Yandex Metrica Blog

Kontak :

0813-1551-3353

E-mail :

admin@legalitas.co.id

Izin Usaha Industri Minuman Beralkohol Tertutup Untuk Penanaman Modal

Izin Usaha Industri Minuman Beralkohol Tertutup Untuk Penanaman Modal

Mem­pro­duk­si minu­man keras men­gan­dung alko­hol bukan hanya kemam­puan dalam per­me­n­tasi atau sekedar meracik untuk meng­hasilkan pro­duk, tetapi dari sisi kese­hatan dan kese­la­matan juga per­lu diper­tim­ban­gakan, untuk men­gu­ran­gi dampak negatif ter­hadap organ-organ vital dalam tubuh. Kare­na pros­es ini meru­pakan reak­si kimia dimana ragi atau bak­teri bereak­si den­gan gula dalam bahan-bahan lain untuk meng­hasilkan ethanol (alko­hol dalam minu­man) dan kar­bon diok­si­da (yang dap­at menye­babkan minu­man berbusa). Sehing­ga Pemer­in­tah Indone­sia memi­li­ki reg­u­lasi yang san­gat ketat terkait pro­duk­si dan peredaran minu­man keras men­gan­dung alko­hol di Indone­sia. Ini bukan tan­pa alasan; tujuan­nya adalah untuk melin­dun­gi kese­hatan masyarakat, dan men­gen­da­likan kon­sum­si.  

Untuk mem­perte­gas reg­u­lasi terkait per­iz­inan usa­ha pro­duk­si minu­man keras men­gan­dung alko­hol minu­man di Indone­sia, Kementer­ian Perindu­tri­an mener­bitkan Per­at­u­ran No. 17 Tahun 2019 Ten­tang Pen­gen­dalian dan Pen­gawasan Indus­tri Minu­man Beralko­hol.

Tan­pa izin pro­duk­si alko­hol yang lengkap, kegiatan usa­ha anda bisa ter­an­cam san­ki hukum yang berat, artikel ini akan men­ja­di pan­d­u­an lengkap bagi anda yang ingin mema­ha­mi apa saja syarat dan dasar hukum dalam pen­gu­ru­san izin pro­duk­si minu­man beralko­hol di Indone­sia.

Per­syaratan Per­iz­inan Berusa­ha :

  1. Nomor Indik Berusa­ha (NIB)
  2. Izin Usa­ha Indus­tri (IUI)
  3. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  4. Ser­ti­fikasi Stan­dar Pro­duk­si
  5. Izin Edar BPOM
  6. Izin Khusus Pro­duk­si Minu­man Beralko­hol
  7. Pajak dan Cukai
  8. Telah sele­sai melak­sanakan per­si­a­pan dan kegiatan pem­ban­gu­nan, pen­gadaan, pemasangan/instalasi per­ala­tan, dan kesi­a­pan lain yang diper­lukan.
  9. Berlokasi di Kawasan Perun­tukan Indus­tri apa­bi­la berpotrn­si menim­bulkan pence­maran lingkun­gan yang berdampak luas.

Kewa­jiban Per­iz­inan Berusa­ha

  1. Men­jamin kea­manan dan kese­la­matan alat, pros­es, hasil pro­duk­si, peny­im­panan, ser­ta pen­gangku­tan;
  2. Memi­li­ki Akun Sis­tem Infor­masi Indus­tri Nasion­al;
  3. Menyam­paikan data indus­tri yang aku­rat, lengkap, dan tepat wak­tu secara berkala yang dis­am­paikan melalui Sis­tem Infor­masi Indus­tri Nasion­al;
  4. Memenuhi SNI, Spe­si­fikasi Tek­nis, dan/atau Pedo­man Tata Cara yang diber­lakukan secara wajib (bagi pro­duk yang telah diber­lakukan SNI, Spe­si­fikasi Tek­nis, dan/atau Pedo­man Tata Cara secara wajib).

Pen­cabu­tan Izin Usa­ha Indus­tri

Perusa­haan akan kehi­lan­gan IUI pro­duk­si Minu­man keras men­gan­dung alko­hol jika melakukan per­bu­atan seba­gai berikut:

  1. Vol­ume yang dihasilkan lebih besar dari kap­a­sitas pro­duk­si built-in yang diny­atakan dalam IUI
  2. Kelas minu­man beralko­hol tidak ada dalam IUI
  3. Tidak ada kegiatan pro­duk­si tida tahun bertu­rut-turut.

Seba­gai infor­masi bah­wa Indus­tri minu­man keras men­gan­dung alko­hol den­gan KBLI 11010 masuk kat­e­gori bidang usa­ha ter­tut­up untuk Penana­man Modal, seba­gaimana diatur di dalam Per­at­u­ran Pres­i­den No. 49 Tahun 2021 ten­tang Peruba­han Atas Per­at­u­ran Pres­i­den No. 10 Tahun 2021 ten­tang Bidang Usa­ha Penana­man Modal.

Dasar Hukum

  1. Per­at­u­ran Menteri Perindus­tri­an Nomor 17 tahun 2019 Ten­tang Pen­gen­dalian dan Pen­gawasan Indus­tri Minu­man Beralko­hol.
  2. Per­at­u­ran Pres­i­den Nomor 49 Tahun 2021 Ten­tang Bidang Usa­ha Penana­man Modal.

Persyaratan Dokumen Mengurus Izin Usaha Menjual Minuman Beralkohol

Minu­man beralko­hol adalah pro­duk yang ser­ing men­ja­di kon­tro­ver­si di masyarakat, namun tetap memi­li­ki pangsa pasar yang sig­nifikan. Alko­hol minu­man yang men­gan­dung etil alko­hol atau etanol yang dipros­es dari bahan hasil per­tan­ian yang men­gan­dung kar­bo­hidrat den­gan cara fer­men­tasi dan des­ti­lasi atau fer­men­tasi tan­pa des­ti­lasi.

Minu­man ini terse­dia dalam berba­gai jenis minu­man dan kadar alko­hol yang berbe­da-beda. Kon­sum­si minu­man beralko­hol dap­at memi­li­ki berba­gai dampak, baik posi­tif maupun negatif, ter­gan­tung pada jum­lah yang dikon­sum­si dan kon­disi indi­vidu, sehing­ga Pemer­in­tah Indone­sia telah mene­tap­kan per­at­u­ran ketat untuk pen­gen­dalian dan pen­gawasan ter­hadap pen­gadaan, peredaran dan pen­jualan minu­man beralko­hol melalui Per­at­u­ran Menteri Perda­gan­gan No. 25 Tahun 2019.

Nah, artikel ini akan men­gu­raikan secara lengkap bagaimana prose­dur men­gu­rus izin usa­ha perda­gan­gan minu­man beralko­hol, ter­ma­suk dasar hukum dan ter­ma­suk apa saja per­syaratan yang diper­lukan untuk men­gu­rus izin usa­ha terse­but.

Berikut beber­a­pa golon­gan minu­man beralko­hol :

  1. Golon­gan A adalah minu­man beralko­hol den­gan kadar ethanol (C2H5OH) diatas 1 (satu) persen sam­pai den­gan 5 (lima) persen.
  2. Golon­gan B adalah minu­man beralko­hol den­gan kadar ethanol lebih dari 5 (lima) persen sam­pai den­gan 20 (dua puluh) persen.
  3. Golon­gan C adalah minu­man beralko­hol den­gan kadar ethanol lebih dari 20 (dua puluh) persen sam­pai 55 (lima puluh lima) persen.

Berikut adalah beber­a­pa keten­tu­an pen­jualan minu­man beralko­hol :

  1. Hotel, Bar dan Restoran yang memenuhi per­syaratan perun­dang-undan­gan di bidang keparawisa­taan.
  2. Toko Bebas Bea (TBB).
  3. Tem­pat ter­ten­tu yang dite­tap­kan oleh pemer­in­tah setem­pat.

Berikut adalah doku­men-doku­men yang diper­lukan untuk men­gu­rus izin pen­jualan minu­man beralko­hol yaitu :

  1. Per­iz­inan Berusa­ha atau NIB; Nomor Induk Berusa­ha di sek­tor parawisa­ta.
  2. Surat Penun­jukan: dari Dis­trib­u­tor atau Sub Dis­trib­u­tor seba­gai Pen­jual Lang­sung.
  3. Nomor Pokok Pen­gusa­ha Barang Kena Bea Cukai (NPPBKC): bagi perusa­haan yang mem­per­pan­jang Surat Keteran­gan Perda­gan­gan Minu­man Beralko­hol.
  4. For­mulir Data Tek­nis: Untuk Surat Keteran­gan Pen­jualan Lang­sung Minu­man Beralko­hol Golon­gan B dan C (SKPL‑B dan SKPL‑C).

Dasar Hukum

Keten­tu­an perda­gan­gan minu­man beralko­hol diatur melalui berba­gai per­at­u­ran perun­dang-undan­gan, diantaranya:

  1. Per­at­u­ran Pres­i­den Nomor 74 Tahun 2013 ten­tang Pen­gen­dalian dan Pen­gawasan Minu­man Beralko­hol.

Persyaratan Dokumen Urus Tanda Daftar Gudang

Per­gu­dan­gan adalah salah satu aktiv­i­tas dalam opera­sion­al bis­nis yang pent­ing untuk diper­hatikan, sebab dalam beber­a­pa tahun ter­akhir sek­tor ini telah men­gala­mi per­tum­buhan yang san­gat sig­nifikan sejalan den­gan per­tum­buhan ekono­mi dan indus­tri tanah air.

Kebu­tuhan gudang saat ini men­cakup berba­gai aspek mulai dari peny­im­panan opera­sion­al hing­ga dis­tribusi, den­gan fokus pada efisien­si, flek­si­bil­i­tas, dan opti­mal­isasi ruang untuk men­dukung per­tum­buhan bis­nis.

Per­tum­buhan ini didorong oleh berba­gi fak­tor, ter­ma­suk e‑commerce yang semakin berkem­bang, indus­tri­al­isasi, dan kebu­tuhan akan infra­struk­tur logis­tik yang lebih meningkat. Namun per­lu dike­tahui per­gu­dan­gan di Indone­sia juga memi­li­ki karak­ter­is­tiknya sendiri.

Dalam artikel ini, kami akan mem­berikan infor­masi lebih ten­tang bagaimana Izin Per­gu­dan­gan di Indone­sia. Selain itu kami juga akan menyam­paikan kara­ter­is­tik khusus untuk mem­be­dakan jenis-jenis per­gu­dan­gan di Indone­sia.

Jenis Gudang

Berdasarkan PP 29/2021, Gudang digo­longkan men­ja­di 2 (dua) jenis, yakni Gudang ter­tut­up dan Gudang ter­bu­ka.

Gudang Ter­tut­up :

  1. Gudang Ter­tut­up Golon­ga A memi­li­ki dua kri­te­ria. Per­ta­ma, luas­nya berk­isar antara 100 m² hing­ga 1.000 m². Ked­ua kap­a­sitas peny­im­panan berk­isar antara 360 m³ hing­ga 3.600 m³.
  2. Gudang Ter­tut­up Golon­gan B memi­li­ki juga dua kri­te­ria. Per­ta­ma, luas­nya harus lebih besar dari 1.000 m² namun tidak lebih dari 2.500 m². Ked­ua kap­a­sitas peny­im­panan harus lebih dari 3.600 m³ hing­ga 9.000 m³.
  3. Gudang Ter­tut­up Golon­gan C mem­pun­yai dua kriteia tam­ba­han. Per­ta­ma, luas­nya harus lebih dari 2.500 m². Ked­ua, kap­a­sitas peny­im­panan harus lebih dari 9.000 m³.
  4. Gudang ter­tut­up Golon­gan D mem­pun­yai dua kri­te­ria yang unik. Per­ta­ma, Gudang ini berben­tuk silo atau tang­ka. Ked­ua, kap­a­sitas peny­im­panan min­i­mal 762 m³ atau setara den­gan 500 ton.

Gudang Ter­bu­ka:

  1. Gudang Ter­bu­ka adalah suatu yang memi­li­ki satu kri­te­ria, yaitu luas­nya harus min­i­mal 1.000 m².

Fungsi Gudang:

  1. Tem­pat peny­im­panan dan pemeli­haraan barang sebelum didis­tribusikan ke tujuan akhir. Gudang mem­berikan ruang yang aman dan terkon­trol untuk men­ja­ga barang tetap dalam kon­disi baik sela­ma peny­im­panan.
  2. Tem­pat penge­masan barang sebelum dikir­im ke pelang­gan atau tujuan akhir. Pada tahap ini, Gudang menye­di­akan fasil­i­tas dan per­ala­tan untuk melakukan penge­masan yang sesuai.
  3. Tem­pat pen­gelom­pokan barang, agar memu­dahkan man­a­je­men inven­to­ry, pen­gelu­aran barang, dan seba­gai fasil­i­tas supaya pen­gir­im lebih efisien dngan men­gelom­pokkan barang berdasarakan jenis, tujuan atau pesanan ter­ten­tu.
  4. Tem­pat pemenuhan pesanan (Order Ful­fill­ment), keti­ka ada pesanan masuk maka Gudang bertang­gung jawab untuk memil­ih barang yang sesuai.
  5. Titik pen­gi­r­i­man barang, sete­lah pesanan dipros­es dan barang dike­mas, Gudang men­gatur dan melak­sanakan pen­gi­r­i­man barang ke lokasi tujuan akhir. Gudang bek­er­ja sama den­gan penye­dia jasa logis­tik dan trans­portasi untuk men­gatur pros­es pen­gi­r­i­man.

Ada­pun syarat pen­ga­juan Tan­da Daf­tar Gudang (TDG) adalah seba­gai berikut:

  1. Buk­ti pem­ba­yaran PNBP.
  2. Doku­men­tasi Gudang tam­pak depan, samp­ing kiri, samp­ing kanan, belakang dan dalam Gudang.
  3. Ala­mat lokasi gudang dan titik koor­di­nat.
  4. For­mulir Data Tek­nis Tan­da Daf­tar Gudang.

Dasar Hukum:

  1. Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 5 Tahun 2021 Ten­tang Penye­leng­garaan Per­iz­inan Berusa­ha Berba­sis Risiko.
  2. Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 29 tahun 2021 Ten­tang Penye­leng­garaan Bidang Perda­gan­gan.

Urus Sertifikat Standar Terverifikasi Aktivitas Pengelolaan Kapal

Pen­gelo­laan kapal, atau ship man­age­ment, adalah serangka­ian kegiatan yang men­cakup aspek opera­sion­al, tek­nis, dan admin­is­trasi untuk men­ja­ga kapal tetap berop­erasi secara efe­sien, aman dan sesuai per­at­u­ran yang berlaku, ini meru­pakan bagian kru­sial dalam indus­tri dalam pela­yaran untuk memas­tikan arma­da kapal aman dan andal, ser­ta mem­i­ni­malkan resiko opera­sion­al dan keru­gian finasial.

Aspek Uta­ma Pen­gelo­laan Kapal

  • Man­a­je­men Tek­nis
    • Meliputi pemeli­haraan rutin, per­baikan, inpeksi tek­nis, per­si­a­pan dock­ing, penye­di­aan suku cadang, dan memas­tikan kon­disi kapal layak laut.
  • Man­a­je­men Opera­sion­al
    • Meli­batkan peren­canaan rute berla­yar, efe­sien bahan bakar, pen­gelo­laan kar­go nav­i­gasi, manu­ver, dan penan­ganan kar­go, ser­ta kepatuhan ter­hadap reg­u­lasi pela­yaran.
  • Man­a­je­men Kru
    • Memas­tikan kru memi­li­ki ketarampi­lan dan penge­tahuan yang tepat, ser­ta mematuhi semua per­at­u­ran kese­la­matan dan limgkun­gan, ini juga men­cakup rekruit­men dan pen­em­patan awak kapal.
  • Admin­strasi kapal
    • Meliputi pen­catatan, lapo­ran keuan­gan, pen­gat­u­ran asur­an­si, ser­ti­fikasi, pemenuhan per­syaratan hukum dan per­at­u­ran, ser­ta admin­is­trasi umum terkait kepemi­likan dan pen­g­op­erasian kapal.

Doku­men Per­syaratan yang wajib dipenuhi untuk men­gu­rus ser­tifkat stan­dar ter­ver­i­fikasi Aktiv­i­tas Pen­gelo­laan Kapal seba­gai berikut :

  • Memi­li­ki buk­ti kepemi­likan tem­pat usaha/sewa min­i­mal sela­ma 2 (dua) tahun, per­ala­tan kan­tor, saran dan prasarana inter­net, ser­ta per­ala­tan kese­la­matan ker­ja.
  • Memi­li­ki sis­tem man­a­ja­men mutu.
  • Memi­li­ki tena­ga ahli min­i­mal Ahli Nau­ti­ka Tingkat III (ANT-III) atau Ahli Tehni­ka Tingkat III (ATT-III) atau Diplo­mat III Ketata­lak­sanaan angku­tan Laut dan Kepelabuhan (KALK) atau Trans­portasi Laut/ Teknik Perka­palan den­gan memi­li­ki pen­gala­man den­gan pen­gala­man 5 (lima) tahun di bidang pen­gelo­laan kapal (ship man­age­ment) yang dibuk­tikan den­gan Surat Keteran­gan Ker­ja dari perusa­haan yang berg­er­ak di bidang pen­gelo­laan kapal (ship man­age­ment).
  • Surat rekomen­dasi dari penye­leng­gara pelabuhan setem­pat ter­hadap kese­im­ban­gan penye­di­aan dan per­mintaan usa­ha pen­gelo­laan kapal (ship man­age­ment) berdasarkan jum­lah perusa­haan pen­gelo­laan kapal (ship man­age­ment) dan jum­lah kun­jun­gan kapal yang berkegiatan di pelabuhan setem­pat.

Man­faat Pen­gelo­laan Kapal yang Baik

  • Kea­manan dan Kese­la­matan: Men­gu­ran­gai risiko kece­lakaan dan insi­d­en di laut.
  • Efsien­si Opera­sion­al: Memas­tikan kapal dalam kon­disi opti­mal untuk berop­erasi.
  • Kean­dalan dan Daya Tahan: Mence­gah kerusakan tak ter­duga dan mem­per­pan­jang usia pakai kapal.
  • Kepatuhan ter­hadap Per­at­u­ran: Memenuhi stan­dar inter­na­sion­al seper­ti SOLAS, MARPOL, dan ISM Code.
  • Pen­gu­ran­gan Biaya Opera­sion­al: Men­gop­ti­malkan peng­gu­naan bahan bakar dan man­a­je­men inven­taris.

Kami melayani pen­gu­ru­san Ser­i­tifkat Stan­dar ter­ver­i­fikasi kegiatan usa­ha Aktiv­i­tas Pen­gelo­laan Kapal.

Pentingnya Legalitas Perusahaan Bagi Pelaku Usaha

Legal­i­tas perusa­haan adalah semua doku­men perusa­haan yang wajib dim­i­li­ki oleh badan usa­ha dan atau perusa­haan sesuai per­at­u­ran hukum yang berlaku yang diter­bitkan oleh pemer­in­tah sesuai den­gan kewe­nan­gan­nya dan atau peja­bat ter­ten­tu yang diberikan kewe­nan­gan oleh pemer­in­tah untuk mem­bu­at doku­men hukum ter­ten­tu.

Ada­pun tujuan pem­bu­atan legal­i­tas perusa­haan adalah untuk melak­sanakan keten­tu­an per­at­u­ran seba­gaimana telah dite­tap­kan Pemer­in­tah untuk melakukan aktiv­i­tas usa­ha di selu­ruh wilayah negara kesat­u­an Repub­lik Indone­sia. Selain itu pem­bu­atan legal­i­tas perusa­haan bertu­juan untuk men­ci­patkan tert­ib admin­is­trasi secara hukum sehing­ga memu­dahkan pemer­in­tah dalam melakukan pen­gawasan dan penin­dakan apa­bi­la ter­ja­di per­masala­han hukum dalam aktiv­i­tas usa­ha.

Fungsi legal­i­tas perusa­haan adalah agar badan usa­ha dan atau pelaku usa­ha men­da­p­atkan pen­gakuan dari negara secara hukum sehing­ga kemu­di­an badan usa­ha akan men­da­p­atkan per­lin­dun­gan hukum dalam seti­ap aspek aktiv­i­tas usa­hanya.

Keten­tu­an yang men­gatur kewa­jiban pelaku usa­ha melengkapi legal­i­tas perusa­haan diatur dalam berba­gai macam atu­ran yaitu diantaranya seba­gai berikut :

  1. UU Perseroan Ter­batas
  2. UU Yayasan
  3. UU Perk­op­erasian
  4. Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD)
  5. UU Perkumpu­lan
  6. UU Ormas