Yandex Metrica Urus Pendirian PMDN

Kontak :

0813-1551-3353

E-mail :

admin@legalitas.co.id

Urus Pendirian PMDN

Penana­man Modal adalah segala ben­tuk kegiatan menanam modal, baik oleh penanam modal dalam negeri maupun penanam modal asing untuk melakukan usa­ha di wilayah negara Repub­lik Indone­sia sedan­gkan Penanam Modal adalah perse­o­ran­gan atau badan usa­ha yang melakukan Penana­man Modal yang dap­at beru­pa penanam modal dalam negeri dan penanam modal asing yang selan­jut­nya dise­but Pelaku Usa­ha.

Penana­man Modal Dalam Negeri yang selan­jut­nya dis­ingkat PMDN adalah kegiatan menanam modal untuk melakukan usa­ha di wilayah negara Repub­lik Indone­sia yang dilakukan oleh Pelaku Usa­ha den­gan meng­gu­nakan modal dalam negeri.1

Penana­man Modal Dalam Negeri adalah kegiatan menanam modal untuk melakukan usa­ha di wilayah negara Repub­lik Indone­sia yang dilakukan oleh penanam modal dalam negeri den­gan meng­gu­nakan modal dalam negeri.2

Per­iz­inan adalah segala ben­tuk per­se­tu­juan untuk melakukan Penana­man Modal yang dikelu­arkan oleh pemer­in­tah pusat, pemer­in­tah daer­ah, badan pen­gusa­haan kawasan perda­gan­gan bebas dan pelabuhan bebas, atau admin­is­tra­tor kawasan ekono­mi khusus, yang memi­li­ki kewe­nan­gan sesuai den­gan keten­tu­an per­at­u­ran perun­dang-undan­gan.3

Izin Usa­ha adalah izin yang diter­bitkan oleh lem­ba­ga pen­gelo­la dan penye­leng­gara online sin­gle sub­mis­sion untuk dan atas nama menteri, pimp­inan lem­ba­ga, guber­nur, atau bupati/wali kota sete­lah Pelaku Usa­ha melakukan pendaf­taran dan untuk mem­u­lai usa­ha yang berlaku sela­ma Pelaku Usa­ha men­jalankan usa­ha dan/atau kegiatan­nya, kecuali diatur lain dalam undang-undang4.

Langkah per­ta­ma yang harus dilakukan dalam rang­ka kegiatan Penana­man Modal Dalam Negeri adalah men­ga­jukan per­mo­ho­nan izin prin­sip kepa­da pemer­in­tah pusat atau pemer­in­tah daer­ah.

Kewe­nan­gan Pem­ber­ian Izin Prin­sip oleh Pemer­in­tah Pusat adalah Penye­leng­garaan Penana­man Modal yang ruang lingkup­nya lin­tas provin­si, Kewe­nan­gan Pem­ber­ian Izin Prin­sip oleh Pemer­in­tah Provin­si adalah Penana­man Modal yang ruang lingkup kegiatan lin­tas Kabupaten/Kota, dan Kewe­nan­gan Pem­ber­ian Izin Prin­sip oleh Pemer­in­tah Kabupaten/Kota adalah Penana­man Modal yang ruang lingkup kegiatan di Kabupaten/Kota.

Kewe­nan­gan Pem­ber­ian Izin Prin­sip oleh KPBPB dan KEK dilak­sanakan berdasarkan pelimpahan/pendelegasian kewe­nan­gan dari Pemer­in­tah Pusat/ Pemer­in­tah Daer­ah dan mem­per­hatikan Per­at­u­ran Perun­dang-undan­gan terkait KPBPB dan KEK.

Izin Prin­sip seba­gaimana dimak­sud dalam Pasal 9 ayat (2) Per­ka BKPM RI NO. 14 / 2015 ter­diri atas :

  1. Izin Prin­sip;
  2. Izin Prin­sip Per­lu­asan;
  3. Izin Prin­sip Peruba­han;
  4. Izin Prin­sip Peng­gabun­gan Perusa­haan.

Izin Prin­sip dalam rang­ka PMDN dap­at diberikan kepa­da5:

  1. Perseroan Ter­batas (PT) yang selu­ruh saham­nya dim­i­li­ki oleh war­ga negara Indone­sia; atau
  2. Com­man­di­taire Ven­nootschap (CV), atau Fir­ma (Fa), atau usa­ha per­oran­gan; atau
  3. Kop­erasi atau Yayasan yang didirikan oleh war­ga negara Indone­sia; atau
  4. Badan Usa­ha Milik Negara (BUMN) atau Badan Usa­ha Milik Daer­ah (BUMD).

Keten­tu­an Nilai Inves­tasi dan Per­modalan Perusa­haan PMDN dalam rang­ka mem­per­oleh Izin Prin­sip tidak diten­tukan besaran nilai inves­tasi dan per­modalan­nya, total nilai inves­tasi lebih besar dari Rp.10.000.000.000,00 (sepu­luh mil­iar rupi­ah), dilu­ar tanah dan ban­gu­nan seba­gaimana dimak­sud dalam Pasal 1 angka 4 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 ten­tang Usa­ha Mikro, Kecil dan Menen­gah. Nilai modal ditem­patkan sama den­gan modal dis­e­tor, seku­rang-kurangnya sebe­sar Rp. 2.500.000.000,00 (dua mil­iar lima ratus juta rupi­ah);

Masa berlaku Izin Prin­sip sama den­gan Jang­ka Wak­tu Penye­le­sa­ian Proyek yang dite­tap­kan dalam Izin Prin­sip. Jang­ka Wak­tu Penye­le­sa­ian Proyek yang dite­tap­kan dalam Izin Prinsip/Izin Prin­sip Perluasan/Izin Prin­sip Peng­gabun­gan Perusa­haan dap­at diberikan 1 (satu) sam­pai 5 (lima) tahun ter­gan­tung karak­ter­is­tik bidang usa­ha.

Bagi perusa­haan yang Jang­ka Wak­tu Penye­le­sa­ian Proyek yang dite­tap­kan dalam Izin Prin­sip telah habis
masa berlakun­ya, maka perusa­haan tidak dap­at men­ga­jukan per­mo­ho­nan Per­iz­inan dan Non­per­iz­inan lain­nya.

Tata cara per­mo­ho­nan Izin Prin­sip :

  1. Per­mo­ho­nan Izin Prin­sip PMDN dap­at dia­jukan sebelum atau sete­lah perusa­haan berbadan usa­ha atau berbadan hukum Indone­sia seba­gaimana dimak­sud dalam Pasal 12 ayat (1) Per­ka BKPM RI NO. 14 / 2015.
  2. Izin Prin­sip PMDN dia­jukan pada PTSP Pusat di BKPM, BPMPTSP Provin­si, BPMPTSP Kabupaten/Kota, PTSP KPBPB, atau PTSP KEK, sesuai kewe­nan­gan­nya.
  3. Per­mo­ho­nan Izin Prin­sip bagi perusa­haan berstatu badan hukum Indone­sia atau badan usa­ha Indone­sia dia­jukan oleh pimp­inan perusa­haan.
  4. Izin Prin­sip tidak dap­at diter­bitkan apa­bi­la per­mo­ho­nan tidak memenuhi:
    • Keten­tu­an ten­tang bidang usa­ha yang ter­tut­up dan bidang usa­ha yang ter­bu­ka den­gan per­syaratan;
    • Keten­tu­an sek­toral terkait kegiatan usa­ha;
    • Kelengka­pan per­syaratan per­mo­ho­nan.
  5. Bagi perusa­haan yang telah mem­per­oleh Izin Prin­sip PMDN seba­gai aki­bat selu­ruh modal perusa­haan dim­i­li­ki oleh Penanam Modal Dalam Negeri, maka untuk selan­jut­nya per­mo­ho­nan per­iz­inan dan ter­ma­suk peruba­han­nya dia­jukan ke PTSP sesuai kewe­nan­gan­nya.

Doku­men yang per­lu diper­si­ap­kan seba­gai berikut :

  1. FC KTP + NPWP prib­a­di pemegang saham (jika pemegang saham perse­o­ran­gan)
  2. FC Doku­men Perusa­haan ( Akte Notaris, SK Menkumham, Surat Domisili, NPWP Perusa­haan, Surat Izin Usa­ha, TDP, dan Copy KTP NPWP Direk­si) untuk Pemegang Saham (Jika Badan Hukum).
  3. FC KTP + NPWP Direk­si dan Komis­aris Perusa­haan.
  4. Ura­ian ren­cana kegiatan usa­ha ter­diri dari :
    • Nama Perusa­haan
    • Kegiatan/Bidang Usa­ha yang akan dijalankan
    • Kedudukan/Alamat lengkap Perusa­haan (ter­ma­suk no. telp kan­tor ) jika ada.
    • Ala­mat lokasi proyek (jika ada)
    • Daf­tar susunan Direk­si dan Komis­aris
    • Kom­po­sisi Persen­tase Pemegang saham
    • Ren­cana Nilai / Jum­lah Inves­tasi

Langkah selan­jut­nya sete­lah men­da­p­atkan izin prin­sip adalah melak­sanakan per­si­a­pan usa­ha dan melengkapi legal­i­tas usa­ha lain­nya seper­ti akta perusa­haan, npwp, NIB, dan izin usa­ha sebelum masa berlaku izin prin­sip berakhir.

Apa­bi­la kamu men­gala­mi kesuli­tan dan mem­bu­tuhkan ban­tu­an kon­sul­tan legal­i­tas untuk menger­jakan pen­gu­ru­san legal­i­tas izin prin­sip seba­gaimana diu­raikan diatas, kamu dap­at menghubun­gi kami seti­ap saat, tim kami akan mem­ban­tu kamu dan mem­berikan solusi ter­baik kebu­tuhan legal­i­tas perusa­haan kamu.

  1. PERATURAN BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2020 TENTANG PEDOMAN DAN TATA CARA PENGENDALIAN PELAKSANAAN PENANAMAN MODAL ↩︎
  2. UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2007 TENTANG PENANAMAN MODAL ↩︎
  3. Pasal 1 angka 6 PERATURAN BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2020 TENTANG PEDOMAN DAN TATA CARA PENGENDALIAN PELAKSANAAN PENANAMAN MODAL ↩︎
  4. Ibid, angka 11 ↩︎
  5. Pasal 12 ayat (1) Per­ka BKPM RI NO. 14 / 2015 TENTANG PEDOMAN DAN TATA CARA IZIN PRINSIP PENANAMAN MODAL ↩︎

BAGIKAN :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *