Yandex Metrica Blog

Kontak :

0813-1551-3353

E-mail :

admin@legalitas.co.id

Izin Usaha Pengelolaan Kapal

Izin Usaha Pengelolaan Kapal

Berdasarkan Per­me­n­hub No. 12 Tahun 2021 Ten­tang Stan­dar Kegiatan Usa­ha dan Pro­duk pada Penye­leng­garaan Per­iz­inan Berusa­ha Berba­sis Resiko Sek­tor Trans­portasi

KBLI 52225 : Aktiv­i­tas Pen­gelo­laan Kapal (Ship Man­age­ment)

Per­syaratan Umum

  1. Per­syaratan yang dis­esuaikan den­gan keten­tu­an Lem­ba­ga OSS;
  2. Memi­li­ki buk­ti kepemi­likan tem­pat usaha/sewa min­i­mal sela­ma 2 (dua) tahun, per­ala­tan kan­tor, sarana dan prasarana inter­net, ser­ta per­ala­tan kese­la­matan;
  3. Durasi wak­tu pemenuhan per­iz­inan berusa­ha sesuai den­gan keten­tu­an lem­ba­ga OSS;

Per­syaratan Khusus

  1. Pelaku usa­ha Penana­man Modal Dalam Negeri melakukan pemenuhan per­syaratan, yaitu:
    • Memi­li­ki tena­ga ahli berke­war­gane­garaan Indone­sia min­i­mal Ahli Nau­ti­ka Tingkat III (ANT III) atau Ahli Tehni­ka Tingkat III (ATT III) atau Diplo­ma III Ketata­lak­sanaan Angku­tan Laut dan Kepelabuhanan (KALK) atau Trans­portasi Laut/Teknik Perka­palan den­gan memi­li­ki pen­gala­man 5 (lima) tahun di bidang pela­yaran atau Pen­gelo­laan Kapal (ship man­age­ment) yang dibuk­tikan den­gan Surat Keteran­gan Ker­ja dari perusa­haan yang berg­er­ak dibidang pela­yaran atau Pen­gelo­laan Kapal (ship man­age­ment);
    •  Memi­li­ki sis­tem man­a­je­men usa­ha
  2. Pelaku usa­ha Penana­man Modal Asing melakukan pemenuhan per­syaratan, yaitu:
    • Memi­li­ki tena­ga ahli berke­war­gane­garaan Indone­sia min­i­mal Ahli Nau­ti­ka Tingkat III (ANT III) atau Ahli Tehni­ka Tingkat III (ATT III) atau Diplo­ma III Ketata­lak­sanaan Angku­tan Laut dan Kepelabuhanan (KALK) atau Trans­portasi Laut/Teknik Perka­palan yang dis­e­tarakan den­gan memi­li­ki pen­gala­man 5 (lima) tahun di bidang pela­yaran atau Pen­gelo­laan Kapal (ship man­age­ment) yang dibuk­tikan den­gan Surat Keteran­gan Ker­ja dari perusa­haan yang berg­er­ak di bidang pela­yaranatau Pen­gelo­laan Kapal (ship man­age­ment);
    • Memi­li­ki sis­tem man­a­je­men usa­ha;
    • Surat rekomen­dasi dari penye­leng­gara pelabuhan setem­pat ten­tang kese­im­ban­gan penye­di­aan dan per­mintaan usa­ha Pen­gelo­laan Kapal berdasarkan jum­lah perusa­haan Pen­gelo­laan Kapal dan jum­lah kun­jun­gan kapal yang berkegiatan dipelabuhan setem­pat;
    • Penana­man modal asing untuk usa­ha Pen­gelo­laan Kapal dilakukan sesuai keten­tu­an per­at­u­ran perun­dang-undan­gan di bidang usa­ha penana­man modal.

Sarana dan Prasarana

Usa­ha Pen­gelo­la Kapal;

  1. Sarana min­i­mum usa­ha pen­gelo­la kapal  yang harus dim­i­li­ki meliputi antara lain;
    • Ruang kan­tor yang dilengkapi per­ala­tan dan per­lengka­pan den­gan sis­tem penc­a­hayaan dan sirku­lasi udara sesuai den­gan keten­tu­an per­at­u­ran perun­dang-undan­gan;
    • Papan nama ter­bu­at dari bahan aman­dan kuat den­gan tulisan yang ter­ba­ca dan ter­li­hat jelas, dan dipasang sesuai den­gan keten­tu­an per­at­u­ran perun­dang-undan­gan;
    • Ruang pener­i­maan tamu yang bersih dan ter­awat;
    • Insta­lasi listrik sesuai den­gan keten­tu­an per­at­u­ran perun­dang-undan­gan;
    • Insta­lasi air bersih sesuai den­gan keten­tu­an per­at­u­ran perun­dang-undan­gan;
    • Toi­let umum pria dan wani­ta yang ter­pisah den­gan sirku­lasi dan penc­a­hayaan udara yang sesuai den­gan keten­tu­an per­at­u­ran perun­dang-undan­gan;
    • Tem­pat penam­pun­gan sam­pah;
    • Gudang atau tem­pat peny­im­panan barang.
  2. Fasil­i­tas min­i­mum, adalah per­ala­tan dan per­lengka­pan antara lain :
    • Alat kese­la­matan dan kea­manan;
    • Per­ala­tan komu­nikasi yang ter­diri dari tele­pon, email, dan fasil­i­tas inter­net;
    • Per­ala­tan Per­to­lon­gan Per­ta­ma pada Kece­lakaan (P3K) dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sesuai den­gan keten­tu­an per­at­u­ran perun­dang undan­gan.
    • Kendaraan Opera­sion­al yang baik dan sesuai den­gan yand dibu­tuhkan.
  3. Kon­disi Lingkun­gan usa­ha adalah kon­disi min­i­mum yang ter­da­p­at dalam usa­ha Penye­waan Per­ala­tan Angku­tan Laut atau Per­ala­tan Jasa Terkait Den­gan Angku­tan Laut antara lain:
    • Infor­masi Petun­juk Kese­la­matan peker­ja;
    • Pence­ga­han dan penang­gu­lan­gan kebakaran atau keadaan daru­rat lain­nya;
    • Kon­disi lingkun­gan yang aman

Izin Usaha Depo Peti Kemas

Berdasarkan Per­me­n­hub  No. 12 Tahun 2021 Ten­tang Depo Peti Kemas KBLI 52109 Per­gu­dan­gan Dan Peny­im­panan Lain­nya

Per­syaratan Umum

  1. Per­syaratan yang dis­esuaikan den­gan keten­tu­an Lem­ba­ga OSS;
  2. Memi­li­ki buk­ti kepemi­likan tem­pat usaha/sewa min­i­mal sela­ma 2 (dua) tahun, per­ala­tan kan­tor, sarana dan prasarana inter­net, ser­ta per­ala­tan kese­la­matan;
  3. Durasi wak­tu pemenuhan per­iz­inan berusa­ha sesuai den­gan keten­tu­an lem­ba­ga OSS

Per­syaratan Khusus

  1. Pelaku usa­ha Penana­man Modal Dalam Negeri melakukan pemenuhan per­syaratan, yaitu:
    • Memi­li­ki tena­ga ahli berke­war­gane­garaan Indone­sia, pal­ing sedik­it 1 (satu) orang den­gan kual­i­fikasi Ahli Nau­ti­ka Tk III,atau 2 (dua) orang ahli ketata­lak­sanaan atau trans­portasi laut beri­jazah Diplo­ma III, atau 2 (dua) orang ahli yang seder­a­jat den­gan pen­gala­man ker­ja pal­ing sedik­it 5 (lima) tahun dalam pen­gelo­laan Depo Peti Kemas dan tena­ga sur­vey peti kemas yang memi­li­ki ser­ti­fikat dari Badan Nasion­al Ser­ti­fikat Pro­fe­si;
    • Per­se­tu­juan stu­di lingkun­gan dari instasi pemer­in­tah kabupaten/desa dan provin­si untuk DKI Jakar­ta, ter­ma­suk didalam­nya kajian lalu lin­tas;
    • Dalam hal ren­cana Depo Peti Kemas di luar DLKr harus dilengkapi
      • Men­gua­sai lahan pal­ing sedik­it untuk jang­ka wak­tu 3 (tiga) tahun atau memi­li­ki lahan untuk lokasi usa­ha den­gan luas pal­ing sedik­it 5.000 m² yang dibuk­tikan den­gan hak pen­guasaan atau kepemi­likan tanah untuk usa­ha Depo Peti Kemas yang bera­da di luar DLKr pelabuhan yang diter­bitkan oleh Badan Per­ta­hanan Nasion­al dan men­gua­sai lahan sesuai ker­jasama den­gan Badan Usa­ha Pelabuhan atau oper­a­tor untuk usa­ha Depo Peti Kemas yang bera­da di dalam DLKr pelabuhan;
    • Dalam hal ren­cana Depo Peti Kemas di dalam DLKr harus dilengkapi
      • Per­jan­jian ker­jasama den­gan badan usa­ha pelabuhan dan rekomen­dasi dari penye­leng­gara pelabuhan setem­pat untuk pelabuhan yang diusa­hakan secara komer­sial; atau
      • Per­jan­jian ker­jasama den­gan penye­leng­gara pelabuhan setem­pat untuk pelabuhan yang belum diusa­hakan secara komer­sial;
      • Stu­di lingkun­gan sesuai den­gan pelayanan yang dilak­sanakan.
    • Memi­li­ki atau men­gua­sai lahan penumpukan baik didalam maupun dilu­ar DLKr Pelabuhan yang digu­nakan den­gan kemam­puan kon­struk­si menam­pung beban Min­i­mal 2 (dua) tier peti kemas kosong dan/atau isi;
    • Kon­struk­si lahan Depo Peti Kemas dap­at meng­gu­nakan:
      • Paving;
      • Aspal; atau
      • Beton/con­crete.
    • Memi­li­ki per­ala­tan antara lain:
      • 1 (satu) unit reach stack­er;
      • 1 (satu) unit top loader;
      • 1 (satu) unit side loader;
      • 1 (satu) unit fork­lift; dan/atau
      • Fasil­i­tas per­baikan dan per­awatan peti kemas yang memenuhi per­syaratan. Jenis, jum­lah dan kap­a­sitas per­ala­tan dis­esuaikan den­gan kegiatan usa­ha Depo Peti Kemas.
  2. Pelaku usa­ha Penana­man Modal Asing melakukan pemenuhan per­syaratan, yaitu:
    • Memi­li­ki tena­ga ahli berke­war­gane­garaan Indone­sia, pal­ing sedik­it 1 (satu) orang  den­gan kual­i­fikasi Ahli Nau­ti­ka Tk III, atau 2 (dua) orang ahli ketata­lak­sanaan atau trans­portasi laut beri­jazah Diplo­ma III, atau 2 (dua) orang ahli yang seder­a­jat den­gan pen­gala­man ker­ja pal­ing sedik­it 5 (lima) tahun dalam pen­gelo­laan Depo Peti Kemas dan tena­ga sur­vey peti kemas yang memi­li­ki ser­ti­fikat dari Badan Nasion­al Ser­ti­fikat Pro­fe­si;
    • Per­se­tu­juan stu­di lingkun­gan dari instasi pemer­in­tah kabupaten/desa dan provin­si untuk DKI Jakar­ta, ter­ma­suk didalam­nya kajian lalu lin­tas;
    • Dalam hal ren­cana Depo Peti Kemas dalam DLKr harus dilengkapi den­gan rekomen­dasi dari penye­leng­gara pelabuhan setem­pat;
    • Men­gua­sai (bukan sewa) lahan lokasi usa­ha den­gan luas pal­ing sedik­it 5.000 m² yang dibuk­tikan den­gan hak pen­guasaan untuk usa­ha depo peti kemas yang bera­da di luar DLKr pelabuhan yang diter­bitkan oleh Badan Per­ta­hanan Nasion­al;
    • Memi­li­ki atau men­gua­sai lahan penumpukan yang digu­nakan den­gan kemam­puan kon­struk­si menam­pung beban seba­gai berikut:
      • Min­i­mal 4 (empat) tier peti kemas kosong (emp­ty) den­gan uku­ran 20 (dua puluh) feet;
      • Min­i­mal 2 (dua) tier peti bermu­atanisi den­gan uku­ran 20 (dua puluh) feet.
      • Kon­struk­si lahan Depo Peti Kemas dap­at meng­gu­nakan:
        • Paving;
        • Aspal; atau
        • Beton/con­crete
      • Memi­li­ki per­ala­tan antara lain:
        • 1 (satu) unit reach stack­er;
        • 1 (satu) unit top loader;
        • 1 (satu) unit side loader;
        • 1 (satu) unit fork­lift; dan/atau
        • Fasil­i­tas per­baikan dan­per­awatan peti kemas yang memenuhi per­syaratan. jenis, jum­lah dan kap­a­sitas per­ala­tan dis­esuaikan den­gan kegiatan usa­ha Depo Peti Kemas.
      • Penana­man modal asing untuk usa­ha Depo Peti Kemas dilakukan sesuai keten­tu­an per­at­u­ran perun­dang-undan­gan di bidang usa­ha penana­man modal.

Sarana dan Prasarana

Usa­ha Depo Peti Kemas, harus memi­li­ki:

  1. Sarana min­i­mum usa­ha Depo Peti Kemas, harus memi­li­ki yang harus dim­i­li­ki meliputi antara lain:
    • Ruang kan­tor yang dilengkapi per­ala­tan dan per­lengka­pan den­gan sis­tem penc­a­hayaan dan sirku­lasi udara sesuai den­gan keten­tu­an per­at­u­ran perun­dang-undan­gan;
    • Papan nama ter­bu­at dari bahan aman­dan kuat den­gan tulisan yang ter­ba­ca dan ter­li­hat jelas, dan dipasang sesuai den­gan keten­tu­an per­at­u­ran perun­dang-undan­gan;
    • Ruang pener­i­maan tamu yang bersih dan ter­awat;
    • Insta­lasi listrik sesuai den­gan keten­tu­an per­at­u­ran perun­dang undan­gan;
    • Insta­lasi air bersih sesuai den­gan keten­tu­an per­at­u­ran perun­dang undan­gan;
    • Toi­let umum pria dan wani­ta yang ter­pisah den­gan sirku­lasi dan penc­a­hayaan udara yang sesuai den­gan keten­tu­an per­at­u­ran perun­dang-undan­gan
    • Tem­pat penam­pun­gan sam­pah;
    • Gudang atau tem­pat peny­im­panan barang.
    • Lahan untuk kegiatan Depo Peti Kemas.
  2. Fasil­i­tas min­i­mum, adalah per­ala­tan dan per­lengka­pan antara lain :
    • Alat kese­la­matan dan kea­manan;
    • Per­ala­tan komu­nikasi yang ter­diri dari tele­pon, email, dan fasil­i­tas inter­net;
    • Per­ala­tan Per­to­lon­gan Per­ta­ma pada Kece­lakaan (P3K) dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sesuai den­gan keten­tu­an per­at­u­ran perun­dan­gun­dan­gan.
    • Memi­li­ki per­ala­tan antara lain:
      • 1 (satu) unit reach stack­er;
      • 1 (satu) unit top loader;
      • 1 (satu) unit side loader;
      • 1 (satu) unit fork­lift; dan/atau
      • Fasil­i­tas per­baikan dan­per­awatan peti kemas yang memenuhi per­syaratan. jenis, jum­lah dan kap­a­sitas per­ala­tan dis­esuaikan den­gan kegiatan usa­ha Depo Peti Kemas.
  3. Kon­disi Lingkun­gan usa­ha adalah kon­disi min­i­mum yang ter­da­p­at dalam usa­ha Per­an­tara Jual Beli Dan/atau Sewa Kapal antara lain:
    • Infor­masi Petun­juk Kese­la­matan­peker­ja;
    • Pence­ga­han dan penang­gu­lan­gan kebakaran atau keadaan daru­rat­lain­nya;
    • Kon­disi lingkun­gan yang aman.

Izin Usaha Jasa Pengurusan Transportasi

Berdasarkan Per­me­n­hub  No. 12 Tahun 2021 Ten­tang Aktiv­i­tas Jasa Pen­gu­ru­san Trans­portasi (JPT) KBLI 52291

Per­syaratan Umum

  1. Per­syaratan yang dis­esuaikan den­gan keten­tu­an Lem­ba­ga OSS;
  2. Memi­li­ki buk­ti kepemi­likan tem­pat usaha/sewa min­i­mal sela­ma 2 (dua) tahun, per­ala­tan kan­tor, sarana dan prasarana inter­net, ser­ta per­ala­tan kese­la­matan;
  3. Durasi wak­tu pemenuhan per­iz­inan berusa­ha sesuai den­gan keten­tu­an lem­ba­ga OSS

Per­syaratan Khusus

  1. Pelaku usa­ha Penana­man Modal Dalam Negeri melakukan pemenuhan per­syaratan, yaitu:
    • Memi­li­ki tena­ga ker­ja ahli War­ga Negara Indone­sia beri­jazah min­i­mum D‑III Pelayaran/ Mar­itim / Penerbangan/Transportasi/ IATA Diploma/ FIATA Diplo­ma, S‑l Logis­tik atau ser­ti­fikat kom­pe­ten­si pro­fe­si di bidang for­warder atau man­a­je­men sup­ply chain atau ser­ti­fikat ahli kepabeanan atau kepelabuhanan (alter­natif atau kumu­latif) den­gan pen­gala­man 5 (lima) tahun dibidang Jasa Pen­gu­ru­san Trans­portasi;
    • Memi­li­ki atau men­gua­sai kendaraan opera­sion­al min­i­mal roda 4 (empat) yang dibuk­tikan den­gan buk­ti kepemi­likan atau sewa yang sah;
    • Memi­li­ki sis­tem per­ala­tan perangkat lunak dan keras ser­ta sis­tem infor­masi dan komu­nikasi yang ter­in­te­grasi den­gan sis­tem infor­masi darat, laut, udara, atau perk­ere­taapi­an sesuai den­gan perkem­ban­gan teknolo­gi;
    • Memi­li­ki dan/atau men­gua­sai gudang sesuai den­gan kebu­tuhan­nya
    • Surat rekomen­dasi dari otori­tas trans­portasi wilayah setem­pat ter­hadap kese­im­ban­gan penye­di­aan dan per­mintaan usa­ha Jasa Pen­gu­ru­san Trans­portasi berdasarkan jum­lah perusa­haan Jasa Pen­gu­ru­san Trans­portasi yang berkegiatan di wilayah setem­pat
  2. Pelaku usa­ha Penana­man Modal Asing melakukan pemenuhan per­syaratan, yaitu:
    • Memi­li­ki tena­ga ker­ja ahli War­ga Negara Indone­sia beri­jazah min­i­mum D‑III Pelayaran/ Mar­itim / Penerbangan/ Transportasi/ IATA Diploma/ FIATA Diplo­ma, S‑l Logis­tik atau ser­ti­fikat kom­pe­ten­si pro­fe­si di bidang for­warder atau man­a­je­men sup­ply chain atau ser­ti­fikat ahli kepabeanan atau kepelabuhanan (alter­natif atau kumu­latif) den­gan pen­gala­man 5 (lima) tahun dibidang Jasa Pen­gu­ru­san Trans­portasi;
    • Memi­li­ki atau men­gua­sai kendaraan opera­sion­al min­i­mal roda 4 (empat) yang dibuk­tikan den­gan buk­ti kepemi­likan atau sewa yang sah;
    • Memi­li­ki sis­tem per­ala­tan perangkat lunak dan keras ser­ta sis­tem infor­masi dan komu­nikasi yang ter­in­te­grasi den­gan sis­tem infor­masi darat, laut, udara, atau perk­ere­taapi­an sesuai den­gan perkem­ban­gan teknolo­gi;
    • Memi­li­ki dan/atau men­gua­sai gudang sesuai den­gan kebu­tuhan­nya;
    • Surat rekomen­dasi dari otori­tas trans­portasi wilayah setem­pat ter­hadap kese­im­ban­gan penye­di­aan dan per­mintaan usa­ha Jasa Pen­gu­ru­san Trans­portasi berdasarkan jum­lah perusa­haan Jasa Pen­gu­ru­san Trans­portasi yang berkegiatan di wilayah Setem­pat
    • Penana­man modal asing untuk usa­ha jasa pen­gu­ru­san trans­portasi dilakukan sesuai keten­tu­an per­at­u­ran perun­dang undan­gan di bidang usa­ha penana­man modal

Sarana dan Prasarana

Usa­ha Jasa Pen­gu­ru­san Trans­postasi;

  1. Sarana min­i­mum usa­ha jasa pen­gu­ru­san trans­portasi  yang harus dim­i­li­ki meliputi antara lain;
    • Ruang kan­tor yang dilengkapi per­ala­tan dan per­lengka­pan den­gan sis­tem penc­a­hayaan dan sirku­lasi udara sesuai den­gan keten­tu­an per­at­u­ran perun­dang-undan­gan;
    • Papan nama ter­bu­at dari bahan aman­dan kuat den­gan tulisan yang ter­ba­ca dan ter­li­hat jelas, dan dipasang sesuai den­gan keten­tu­an per­at­u­ran perun­dang-undan­gan;
    • Ruang pener­i­maan tamu yang bersih dan ter­awat;
    • Insta­lasi listrik sesuai den­gan keten­tu­an per­at­u­ran perun­dang-undan­gan;
    • Insta­lasi air bersih sesuai den­gan keten­tu­an per­at­u­ran perun­dang-undan­gan;
    • Toi­let umum pria dan wani­ta yang ter­pisah den­gan sirku­lasi dan penc­a­hayaan udara yang sesuai den­gan keten­tu­an per­at­u­ran perun­dang-undan­gan;
    • Tem­pat penam­pun­gan sam­pah;
    • Gudang atau tem­pat peny­im­panan barang.
  2. Fasil­i­tas min­i­mum, adalah per­ala­tan dan per­lengka­pan antara lain
    • Alat kese­la­matan dan kea­manan;
    • Per­ala­tan komu­nikasi yang ter­diri dari tele­pon, email, dan fasil­i­tas inter­net;
    • Per­ala­tan Per­to­lon­gan Per­ta­ma pada Kece­lakaan (P3K) dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sesuai den­gan keten­tu­an per­at­u­ran perun­dang undan­gan.
    • Kendaraan Opera­sion­al yang baik dan sesuai den­gan yand dibu­tuhkan.
  3. Kon­disi Lingkun­gan usa­ha adalah kon­disi min­i­mum yang ter­da­p­at dalam usa­ha Penye­waan Per­ala­tan Angku­tan Laut atau Per­ala­tan Jasa Terkait Den­gan Angku­tan Laut antara lain:
    • Infor­masi Petun­juk Kese­la­matan peker­ja;
    • Pence­ga­han dan penang­gu­lan­gan kebakaran atau keadaan daru­rat lain­nya;
    • Kon­disi lingkun­gan yang aman.

Izin Usaha Konstruksi Bangunan Sipil Pertambangan

Ruang Lingkup
Sub­klasi­fikasi ini ter­diri dari:

  1. Sub­klasi­fikasi den­gan kode BS014 men­cakup usa­ha pem­ban­gu­nan, pemeli­haraan, pem­bongkaran dan/atau pem­ban­gu­nan kem­bali ban­gu­nan sip­il per­tam­ban­gan ter­ma­suk fasil­i­tas eksplo­rasi dan operasi pro­duk­si per­tam­ban­gan, dan pen­gen­dalian dampak lingkun­gan.
  2. Sub­klasi­fikasi den­gan kode ST007 men­cakup usa­ha perekayasaan, pen­gadaan, dan pelak­sanaan kon­struk­si untuk ban­gu­nan sip­il per­tam­ban­gan ter­ma­suk fasil­i­tas eksplo­rasi dan operasi pro­duk­si per­tam­ban­gan, dan pen­gen­dalian dampak lingkun­gan.

Per­syaratan Khusus

Berdasarkan Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 5 Tahun 2021 Pasal 96  men­je­laskan:

  1. Pen­jualan Tahu­nan
    • BUJKN jasa kon­sul­tasi kon­struk­si bersi­fat umum sedan­gkan peker­jaan kon­struk­si bersi­fat  umum kual­i­fikasi menen­gah dan besar yang tidak mem­per­oleh pen­jualan tahu­nan pada masa  berlaku SBU kon­struk­si, untuk mem­per­pan­jang SBU harus menu­runk­an sub­klasi­fikasi 1 tingkat.
    • KP BUJK dan BUJK PMA pada masa per­pan­jan­gan kon­struk­si  harus memi­li­ki pen­gala­man peker­jaan yang dilak­sanakan di Indone­sia.
  2. Kemam­puan keuan­gan yang mana diper­oleh dari nilai total ekuitas
  3. Tena­ga ker­ja kon­struk­si, tena­ga ini ter­diri dari:
    • Penang­gung Jawab Badan Usa­ha (PJBU);
    • Penang­gung Jawab Tek­nis Badan Usa­ha PJTBU); dan
    • Penang­gung Jawab Sub­klasi­fikasi Badan Usa­ha (PJSKBU).
  4. Mam­pu menye­di­akan per­ala­tan untuk kon­struk­si keuan­gan yang mana diper­oleh dari nilai total ekuitas.

Sarana

Berdasarkan Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 5 Tahun 2021 Pasal 95 men­je­laskan ten­tang kual­i­fikasi dan per­ala­tan uta­ma pada sub­klasi­fikasi seba­gai berirkut :

  1. Sub­klasi­fikasi den­gan kode BS014, den­gan Kual­i­fikasi M & B atau menen­gah & besar meng­gu­nakan per­ala­tan uta­ma seper­ti: exca­va­tor, wheel loader, bull­doz­er, pad foot roller, vibro roller, truck crane, lat­tice boom crawler crane, pow­er shov­el, pile dri­ving machine, dump truck, drilling ship, drilling rig, flat bed truck, roller drill, werd­ing mechine, shot­crete machine, slur­ry pump, belt con­vey­or, dragline, rock drill.
  2. Sub­klasi­fikasi den­gan kode ST007, den­gan Kual­i­fikasI B atau besar meng­gu­nakan per­ala­tan uta­ma seper­ti : exca­va­tor, wheel loader, bull­doz­er, pad foot roller, vibro roller, truck crane, lat­tice boom crawler crane, pow­er shov­el, pile dri­ving machine, dump truck, drilling ship, drilling rig, flat bed truck, roller drill, werd­ing mechine, shot­crete machine, slur­ry pump, belt con­vey­or, dragline, rock drill.

Izin Usaha Bongkar Muat Barang

Berdasarkan Per­me­n­hub No. 12 Tahun 2021 Ten­tang Aktiv­i­tas Bongkar Muat Barang Sesuai KBLI 52240

Per­syaratan Umum

  1. Per­syaratan yang dis­esuaikan den­gan keten­tu­an Lem­ba­ga OSS;
  2. Memi­li­ki buk­ti kepemi­likan tem­pat usaha/sewa min­i­mal sela­ma 2 (dua) tahun, per­ala­tan kan­tor, sarana dan prasarana inter­net, ser­ta per­ala­tan kese­la­matan;
  3. Durasi wak­tu pemenuhan per­iz­inan berusa­ha sesuai den­gan keten­tu­an lem­ba­ga OSS

Per­syaratan khusus

A. Pelaku usa­ha Penana­man Modal Dalam Negeri melakukan pemenuhan per­syaratan, yaitu:

  1. Memi­li­ki tena­ga ahli berke­war­gane­garaan Indone­sia, den­gan syarat min­i­mal:
    • Pelabuhan Uta­ma: ANT II dan/ atau D.III Pelayaran/ Trans­portasi Laut
    • Pelabuhan Pengumpul: ANT III dan/ atau D.III Pelayaran/ Trans­portasi Laut;
    • Pelabuhan Pengumpan: ANT IV dan/ atau SMA/SMK atau Seder­a­jat yang memi­li­ki ser­ti­fikat keter­ampi­lan den­gan pen­gala­man 5 (lima) tahun dibidang bongkar muat yang dibuk­tikan den­gan Surat Keteran­gan Ker­ja dari perusa­haan yang berg­er­ak di bidang pela­yaran atau Bongkar Muat Barang.
  2. Memi­li­ki sis­tem man­a­je­men usa­ha;
  3. Per­ala­tan;
    • Fork­lift;
    • Pal­let,
    • Ship side-net;
    • Rope sling;
    • Rope net; dan
    • Wire net
      • den­gan jum­lah dan kap­a­sitas per­ala­tan dis­esuaikan den­gan kegiatan Bongkar Muat Barang pelabuhan setem­pat;
  4. Surat rekomen­dasi dari penye­leng­gara pelabuhan setem­pat ter­hadap kese­im­ban­gan penye­di­aan dan per­mintaan usa­ha bongkar muat berdasarkan jum­lah perusa­haan Bongkar Muat Barang dan jum­lah kun­jun­gan kapal yang berkegiatan di pelabuhan setem­pat.

B. Pelaku usa­ha Penana­man Modal Dalam Asing melakukan pemenuhan per­syaratan, yaitu:

  1. Memi­li­ki tena­ga ahli berke­war­gane­garaan Indone­sia, den­gan syarat min­i­mal:
    • Pelabuhan Uta­ma: ANT II dan/ atau D.III Pelayaran/ Trans­portasi Laut yang dis­e­tarakan;
    • Pelabuhan Pengumpul: ANT III dan/ atau D.III Pelayaran/ Trans­portasi Laut yang dis­e­tarakan;
    • Pelabuhan Pengumpan: ANT IV dan/ atau SMA/SMK atau Seder­a­jat yang memi­li­ki ser­ti­fikat keter­ampi­lan den­gan pen­gala­man 5 (lima) tahun dibidang bongkar muat yang dibuk­tikan den­gan Surat Keteran­gan Ker­ja dari perusa­haan yang berg­er­ak di bidang pela­yaran atau Bongkar Muat Barang.
  2. Memi­li­ki sis­tem man­a­je­men usa­ha;
  3. Per­ala­tan;
    • Fork­lift;
    • Pal­let,
    • Ship side-net;
    • Rope sling;
    • Rope net; dan
    • Wire net
      • den­gan jum­lah dan kap­a­sitas per­ala­tan dis­esuaikan den­gan kegiatan Bongkar Muat Barang pelabuhan setem­pat;
  4. Surat rekomen­dasi dari penye­leng­gara pelabuhan setem­pat ter­hadap kese­im­ban­gan penye­di­aan dan per­mintaan usa­ha bongkar muat berdasarkan jum­lah perusa­haan Bongkar Muat Barang dan jum­lah kun­jun­gan kapal yang berkegiatan di pelabuhan setem­pat.
  5. Penana­man modal asing untuk usa­ha Bongkar Muat Barang dilakukan sesuai keten­tu­an per­at­u­ran perun­dang-undan­gan di bidang usa­ha penana­man modal

Sarana dan Prasarana

Usa­ha Per­awatan dan Per­baikan Kapal

  1. Sarana min­i­mum usa­ha Per­awatan dan Per­baikan Kapal yang harus dim­i­li­ki meliputi antara lain:
    • Ruang kan­tor yang dilengkapi per­ala­tan dan per­lengka­pan den­gan sis­tem penc­a­hayaan dan sirku­lasi udara sesuai den­gan keten­tu­an per­at­u­ran perun­dang undan­gan;
    • Papan nama ter­bu­at dari bahan aman dan kuat den­gan tulisan yang ter­ba­ca dan ter­li­hat jelas, dan dipasang sesuai den­gan keten­tu­an per­at­u­ran perun­dang undan­gan;
    • Ruang pener­i­maan tamu yang bersih dan ter­awat;
    • Insta­lasi air bersih sesuai den­gan keten­tu­an per­at­u­ran perun­dang undan­gan;
    • Toi­let umum pria dan wani­ta yang ter­pisah den­gan sirku­lasi dan penc­a­hayaan udara yang sesuai den­gan keten­tu­an per­at­u­ran perun­dang-undan­gan;
    • Tem­pat penam­pun­gan sam­pah gudang atau tem­pat peny­im­panan barang
    • Gudang atau tem­pat peny­im­panan barang
  2. Fasil­i­tas min­i­mum, adalah per­ala­tan dan per­lengka­pan antara lain :
    • Alat kese­la­matan dan kea­manan
    • Per­ala­tan komu­nikasi yang ter­diri dari tele­pon, email, dan fasil­i­tas inter­net;
    • Per­ala­tan Per­to­lon­gan Per­ta­ma pada Kece­lakaan (P3K) dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sesuai den­gan keten­tu­an per­at­u­ran perun­dang-undan­gan;
    • Kon­disi lingkun­gan usa­ha adalah kon­disi min­i­mum yang ter­da­p­at dalam infor­masi Petun­juk Kese­la­matan peker­ja;
    • Pence­ga­han dan penang­gu­lan­gan kebakaran atau keadaan daru­rat lain­nya;
  3. Kon­disi Lingkun­gan usa­ha adalah kon­disi min­i­mum yang ter­da­p­at dalam Per­awatan dan Per­baikan Kapal antara lain:
    • Infor­masi Petun­juk Kese­la­matan peker­ja;
    • Pence­ga­han dan penang­gu­lan­gan kebakaran atau keadaan daru­rat lain­nya;
    • Kon­disi lingkun­gan yang aman.