Yandex Metrica syarat terbaru impor besi

Kontak :

0813-1551-3353

E-mail :

admin@legalitas.co.id

Tag: syarat terbaru impor besi

Wajib Tahu, Syarat Terbaru Persetujuan Import Besi dan Baja Paduan Sesuai Permendag 22 Tahun 2018

Belum lama ini Kementer­ian Perda­gan­gan Repub­lik Indone­sia kem­bali melakukan peruba­han keti­ga atas Per­at­u­ran Menteri Perda­gan­gan atau Per­me­ndag No. 82 Tahun 2016 yang men­gatur ten­tang syarat dan keten­tu­an Impor Besi atau Baja, Baja Pad­u­an, dan pro­duk turunan­nya.

Ada­pun Per­at­u­ran Menteri Perda­gan­gan RI Nomor 82 Tahun 2016 ini sebelum­nya telah men­gala­mi dua kali peruba­han. Peruba­han per­ta­ma adalah Per­me­ndag No. 63/M‑DAG/PER/8/2017 dan peruba­han ked­ua adalah Per­me­ndag No. 71/M‑DAG/PER/9 /2017.

Ada­pun Pasal-Pasal yang dilakukan peruba­han pada Per­me­ndag No. 22 Tahun 2018 peruba­han keti­ga ini adalah seba­gai berikut :

  1. Pada keten­tu­an Pasal 1 ten­tang Defenisi Keten­tu­an Pasal 4 diubah sehing­ga berbun­yi seba­gai berikut:

Pasal 4

(1) Untuk mem­per­oleh Per­se­tu­juan Impor seba­gaimana dimak­sud dalam Pasal 3 ayat (1), perusa­haan harus men­ga­jukan per­mo­ho­nan secara elek­tron­ik kepa­da Direk­tur Jen­der­al, den­gan melam­pirkan doku­men:

  1. API‑U atau API‑P;
  2. Kon­trak pen­jualan atau buk­ti peme­sanan, bagi perusa­haan pemi­lik API‑U yang mengim­por Besi atau Baja dan/atau Baja Pad­u­an; dan
  3. Mill cer­tifi­cate, untuk impor Baja Pad­u­an.

(2) Atas per­mo­ho­nan seba­gaimana dimak­sud pada ayat (1), Direk­tur Jen­der­al mener­bitkan Per­se­tu­juan Impor pal­ing lama 3 (tiga) hari ker­ja ter­hi­tung sejak per­mo­ho­nan diter­i­ma secara lengkap dan benar.

(3) Dalam hal per­mo­ho­nan seba­gaimana dimak­sud pada ayat (1) tidak lengkap dan benar, Direk­tur Jen­der­al menyam­paikan pem­ber­i­tahuan peno­lakan per­mo­ho­nan pal­ing lama 3 (tiga) hari ker­ja ter­hi­tung sejak per­mo­ho­nan diter­i­ma.

3. Keten­tu­an Pasal 5 diubah sehing­ga berbun­yi seba­gai berikut:

Pasal 5

Per­se­tu­juan Impor seba­gaimana dimak­sud dalam Pasal 4 ayat (2) berlaku sela­ma:

  1. 1 (satu) tahun ter­hi­tung sejak tang­gal diter­bitkan, bagi perusa­haan pemi­lik API‑P; dan
  2. 6 (enam) bulan ter­hi­tung sejak tang­gal diter­bitkan, bagi perusa­haan pemi­lik API‑U.

4. Keten­tu­an Pasal 7 diubah sehing­ga berbun­yi seba­gai berikut:

Pasal 7

(1) Impor­tir Besi atau Baja, Baja Pad­u­an, dan Pro­duk Turunan­nya wajib mela­porkan seti­ap peruba­han yang terkait den­gan doku­men seba­gaimana dimak­sud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf a, dan men­ga­jukan per­mo­ho­nan peruba­han Per­se­tu­juan Impor.

(2) Untuk mem­per­oleh peruba­han Per­se­tu­juan Impor seba­gaimana dimak­sud pada ayat (1), impor­tir Besi atau Baja, Baja Pad­u­an, dan Pro­duk Turunan­nya harus men­ga­jukan per­mo­ho­nan secara elek­tron­ik kepa­da Direk­tur Jen­der­al, den­gan melam­pirkan doku­men:

  1. doku­men yang men­gala­mi peruba­han seba­gaimana dimak­sud pada ayat (1); dan
  2. Per­se­tu­juan Impor.

(3) Atas per­mo­ho­nan seba­gaimana dimak­sud pada ayat (2), Direk­tur Jen­der­al mener­bitkan peruba­han Per­se­tu­juan Impor pal­ing lama 3 (tiga) hari ker­ja ter­hi­tung sejak per­mo­ho­nan diter­i­ma secara lengkap dan benar.

5. Keten­tu­an ayat (2) dalam Pasal 9 diubah sehing­ga Pasal 9 berbun­yi seba­gai berikut:

Pasal 9

(1) Perusa­haan pemi­lik API‑P dila­rang untuk mem­perda­gangkan dan/atau memindah­tan­gankan Besi atau Baja, Baja Pad­u­an, dan Pro­duk Turunan­nya yang diim­por kepa­da pihak lain.

(2) Perusa­haan pemi­lik API‑U hanya dap­at mem­perda­gangkan dan! atau memindah­tan­gankan Besi atau Baja, dan Baja Pad­u­an yang diim­pornya kepa­da perusa­haan sesuai den­gan kon­trak pen­jualan atau buk­ti peme­sanan seba­gaimana dimak­sud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf b.

6. Keten­tu­an Pasal 12A diubah sehing­ga berbun­yi seba­gai berikut:

Pasal 12A

(1) Pemerik­saan atas pemenuhan per­syaratan impor Besi atau Baja, Baja Pad­u­an, dan Pro­duk Turunan­nya dilakukan sete­lah melalui Kawasan Pabean.

(2) Per­syaratan impor seba­gaimana dimak­sud pada ayat (1) beru­pa:

  1. Per­se­tu­juan Impor; dan
  2. Lapo­ran Sur­vey­or.

(3) Impor­tir hams mem­bu­at perny­ataan secara mandiri (self dec­la­ra­tion) yang meny­atakan telah memenuhi per­syaratan impor Besi atau Baja, Baja Pad­u­an dan Pro­duk Turunan­nya sebelum barang impor terse­but digu­nakan, diperda­gangkan, dan/atau dipin­dah­tan­gankan.

(4) Impor­tir harus menyam­paikan pemy­ataan seba­gaimana dimak­sud pada ayat (3) secara elek­tron­ik melalui http://inatrade.kemendag.go.id den­gan men­can­tumkan nomor Pem­ber­i­tahuan Impor Barang (PIB).

(5) Impor­tir wajib meny­im­pan doku­men per­syaratan impor seba­gaimana dimak­sud pada ayat (2) dan Pem­ber­i­tahuan Impor Barang (PIB) pal­ing sedik­it 5 (lima) tahun untuk keper­lu­an pemerik­saan seba­gaimana dimak­sud pada ayat (1).

7. Keten­tu­an Pasal 12B diubah sehing­ga berbun­yi seba­gai berikut:

Pasal 12B

(1) Direk­torat Jen­der­al Per­lin­dun­gan Kon­sumen dan Tert­ib Nia­ga melakukan pemerik­saan dan pen­gawasan secara berkala dan/ atau sewak­tuwak­tu.

(2) Pemerik­saan seba­gaimana dimak­sud pada ayat (1) dilakukan ter­hadap:

  1. Per­syaratan impor Besi atau Baja, Baja Pad­u­an dan Pro­duk Turunan­nya; dan
  2. Doku­men pen­dukung impor lain.

(3) Pen­gawasan seba­gaimana dimak­sud pada ayat (1) dilakukan ter­hadap:

  1. kebe­naran lapo­ran real­isasi impor;
  2. kesesua­ian Besi atau Baja, Baja Pad­u­an dan

Pro­duk Turunan­nya yang diim­por den­gan data yang ter­can­tum dalam Per­se­tu­juan Impor; dan kepatuhan atas per­at­u­ran perun­dan­gun­dan­gan yang terkait di bidang impor Besi atau Baja, Baja Pad­u­an dan Pro­duk Turunan­nya.

8. Di antara Pasal 17 dan Pasal 18 dis­isip­kan 1 (satu) pasal, yakni Pasal 17A yang berbun­yi seba­gai berikut:

Pasal 17A

Impor­tir yang telah dike­nai sanksi pen­cabu­tan Per­se­tu­juan Impor tidak dap­at men­ga­jukan per­mo­ho­nan Per­se­tu­juan Impor kem­bali sela­ma 2 (dua) tahun dan dima­sukkan ke dalam daf­tar impor­tir dalam pen­gawasan.

10. Keten­tu­an Pasal 19 diubah sehing­ga berbun­yi seba­gai berikut:

Pasal 19

(1) Perusa­haan yang melal­cukan impor Besi atau Baja, Baja Pad­u­an, dan Pro­duk Turunan­nya tidak sesuai den­gan keten­tu­an dalam Per­at­u­ran Menteri ini dike­nai sanksi sesuai den­gan keten­tu­an per­at­u­ran perun­dang-undan­gan.

(2) Besi atau Baja, Baja Pad­u­an, dan Pro­duk Turunan­nya yang diim­por tidak sesuai den­gan keten­tu­an dalam Per­at­u­ran Menteri ini wajib ditarik kem­bali dani peredaran dan dimus­nahkan oleh impor­tir.

(3) Biaya atas pelak­sanaan penarikan kem­bali dani peredaran dan pemus­na­han seba­gaimana dimak­sud pada ayat (2) ditang­gung oleh impor­tir

10. Keten­tu­an Pasal 20 diubah sehing­ga berbun­yi seba­gai berikut:

Pasal 20

(1) Direk­torat Jen­der­al Per­lin­dun­gan Kon­sumen dan Tert­ib Nia­ga melakukan pemerik­saan dan pen­gawasan secara berkala dan/atau sewak­tu-wak­tu.

(2) Pemerik­saan seba­gaimana dimak­sud pada ayat (1) dilakukan ter­hadap:

  1. Per­syaratan Impor Besi atau Baja, Baja Pad­u­an, dan Pro­duk Turunan­nya; dan
  2. Doku­men pen­dukung Impor lain.

(3) Pen­gawasan seba­gaimana dimak­sud pada ayat (1) dilakukan ter­hadap:

  1. Kebe­naran lapo­ran real­isasi Impor;
  2. Kesesua­ian Besi atau Baja, Baja Pad­u­an, dan

Pro­duk Turunan­nya yang diim­por den­gan data yang ter­can­tum dalam Per­se­tu­juan Impor; dan

  1. Kepatuhan atas per­at­u­ran perun­dang-undan­gan yang terkait di bidang impor Besi atau Baja, Baja Pad­u­an, dan Pro­duk Turunan­nya.

11. Keten­tu­an Pasal 23 diubah sehing­ga berbun­yi seba­gai berikut:

Pasal 23

Keten­tu­an Ver­i­fikasi atau penelusuran tek­nis seba­gaimana dimak­sud dalam Pasal 10 ayat (1) tidak berlaku ter­hadap impor Besi atau Baja, Baja Pad­u­an, dan Pro­duk Turunan­nya:

  1. Yang ter­ma­suk dalam Pos Tarif/HS: 7213.91.90 den­gan kan­dun­gan kar­bon © lebih dan 0,6%; 7213.99.90 den­gan kan­dun­gan kar­bon © lebih dan 0,6%;
  2. 7219.32.00;
  3. 7219.33.00;
  4. 7219.34.00;
  5. 7219.35.00;
  6. 7219.90.00;
  7. 7220.20.10;
  8. 7220.20.90;
  9. 7220.90.10;
  10. 7220.90.90;
  11. 7225.11.00;
  12. 7225.19.00;
  13. 7225.50.90 beru­pa Tin Mill Black Plate;
  14. 7226.11.10;
  15. 7226.11.90;
  16. 7226.19.10; dan
  17. 7226.19.90.

Yang dilakukan oleh:

Perusa­haan pemi­lik API‑P di bidang indus­tri oto­mo­tif dan kom­po­nen­nya, indus­tri elek­tron­i­ka dan kom­po­nen­nya, indus­tri galan­gan kapal dan kom­po­nen­nya, indus­tri mould and dies, indus­tri pesawat ter­bang dan kom­po­nen­nya, dan/atau indus­tri alat besar dan kom­po­nen­nya;

Perusa­haan pemi­lik API‑P yang telah men­da­p­atkan pene­ta­pan seba­gai Impor­tir

Jalur Pri­or­i­tas oleh Direk­torat Jen­der­al Bea dan Cukai Kementer­ian Keuan­gan;

  1. Perusa­haan pemi­lik API‑P seba­gai induk peng­gu­na (user) yang memi­li­ki Surat Keteran­gan Ver­i­fikasi Indus­tri (SKVI) melalui fasil­i­tas User Spe­cif­ic Duty Free Scheme (USDFS) atau fasil­i­tas ske­ma lain­nya yang telah dite­tap­kan oleh Menteri Keuan­gan berdasarkan per­jan­jian inter­na­sion­al (bilateral/regional/multilateral) yang meli­batkan Pemer­in­tah Repub­lik Indone­sia yang memu­at keten­tu­an men­ge­nai impor Besi atau Baja dan Baja Pad­u­an;
  2. Perusa­haan yang men­da­p­at fasil­i­tas Bea Masuk Ditang­gung Pemer­in­tah (BMDTP); dan perusa­haan Kon­trak­tor Kon­trak Ker­ja Sama Minyak dan Gas Bumi (Kon­trak­tor KKS Migas), perusa­haan Kon­trak Karya
  1. Per­tam­ban­gan, perusa­haan pelak­sana pem­ban­gu­nan dan pengem­ban­gan indus­tri pem­bangk­it tena­ga listrik untuk kepentin­gan umum, dan perusa­haan pelak­sana pem­ban­gu­nan dalam rang­ka pelayanan kepentin­gan umum kegiatan usa­ha hilir minyak dan gas bumi.

12. Keten­tu­an Pasal 24 diubah sehing­ga berbun­yi seba­gai berikut:

Pasal 24

Penge­cualian dani keten­tu­an yang diatur dalam Per­at­u­ran Menteri ini dite­tap­kan oleh Menteri.

13. Keten­tu­an Pasal 27 diubah sehing­ga berbun­yi seba­gai berikut:

Pasal 27

Dalam hal diper­lukan, petun­juk tek­nis pelak­sanaan dan Per­at­u­ran Menteri ini dite­tap­kan oleh Direk­tur Jen­der­al dan/ atau Direk­tur Jen­der­al Per­lin­dun­gan Kon­sumen dan Tert­ib Nia­ga sesuai den­gan kewe­nan­gan mas­ing-mas­ing.

Pasal II

Per­at­u­ran Menteri ini mulai berlaku pada tang­gal 1 Feb­ru­ari 2018