mer, vibro ham­mer, gen­er­a­tor set, pick up.
    • Kual­i­fikasi menen­gah dan besar atau B&M biasanya meng­gu­nakan per­ala­tan  uta­ma  seper­ti: tow­er crane, truck crane, con­crete mix­er, tamp­ing ram­mer, con­crete pump, vibro ham­mer, gen­er­a­tor set, exca­va­tor, motor grad­er, wheel loader, bull­doz­er, pad foot roller, sheep foot roller, rig bore pile, dump truck, vibro roller, flat bed truck, water tank truck
  2. Sub­klasi­fikasi GT004
    • Kual­i­fikasi  Besar atau B biasanya meng­gu­nakan per­ala­tan uta­ma seper­ti : tow­er crane, truck crane, con­crete mix­er, tamp­ing ram­mer, con­crete pump, vibro ham­mer, gen­er­a­tor set, exca­va­tor, motor grad­er, wheel loader, bull­doz­er, pad foot roller, sheep foot roller, rig bore pile, dump truck, vibro roller, flat bed truck, water tank truck.

Syarat Izin Usaha Konstruksi Gedung Perkantoran

Ruang Lingkup

  1. Sub­klasi­fikasi den­gan kode  BG002
    • Sub­sklasi­fikasi ini men­cakup usa­ha pem­ban­gu­nan, pemeli­haraan, pem­bongkaran dan/atau pem­ban­gu­nan kem­bali ban­gu­nan yang dipakai untuk gedung perkan­toran, seper­ti kan­tor dan rumah kan­tor (rukan), ter­ma­suk pem­ban­gu­nan gedung untuk perkan­toran.
  2. Sub­klasi­fikasi den­gan kode GT002
    • Sub­sklasi­fikasi ini men­cakup usa­ha ran­cang ban­gun kon­struk­si untuk ban­gu­nan yang dipakai untuk gedung perkan­toran, seper­ti kan­tor dan rumah kan­tor (rukan), ter­ma­suk pem­ban­gu­nan gedung untuk perkan­toran.

Per­syaratan Khusus

Berdasarkan per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 5 Tahun 2021 Pasal 85 sam­pai pasal 95 men­je­laskan:

  1. Pen­jualan tahu­nan
    • Kon­sul­tasi Kon­struk­si ini bersi­fat umum sedan­gkan untuk Peker­jaan Kon­struk­si bersi­fat umum, menen­gah dan besar yang tidak mem­per­oleh SBU (Ser­ti­fikat Badan Usa­ha) kon­struk­si.
  2. Kemam­puan keuan­gan
    • Kemam­puan keuan­gan diper­oleh dari nilai total ekuitas. Ekuitas dihi­tung dari selisih antara akti­va den­gan total kewa­jiban
  3. Tena­ga ker­ja kon­struk­si, tena­ga ini ter­diri dari:
    • Penang­gung Jawab Badan Usa­ha (PJBU);
    • Penang­gung Jawab Tek­nis Badan Usa­ha PJTBU); dan
    • Penang­gung Jawab Sub­klasi­fikasi Badan Usa­ha (PJSKBU).
  4. Mam­pu menye­di­akan per­ala­tan untuk kon­struk­si

Sarana dan Prasarana

Berdasarkan Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 5 Tahun 2021 Pasal 95, jenis per­ala­tan yang digu­nakan adalah seba­gai berikut :

  1. Sub­klasi­fikasi BG002
    • Kual­i­fikasi kecil atau k biasanya meng­gu­nakan per­ala­tan uta­ma seper­ti: con­crete mix­er, tamp­ing ram­mer, vibro ham­mer, gen­er­a­tor set, pick up.
    • Kual­i­fikasi menen­gah dan besar atau B&M biasanya meng­gu­nakan per­ala­tan  uta­ma  seper­ti: tow­er crane, truck crane, con­crete mix­er, tamp­ing ram­mer, con­crete pump, vibro ham­mer, gen­er­a­tor set, exca­va­tor, motor grad­er, wheel loader, bull­doz­er, pad foot roller, sheep foot roller, rig bore pile, dump truck, vibro roller, flat bed truck, water tank truck.
  2. Sub­klasi­fikasi GT002
    • Kual­i­fikasi  Besar atau B biasanya meng­gu­nakan per­ala­tan uta­ma seper­ti : tow­er crane, truck crane, con­crete mix­er, tamp­ing ram­mer, con­crete pump, vibro ham­mer, gen­er­a­tor set, exca­va­tor, motor grad­er, wheel loader, bull­doz­er, pad foot roller, sheep foot roller, rig bore pile, dump truck, vibro roller, flat bed truck, water tank truck.

Syarat Izin Usaha Pelayanan Kepelabuhanan Laut

Ada­pun ruang lingkup aktiv­i­tas kegiatan usa­ha pelayanan kepelabuhan laut, yang berhubun­gan den­gan Angku­tan perairan untuk penumpang, hewan atau barang, seper­ti pen­g­op­erasian fasil­i­tas ter­mi­nal mis­al­nya pelabuhan dan der­ma­ga, nav­i­gasi, pemerik­saan barang muatan dalam kar­go dan/atau peti kemas den­gan meng­gu­nakan sum­ber radi­asi pen­gion (zat radioak­tif dan pem­bangk­it radi­asi pen­gion), pela­yaran dan kegiatan berlabuh, jasa penam­bat­an, jasa peman­d­u­an dan penun­daan.

Usa­ha Kepelabuhanan Laut, men­cakup kegiatan usa­ha penye­di­aan dan/ atau pelayanan jasa kepelabuhanan, baik pada:

  1. Pelabuhan Uta­ma;
  2. Pelabuhan Pengumpul;
  3. Pelabuhan Pengumpan Region­al; atau
  4. Pelabuhan Pengumpan Lokal.

Penye­di­aan dan/atau pelayanan jasa kepelabuhanan meliputi jasa kapal, barang dan penumpang:

  1. Penye­di­aan dan/atau pelayanan jasa der­ma­ga untuk bertam­bat;
  2. Penye­di­aan dan/atau pelayanan pengisian bahan bakar dan pelayanan air bersih;
  3. Penye­di­aan dan/atau pelayanan fasil­i­tas naik turun penumpang dan/atau kendaraan;
  4. Penye­di­aan dan/atau pelayanan jasa der­ma­ga untuk pelak­sanaan kegiatan bongkar muat barang dan peti kemas;
  5. Penye­di­aan dan/atau pelayanan jasa gudang dan tem­pat pen­im­bunan barang, alat bongkar muat, ser­ta per­ala­tan pelabuhan;
  6. Penye­di­aan dan/atau pelayanan jasa ter­mi­nal peti kemas, curah cair, curah ker­ing, dan Ro-Ro;
  7. Penye­di­aan dan/atau pelayanan jasa bongkar muat barang;
  8. Penye­di­aan dan/atau pelayanan pusat dis­tribusi dan kon­sol­i­dasi barang; dan/atau
  9. Penye­di­aan dan/atau pelayanan jasa penun­daan kapal.

Per­syaratan yang harus dipenuhi untuk men­gu­rus Izin Usa­ha Pelayanan Kepelabuhanan Laut (Badan Usa­ha Pelabuhan) sesuai KBLI 52221.

  1. Per­syaratan yang dis­esuaikan den­gan keten­tu­an Lem­ba­ga OSS.
  2. Durasi wak­tu pemenuhan per­iz­inan berusa­ha sesuai den­gan keten­tu­an lem­ba­ga OSS.
  3. Memi­li­ki pal­ing sedik­it 2 (dua) orang tena­ga ahli berke­war­gane­garaan Indone­sia terser­ti­fikasi bidang kepelabuhanan yang dile­gal­isir oleh instan­si yang berwe­nang.
  1. Pelaku usa­ha Penana­man Modal Dalam Negeri melakukan pemenuhan per­syaratan, yaitu:
    • Memi­li­ki tena­ga ahli berke­war­gane­garaan Indone­sia min­i­mal Ahli Nau­ti­ka Tingkat III (ANTIII) atau Ahli Tehni­ka Tingkat III (ATTIII) atau Diplo­ma III Ketata­lak­sanaan Angku­tan Laut dan Kepelabuhanan (KALK) atau Trans­portasi Laut/Teknik Perka­palan den­gan memi­li­ki pen­gala­man 5 (lima) tahun di bidang pela­yaran atau Pen­gelo­laan Kapal (ship man­age­ment) yang dibuk­tikan den­gan Surat Keteran­gan Ker­ja dari perusa­haan yang berg­er­ak di bidang pela­yaran atau Pen­gelo­laan Kapal (ship man­age­ment);
    • Memi­li­ki sis­tem man­age­men usa­ha.
  2. Pelaku usa­ha Penana­man Modal Asing melakukan pemenuhan per­syaratan, yaitu
    • Memi­li­ki tena­ga ahli berke­war­gane­garaan Indone­sia min­i­mal Ahli Nau­ti­ka Tingkat III (ANTIII) atau Ahli Tehni­ka Tingkat III (ATTIII) atau Diplo­ma III Ketata­lak­sanaan Angku­tan Laut dan Kepelabuhanan (KALK) atau Trans­portasi Laut/Teknik Perka­palan den­gan memi­li­ki pen­gala­man 5 (lima) tahun di bidang pela­yaran atau Pen­gelo­laan Kapal(ship man­age­ment) yang dibuk­tikan den­gan Surat Keteran­gan Ker­ja dari perusa­haan yang berg­er­ak di bidang pela­yaran atau Pen­gelo­laan Kapal (ship man­age­ment);
    • Memi­li­ki sis­tem man­age­men usa­ha.
    • Surat rekomen­dasi dari penye­leng­gara pelabuhan setem­pat ten­tang kese­im­ban­gan penye­di­aan dan per­mintaan usa­ha Pen­gelo­laan Kapal berdasarkan jum­lah perusa­haan Pen­gelo­laan Kapal dan jum­lah kun­jun­gan kapal yang berkegiatan dipelabuhan setem­pat;
    • Penana­man modal asing untuk usa­ha Pen­gelo­laan Kapal dilakukan sesuai keten­tu­an per­at­u­ran perun­dang undan­gan di bidang usa­ha penana­man modal.
  1. Men­da­p­atkan kons­esi kepelabuhanan dari Pemer­in­tah;
  2. Menye­di­akan dan memeli­hara kelayakan fasil­i­tas pelabuhan;
  3. Mem­berikan pelayanan kepa­da peng­gu­na jasa pelabuhan sesuai den­gan stan­dar pelayana yang dite­tap­kan oleh Pemer­in­tah;
  4. Men­ja­ga kea­manan, kese­la­matan, dan ketert­iban pada ter­mi­nal dan fasil­i­tas pelabuhan yang diop­erasikan;
  5. Ikut men­ja­ga kese­la­matan, kea­manan, dan ketert­iban yang menyangkut angku­tan di perairan;
  6. Memeli­hara kelestar­i­an lingkun­gan;
  7. Memenuhi kewa­jiban sesuai den­gan kons­esi dalam per­jan­jian;
  8. Menyam­paikan lapo­ran melalui sis­tem onli­nesin­gle sub­mis­sion dalam hal ter­ja­di peruba­han data pada izin Badan Usa­ha Pelabuhan, pal­ing lama 3 (tiga) bulan sete­lah ter­jadinya peruba­han; dan;
  9. Mematuhi keten­tu­an per­at­u­ran perun­dan­gun­dan­gan, baik secara nasion­al maupun inter­na­sion­al.

Persyaratan Izin Usaha Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Dalam Trayek

  • 49211 : Angku­tan Bus Antar Kota Antar Provin­si (AKAP)
  • 49212 : Angku­tan Bus Per­batasan
  • 49213 : Angku­tan Bus Antarko­ta Dalam Provin­si (Akdp)
  • 49214 : Angku­tan Bus Kota
  • 49215 : Angku­tan Bus Lin­tas Batas Negara
  • 49216 : Angku­tan Bus Khusus
  • 49219 : Angku­tan Bus Dalam Trayek Lain­nya
  • 49411 : Angku­tan Per­batasan Bukan Bus Dalam Trayek
  • 49412 : Angku­tan Antar Kota Dalam Provin­si (AKDP) Bukan Bus Dalam Trayek
  • 49413 : Angku­tan Perko­taan Bukan Bus, Dalam Trayek
  • 49414 : Angku­tan Pedesaan Bukan Bus, Dalam Trayek
  • 49415 : Angku­tan Darat Khusus Bukan Bus
  • 49429 : Angku­tan Darat Lain­nya Untuk Penumpang

Per­syaratan Izin Usa­ha Angku­tan Orang Den­gan Kendaraan Bermo­tor Umum Dalam Trayek yang wajib dilengkapi oleh pelaku usa­ha.

Per­syaratan Umum Usa­ha

  • Durasi sesuai den­gan keten­tu­an Lem­ba­ga OSS.

Per­syaratan Khusus Usa­ha

  1. Kesesua­ian den­gan peren­canaan kebu­tuhan kendaraan (kuo­ta) yang dite­tap­kan;
  2. Menyusun ren­cana bis­nis (busi­ness plan) Perusa­haan Angku­tan Umum;
  3. Memenuhi Stan­dar Pelayanan Min­i­mal Angku­tan Orang Den­gan Kedaraan Bermo­tor Dalam Trayek;
  4. Menyi­ap­kan doku­men Sis­tem Man­a­je­men Kese­la­matan;
  5. Men­er­ap­kan sis­tem peme­sanan secara elek­tron­ik; dan
  6. Memasang alat peman­tauan perg­er­akan kendaraan secara elek­tron­ik

Sarana dan Prasarana

  1. Memi­li­ki domisili sesuai den­gan trayek;
  2. Memi­li­ki pal­ing sedik­it 5 (lima) kendaraan yang dibuk­tikan den­gan sali­nan Surat Tan­da Nomor Kendaraan (STNK), Ser­ti­fikat Reg­is­trasi Uji Tipe (SRUT) untuk kendaraan baru, buk­ti lulus uji berkala dan foto kendaraan;
  3. Memi­li­ki dan/atau men­gua­sai tem­pat peny­im­panan kendaraan (pool) sesuai den­gan jum­lah kendaraan yang dim­i­li­ki;
  4. Memi­li­ki dan/atau bek­er­jasama den­gan pihak lain yang mam­pu menye­di­akan fasil­i­tas pemeli­haraan kendaraan bermo­tor;
  5. Kendaraan yang digu­nakan untuk:
    • Angku­tan Lin­tas Batas Negara;
    • Angku­tan Antarko­ta Antarprovin­si (AKAP);
    • Angku­tan Antarko­ta Dalam Provin­si (AKDP);
    • Angku­tan Perko­taan; dan
    • Angku­tan Pedesaan

Berdasarkan Per­at­u­ran Menteri Per­hubun­gan men­ge­nai penye­leng­garaan Angku­tan Orang Den­gan Kendaraan Umum Dalam Trayek dan Stan­dar Pelayanan Min­i­mal Angku­tan Orang Den­gan Kendaraan Bermo­tor Umum Dalam Trayek

Persyaratan Izin Usaha Angkutan Bermotor Untuk Barang

Per­syaratan Izin Usa­ha Angku­tan Bermo­tor Untuk Barang yang harus dilengkapi pelaku usa­ha.

Per­syaratan Umum

  1. Buk­ti pen­guasaan hak atas tanah beru­pa ser­ti­fikat dan surat perny­ataan bah­wa tanah tidak dalam sen­gke­ta
  2. Doku­men ren­cana tata ruang wilayah yang dite­tap­kan untuk daer­ah tem­pat Pelabuhan Sun­gai dan Danau bera­da;
  3. Surat kepu­tu­san pene­ta­pan trayek yang dite­tap­kan oleh Direk­tur Jen­der­al Per­hubun­gan Darat;
  4. Doku­men ren­cana umum jaringan trans­portasi jalan;
  5. Surat per­mo­ho­nan ber­mat­erai yang didalam­nya ter­da­p­at perny­ataan kebe­naran dan keab­sa­han doku­men dan data; dan
  6. Durasi sesuai den­gan keten­tu­an Lem­ba­ga OSS

Per­syaratan khusus

  1. Stu­di kelayakan yang memu­at per­tim­ban­gan:
    • Peta lokasi dan titik koor­di­nat geografi dari are­al yang akan dite­tap­kan seba­gai Pelabuhan Sun­gai dan Danau yang dilengkapi den­gan nama lokasi pelabuhan dan letak wilayah admin­is­trasi pelabuhan;
    • Mas­ter­plan/rencana induk pelabuhan;
    • Kajian tek­nis praki­raan per­mintaan jasa angku­tan sun­gai dan danau ser­ta praki­raan kebu­tuhan fasil­i­tas pelabuhan
    • Pena­ha­pan wak­tu pelak­sanaan pem­ban­gu­nan dan Ren­cana Anggaran Biaya (RAB);
    • Gam­bar tek­nis beser­ta doku­men spe­si­fikasi tek­nis;
    • Hasil kajian ter­hadap batas-batas Daer­ah Lingkun­gan Kerja(DLKR) dan Daer­ah Lingkun­gan Kepentin­gan (DLKP) Pelabuhan Sun­gai dan Danau;
    • Peta yang dilengkapi den­gan batas-batas Daer­ah Lingkun­gan Kerja(DLKR) dan Daer­ah Lingkun­gan Kepentin­gan (DLKP)Pelabuhan Sun­gai dan Danau;
    • Hasil stu­di kese­la­matan pela­yaran men­ge­nai ren­cana pen­em­patan Sarana Ban­tu Nav­i­gasi Pela­yaran (SBNP), alur pela­yaran dan kolam pelabuhan;
  2. Buk­ti keterse­di­aan sis­tem pen­gelo­laan lingkun­gan;
  3. Sali­nan doku­men kon­trak pelak­sanaan­pem­ban­gu­nan;
  4. Beri­ta acara sele­sainya peker­jaan pem­ban­gu­nan;
  5. Doku­men­tasi seba­gai buk­ti keterse­di­aan fasil­i­tas untuk men­jamin kelan­car­an pelayanan Pelabuhan Sun­gai dan Danau;
  6. Beri­ta acara uji coba san­dar kapal;
  7. Buk­ti keterse­di­aan sum­ber daya manu­sia pelak­sana kegiatan Pelabuhan Sun­gai dan Danau yang diny­atakan den­gan surat kepu­tu­san pem­ben­tukan dan  struk­tur organ­isasi pelak­sana ser­ta ser­ti­fikasi kom­pe­ten­si terkait kepelabuhanan dan kese­la­matan pela­yaran; dan
  8. Keterse­di­aan jalan akses Pelabuhan Sun­gai dan Danau.

Sarana dan Prasarana

  • Men­em­pati tem­pat usa­ha beru­pa milik sendiri atau sewa berdasarkan surat keteran­gan domisili perusa­haan atau kop­erasi dari instan­si yang berwe­nang.