Yandex Metrica Blog | Legalitas.Co.id

Kontak :

0813-1551-3353

E-mail :

admin@legalitas.co.id

Kategori: Blog

Badan Hukum Yayasan dan Tahapan Pengurusan Legalitasnya

Yayasan hadir seba­gai enti­tas yang bertu­juan menyum­bangkan wak­tu, sum­ber daya, dan dana untuk kema­juan dan kebaikan bersama. Nah, pada artikel ini akan diba­has apa saja syarat pendiri­an yayasan, doku­men apa yang per­lu diper­si­ap­kan, hing­ga prose­dur pendiri­an yayasan.

Pengert­ian Yayasan

Yayasan adalah suatu badan atau lem­ba­ga sosial yang didirikan den­gan tujuan bersi­fat sosial, kemanu­si­aan, maupun keaga­maan yang memi­li­ki per­an dalam mem­berikan kese­jahter­aan kepa­da Masyarakat.

Yayasan meru­pakan enti­tas hukum yang memi­li­ki per­an pent­ing dalam berba­gai aspek Masyarakat. Den­gan tujuan yang berpari­asi, Yayasan berper­an dalam ben­tuk dan bimbin­gan aktiv­i­tas yang bersi­fat Sosial, Pen­didikan, Kemanu­sian, Budaya, dan Lingkun­gan. Dalam esensinya, Yayasan meru­pakan wadah ora­gan­isasi nir­la­ba yang berop­erasi untuk kepentin­gan umum, den­gan tujuan yang tidak hanya men­gun­tungkan indi­vidu atau kelom­pok ter­ten­tu, tetapi juga Masyarakat luas.

Fungsi Yayasan


Fungsi uta­ma Yayasan adalah seba­gai peng­ger­ak peruba­han posi­tif bagi Masyarakat den­gan mer­an­cang dan melak­sanakan pro­gram-pro­gram yang berfokus pada pen­ingkatan kual­i­tas hidup manu­sia.

Dasar Hukum Yayasan

  1. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 ten­tang Yayasan;
  2. Undang-undang Nomor 28 Tahun 2004 ten­tang peruba­han atas Undang-undang Nomor 16 tahun 2001 ten­tang Yayasan;

Syarat Pendiri­an Yayasan


Dalam tahap ini anda menyi­ap­kan selu­ruh doku­men yang per­lu untuk pendaf­taran Yayasan.

  1. Nama Yayasan : Pesan nama Yayasan tidak boleh sama den­gan nama Yayasan yang sudah ada sebelum­nya. Oleh kare­na itu sebaiknya anda per­lu menyi­ap­kan ter­lebih dahu­lu beber­a­pa alter­natif nama yang ingin anda gunakan.
  2. Visi dan Misi Yayasan : Sesuai den­gan fungsinya, Yayasan hanya diizinkan untuk visi misi di bidang Sosial, Kemanu­si­aan, dan Keaga­maan. Oleh kare­na itu,pastikan anda dan rekan pendiri Yayasan ter­lebih dahu­lu menge­tahui apa mak­sud dan tujuan kegiatan Yayasan yang akan dilakukan sete­lah Yayasan berdiri.
  3. Struk­tur atau Ora­gan Yayasan : Stuk­tur atau organ Yayasan ter­diri dari Pem­bi­na, pen­gu­rus, ser­ta pen­gawas yang ten­tun­ya memi­li­ki tugas, p[eran dan kewe­nan­gan jabatan yang berbe­da-beda.

Kekayaan yang Dip­isahkan


Berbe­da den­gan badan lain­nya, modal awal yayasan dise­but seba­gai kekayaan awal dan harus dip­isahkan dari har­ta para pendiri yayasan.

Ada­pun besar kekayaan awal berdasarkan yang dite­tap­kan oleh Per­at­u­ran Pemer­in­tah Repub­lik Indone­sia No. 2/2013 ten­tang Peruba­han atas Per­at­u­ran Pemer­in­tah No. 63 Tahun 2008 men­ge­nai Pelak­sanaan undang-Undang ten­tang Yayasan yaitu :


(1) Kekayaan awal atau modal awal yayasan yang didirikan oleh orang asli Indone­sia, berasal dari kekayaan yang telah dip­isahkan dari har­ta kekayaan prib­a­di selu­ruh anggota pendiri yayasan, pal­ing sedik­it seni­lai Rp 10.000.000,00 (sepu­luh juta rupi­ah).


(2) Kekayaan awal atau modal awal yayasan yang didirikan oleh war­ga negara asing atau orang asing bersama den­gan orang Indone­sia, berasal dari har­ta dan kekayaan prib­a­di selu­ruh pendiri yayasan yang telah dip­isahkan, pal­ing sedik­it seni­lai Rp. 100.000.000,00 (ser­a­tus juta rupi­ah).

Domisili Yayasan


Yang mem­be­dakan yayasan den­gan PT maupun CV adalah yayasan tidak boleh meng­gu­nakan kan­tor vir­tu­al (vir­tu­al office). Yayasan wajib memi­li­ki tem­pat domisili fisik guna men­jalankan selu­ruh kegiatan yayasan secara memadai.

Di area DKI Jakar­ta, yayasan dap­at meng­gu­nakan domisili tem­pat ting­gal atau rumah den­gan syarat titik koor­di­nat domisili yayasan masih ter­ma­suk dalam batasan R3-R5.

Per­mo­ho­nan Tan­da Daf­tar Yayasan


Berdasarkan pedo­man pada Per­at­u­ran Guber­nur Provin­si DKI Jakar­ta No. 6 Tahun 2021 men­ge­nai Tata Cara Pendaf­taran Lem­ba­ga Kese­jahter­aan Sosial (Per­gub No. 6 Tahun 2021), Tan­da Daf­tar Yayasan adalah salah satu tan­da legal­i­tas yang dim­i­li­ki oleh yayasan yang bera­da di wilayah DKI Jakar­ta.

Tan­da Daf­tar Yayasan memi­li­ki fungsi untuk meny­atakan bah­wa yayasan adalah suatu badan hukum yang benar keber­adaanya dan telah terdaf­tar dalam Dinas Sosial atau Dinas Keaga­maan sesuai den­gan domisili terdaf­tarnya yayasan.

Ada­pun kelengka­pan berkas yang per­lu disi­ap­kan guna men­ga­jukan Tan­da Daf­tar Yayasan adalah seba­gai berikut :

  1. akta pendiri­an yayasan, NPWP dan NIB yayasan;
  2. KTP selu­ruh anggota pen­gu­rus;
  3. buk­ti kepemi­likan atau sewa domisili yayasan;
  4. surat per­mo­ho­nan dan surat kuasa (apa­bi­la per­mo­ho­nan dikuasakan kepa­da pihak lain);
  5. pro­file yayasan; dan
  6. pro­gram ker­ja tahu­nan yayasan yang telah ditan­datan­gani oleh anggota pen­gu­rus ser­ta dibubuhi stem­pel yayasan;
  7. susunan pen­gu­rus ser­ta ura­ian tugas­nya;
  8. daf­tar unit pelayanan sosial yayasan dan ren­cana jum­lah war­ga binaan sosial;
  9. pas­fo­to berwar­na pimp­inan;
  10. daf­tar peker­ja sosial;

Per­mo­ho­nan Izin Opera­sion­al Yayasan

Selain harus memi­li­ki Tan­da Daf­tar, yayasan juga wajib memi­li­ki Izin Opera­sion­al Yayasan. Sebelum melakukan per­mo­ho­nan izin opera­sion­al, yayasan harus memi­li­ki Tan­da Daf­tar Yayasan ter­lebih dahu­lu.

Berikut adalah doku­men yang harus disi­ap­kan guna per­mo­ho­nan Izin Opera­sion­al Yayasan:

  1. Akta Pendiri­an Yayasan, NPWP ser­ta NIB yayasan;
  2. KTP Para Anggota dan Pen­gu­rus Yayasan;
  3. Buk­ti kepemi­likan atau sewa domisili yayasan;
  4. Surat per­mo­ho­nan ser­ta surat kuasa (apa­bi­la per­mo­ho­nan dikuasakan);
  5. Tan­da Daf­tar Yayasan;
  6. Pro­pos­al tek­nis pen­gelo­laan yayasan;
  7. Susunan selu­ruh pen­gu­rus yayasan (ket­ua, sekre­taris, dan ben­da­hara);
  8. Rangka­ian pro­gram ker­ja yayasan;
  9. Unit pelayanan sosial yang ada dalam yayasan dan jum­lah war­ga binaan;
  10. Daf­tar inven­taris yayasan;
  11. Sum­ber dana yayasan;
  12. Daf­tar selu­ruh peker­ja sosial; dan
  13. Pas foto ket­ua yayasan den­gan latar belakang war­na mer­ah.

Ini Tahapan Mengurus Sertifikasi Usaha Konstruksi Yang Perlu Diketahui

Seir­ing den­gan bertum­buh­nya sek­tor kon­struk­si di Indone­sia, ten­tu semakin banyak pen­gusa­ha yang ingin ter­jun kedunia bis­nis terse­but. Tidak her­an jika banyak pebis­nis di era mile­nial ini banyak men­gu­rus izin jasa kon­struk­si ataupun izin jasa kon­struk­si asing.

SIUJK ini meru­pakan singkatan dari Surat Izin Usa­ha Jasa Kon­struk­si, yang Dimana harus dim­i­li­ki oleh pen­gusa­ha kon­struk­si. Yang mana SIUJK ini meru­pakan sah­nya suatu badan hukum yang berg­er­ak di bidang kon­struk­si dan bisa dijadikan seba­gai penan­da bah­wa sebuah Perusa­haan diang­gap mam­pu menger­jakan sebuah proyek sesuai den­gan kual­i­fikasinya.

Klasi­fikasi Badan Usa­ha Jasa Kon­strus­ki


Berdasarkan keten­tu­an Undang-Undang Cip­ta Ker­ja, kual­i­fikasi SBU dirubah seba­gai berikut :\

  1. KECIL den­gan nilai proyek sam­pai 15 Mil­liar.
  2. MENENGAH den­gan nilai proyek sam­pai 50 Mil­liar.
  3. BESAR den­gan nilai proyek diatas 50 Mil­liar

Langkah Pen­ga­juan SIUJK

Ada beber­a­pa taha­pan yang harus dilakukan sebelum men­ga­jukan melalui sis­tem OSS, seba­gai berikut :

I. Pendaf­tran Tena­ga Ahli/Terampil (SKK/SKT)

Untuk men­da­p­atkan ser­ti­fikat tena­ga ahli harus dilengkapi den­gan doku­men seba­gi berikut;

  1. Fotokopi Ijazah
  2. Daf­tar Pen­gala­man Ker­ja
  3. Kom­pe­ten­si Ker­ja pemo­hon
  4. Sali­nan e‑KTP
  5. Fotokopi NPWP Per­oran­gan
  6. Surat Perny­taan Bah­wa semua data yang diberikan adalah benar
  7. Pemerik­saan Lang­sung Oleh pihak SIKI LPJK Nasion­al.

II. Pen­gu­ru­san SBU


Ser­tikat Badan Usa­ha (SBU) meru­pakan salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk dap­at dilakukan pener­bi­tan SIUJK melalui sis­tem OSS. Berikut syarat doku­men yang diper­lukan :

  1. Legal­i­tas Dasar Badan Usa­ha
  2. KTA yang ter­akred­i­tasi
  3. SKK/SKT
  4. Lapo­ran Keuan­gan Perusa­haan
  5. Struk­tur Organ­isasi Perusa­haan
  6. Fotokopi e‑KTP dan KK Pendiri Perusa­haan
  7. Pas Foto Penang­gung Jawab 4x6 4 Lem­bar

Ter­da­p­at beber­a­pa fak­tor klasi­fikasi dan kual­i­fikasi usa­ha ser­ta jenis ser­ti­fikasi yang diper­lukan, namun secara umum, ser­ti­fikasi usa­ha kon­struk­si meli­batkan beber­a­pa taha­pan seba­gai berikut :

  1. Pendaf­taran Keang­gotaan Asosi­asi
  2. Ver­i­fikasi dan Eval­u­asi dari LSBU ( Lem­ba­ga Ser­ti­fikasi Badan Usa­ha )
  3. Pener­bi­tan Ser­ti­fikasi Badan Usa­ha
  4. Ver­i­fikasi Ser­ti­fikat Stan­dar SIUJK di OSS “ setealah semua per­syaratan legkap, ter­ma­suk SBU dan SKA maka bisa men­ga­jukan per­mo­ho­nan ver­i­fikasi stan­dar di OSS, pros­es ver­i­fikasi stan­dar di OSS akan dim­u­lai sete­lah Perusa­haan dini­lai telah memenuhi selu­ruh per­syaratan yang mem­bu­tuhkan wak­tu kurang lebih 4–6 ming­gu. Jika Perusa­haan jasa kon­struk­si yang ditun­juk sudah melakukan ver­i­fikasi ser­ti­fikat stan­dar di OSS maka hal terse­but bisa memu­dahkan Perusa­haan untuk mengiku­ti ten­der proyek kon­struk­si untuk beragam bidang.

Demikian pen­je­lasan singkat ten­tang SIUJK adalah jenis surat izin yang harus dim­i­li­ki oleh semua pebis­nis dibidang kon­struk­si.

Syarat Dokumen Pemenuhan Komitmen Sertifkat Standar OSS Jasa Pengurusan Transportasi (JPT)

Doku­men yang harus dipenuhi untuk men­gu­rus Pemenuhan Komit­men Ser­tifkat Stan­dar OSS Jasa Pen­gu­ru­san Trans­portasi (JPT) KBLI 52291 seba­gai berikut :

  1. Copy Akta Notaris PT, Pendiri­an dan semua peruba­han­nya.
  2. Copy SK Kemenkumhan RI, pendiri­an dan semua peruba­han­nya.
  3. Copy Kar­tu dan lem­bar SKT Pajak PT.
  4. Copy NIB OSS
  5. Copy Ser­ti­fikat Penang­gung Jawab tek­nis Bidang Trans­portasi
  6. Daf­tar Riway­at Hidup Penang­gung Jawab.
  7. Copy buk­ti per­jan­jian ker­ja den­gan Penang­gung jawab tek­nis.
  8. Copy buk­ti kepemi­likan Arma­da angkut
  9. Copy buk­ti kepemi­likan kan­tor.
  10. Doku­men­tasi foto kan­tor tam­pak luar dan tam­pak dalam.
  11. Surat Rekomen­dasi dari Otori­tas Trans­portasi di wilayah setem­pat.
  12. Doku­men lain apa­bi­la diper­lukan. 

Prosedur Penerbitan Izin Usaha Jasa Konstruksi Melalui Sistem OSS RBA

Berdasarkan Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 5 Tahun 2021 ten­tang Penye­leng­garaan Per­iz­inan Berusa­ha Berba­sis Risiko dan Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 14 Tahun 2021 ten­tang Peruba­han Atas Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 22 Tahun 2020 ten­tang Per­at­u­ran Pelak­sanaan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 ten­tang Jasa Kon­struk­si, per­syaratan per­iz­inan berusa­ha untuk badan usa­ha Jasa Kon­struk­si meliputi NIB dan Ser­ti­fikat Stan­dar yang dalam hal ini yaitu Ser­ti­fikat Badan Usa­ha (SBU).

1. Pros­es Per­mo­ho­nan NIB

Pen­ga­juan per­mo­ho­nan NIB melalui sis­tem OSS RBA.

2. Pros­es Per­mo­ho­nan SBU

  1. Per­mo­ho­nan SBU dilakukan den­gan cara men­ga­jukan pemenuhan per­syaratan PB UMKU pada Sis­tem OSS RBA yang ter­hubung den­gan SIJK Ter­in­te­grasi.
  2. Pemo­hon harus men­ja­di anggota asosi­asi badan usa­ha Jasa Kon­struk­si yang terdaf­tar di LPJK.
  3. Pemo­hon melengkapi data dan doku­men per­syaratan ser­ti­fikasi badan usa­ha melalui SIJK Ter­in­te­grasi.
  4. Data dan doku­men per­syaratan ser­ti­fikasi badan usa­ha memu­at:
    • Data pen­jualan tahu­nan;
    • Data kemam­puan keuan­gan;
    • Data keterse­di­aan tena­ga ker­ja kon­struk­si;
    • Data kemam­puan dalam menye­di­akan Per­ala­tan kon­struk­si;
    • Data Pen­er­a­pan Sis­tem Man­a­je­men Mutu;
    • Data Pen­er­a­pan Sis­tem Man­a­je­men Anti Penyua­pan.
  5. Pemo­hon mene­tap­kan data pen­jualan tahu­nan, data keterse­di­aan tena­ga ker­ja kon­struk­si, dan data kemam­puan dalam menye­di­akan Per­ala­tan kon­struk­si seba­gaimana dimak­sud pada huruf d angka 1), angka 3), dan angka 4) yang telah ter­catat dalam SIJK Ter­in­te­grasi untuk pemenuhan per­syaratan ser­ti­fikasi badan usa­ha.
  6. Pemo­hon melengkapi per­syaratan seba­gaimana dimak­sud pada huruf d angka 1), angka 2), dan angka 3) pal­ing lam­bat 5 (lima) hari ter­hadap per­syaratan yang belum ter­penuhi sejak men­da­p­at noti­fikasi dari LSBU melalui SIJK Ter­in­te­grasi.
  7. Pemo­hon menyam­paikan data Sis­tem Man­a­je­men Mutu dan Sis­tem Mane­je­men Anti Penyua­pan seba­gaimana dimak­sud pada huruf d angka 5) dan angka 6) untuk pemenuhan per­syaratan ser­ti­fikasi badan usa­ha yang belum ter­catat dalam SIJK Ter­in­te­grasi.
  8. Peni­la­ian kelayakan keterse­di­aan tena­ga ker­ja kon­struk­si seba­gaimana pada huruf d dilakukan ter­hadap pemenuhan per­syaratan SKK Kon­struk­si pada Penang­gung Jawab Tek­nis Badan Usa­ha (PJTBU) dan Penang­gung Jawab Sub­klasi­fikasi Badan Usa­ha (PJSKBU) dilak­sanakan sesuai klasi­fikasi, sub­klasi­fikasi, dan kual­i­fikasi tena­ga ker­ja kon­struk­si sesuai den­gan per­at­u­ran perun­dang-undan­gan.
  9. Dalam hal penyetaraan atau kon­ver­si klasi­fikasi, sub­klasi­fikasi, dan kual­i­fikasi tena­ga ker­ja kon­struk­si sesuai den­gan per­at­u­ran perun­dang-undan­gan seba­gaimana dimak­sud pada huruf h belum dite­tap­kan, maka pemenuhan per­syaratan Ser­ti­fikat Kom­pe­ten­si Ker­ja (SKK) Kon­struk­si pada Penang­gung Jawab Tek­nis Badan Usa­ha (PJTBU) dan Penang­gung Jawab Sub­klasi­fikasi Badan Usa­ha (PJSKBU) men­gacu kepa­da keten­tu­an dalam Lam­pi­ran yang meru­pakan bagian tidak ter­pisahkan dari Surat Edaran ini.
  10. Dalam hal pemenuhan keterse­di­aan tena­ga ker­ja pada PJTBU dan PJSKBU seba­gaimana huruf h tidak dap­at dipenuhi den­gan tena­ga ker­ja yang sesuai den­gan sub­klasi­fikasi tena­ga ker­ja yang disyaratkan sesuai per­at­u­ran perun­dang-undan­gan maka peni­la­ian dap­at dilak­sanakan sesuai den­gan pemenuhan kesesua­ian klasi­fikasi dan kual­i­fikasi tena­ga ker­ja.
  11. Data seba­gaimana pada huruf g, huruf h, dan huruf i yang telah digu­nakan untuk pemenuhan sub­klasi­fikasi usa­ha ter­ten­tu tidak dap­at digu­nakan untuk pemenuhan per­syaratan sub­klasi­fikasi lain­nya.
  12. LSBU menu­gaskan Asesor Badan Usa­ha (ABU) yang memi­li­ki kom­pe­ten­si sesuai Stan­dar Kom­pe­ten­si Ker­ja (SKK) Khusus Asesor Badan Usa­ha Jasa Kon­struk­si yang dite­tap­kan Unit Organ­isasi yang mem­bidan­gi Jasa Kon­struk­si dan direg­is­trasi oleh Kementer­ian Kete­na­gak­er­jaan.
  13. LSBU menyam­paikan hasil pelak­sanaan ser­ti­fikasi dan data terkait kepa­da LPJK seba­gaimana diatur dalam Stan­dar Ske­ma Ser­ti­fikasi Badan Usa­ha Jasa Kon­struk­si.
  14. Data seba­gaimana dimak­sud pada huruf m sete­lah pelak­sanaan ser­ti­fikasi ter­catat pada SIJK Ter­in­te­grasi.
  15. LSBU mener­bitkan rekomen­dasi rin­cian kual­i­fikasi dan sub­klasi­fikasi kepa­da LPJK.
  16. LPJK melakukan penomoran dan pen­catatan SBU pada SIJK Ter­in­te­grasi.
  17. SIUJK Ter­in­te­grasi meno­ti­fikasi OSS RBA dan Pemegang Hak Akses Kementer­ian PUPR dan men­gir­imkan Data SBU ke OSS RBA.
  18. Pemo­hon mener­i­ma doku­men PB UMKU beru­pa SBU dari sys­tem OSS RBA.
  19. LSBU mem­pros­es per­mo­ho­nan SBU pelaku usa­ha yang belum dap­at memenuhi per­syaratan per­ala­tan kon­struk­si, pen­er­a­pan Sis­tem Man­a­je­men Mutu, dan Sis­tem Man­a­je­men Anti Penyua­pan berdasarkan surat perny­ataan pemenuhan komit­men sesuai for­mat pada stan­dar ske­ma ser­ti­fikasi badan usa­ha yang dis­am­paikan pelaku usa­ha kepa­da LSBU meng­gu­nakan akses Sin­gle Sign On (SSO) pada Sis­tem OSS yang ter­hubung den­gan SIJK Ter­in­te­grasi.
  20. Pelaku usa­ha menyam­paikan pemenuhan komit­men seba­gaimana dimak­sud pada angka 19 :
    • Penye­di­aan per­ala­tan kon­struk­si pal­ing lam­bat 30 (tiga puluh) hari kalen­der sejak SBU diter­bitkan;
    • Sis­tem Man­a­je­men Mutu pal­ing lam­bat 1 (satu) tahun sejak SBU diter­bitkan;
    • Sis­tem Man­a­je­men Anti Penyua­pan pal­ing lam­bat 3 (tiga) tahun sejak SBU kual­i­fikasi kecil diter­bitkan;
    • Sis­tem Man­a­je­men Anti Penyua­pan pal­ing lam­bat 2 (dua) tahun sejak SBU kual­i­fikasi menen­gah diter­bitkan; dan
    • Sis­tem Man­a­je­men Anti Penyua­pan pal­ing lam­bat 1 (satu) tahun sejak SBU kual­i­fikasi besar diter­bitkan.
  21. Pelaku usa­ha yang belum dap­at memenuhi komit­men seba­gaimana dimak­sud pada huruf s harus memenuhi komit­men sesuai den­gan batas wak­tu seba­gaimana dimak­sud pada angka 20.

3. Pros­es Ver­i­fikasi dan Per­se­tu­juan Ser­ti­fikat Stan­dar Badan Usa­ha Jasa Kon­struk­si

  1. Pemo­hon men­gung­gah doku­men PB UMKU seba­gaimana dimak­sud pada angka 2 huruf r ke Sis­tem OSS RBA seba­gai pemenuhan stan­dar usaha/persyaratan Ser­ti­fikat Stan­dar.
  2. Pemegang hak akses OSS RBA di Kementer­ian PUPR melakukan pros­es ver­i­fikasi dan per­se­tu­juan doku­men PB UMKU untuk pemenuhan per­syaratan Ser­ti­fikat Stan­dar pada sis­tem OSS RBA.
  3. Doku­men NIB dan Ser­ti­fikat Stan­dar ter­ver­i­fikasi ter­bit melalui sis­tem OSS RBA.
  4. Tata cara pemenuhan per­syaratan Per­iz­inan Berusa­ha Badan Usa­ha Jasa Kon­struk­si melalui sis­tem OSS RBA secara rin­ci ter­can­tum dalam Lam­pi­ran yang meru­pakan bagian tidak ter­pisahkan dari Surat Edaran ini.
  5. For­mat doku­men PB UMKU/SBU seba­gaimana dimak­sud pada huruf a dan Ser­ti­fikat Stan­dar ter­ver­i­fikasi seba­gaimana dimak­sud pada huruf c untuk Badan Usa­ha Jasa Kon­struk­si seba­gaimana ter­can­tum dalam Lam­pi­ran yang meru­pakan bagian tidak ter­pisahkan dari Surat Edaran ini.

4. Per­pan­jan­gan dan Peruba­han data SBU

Per­mo­ho­nan per­pan­jan­gan dan peruba­han data SBU meng­gu­nakan Kual­i­fikasi, Klasi­fikasi, dan Sub­klasi­fikasi Usa­ha Jasa Kon­struk­si KBLI 2020, dis­am­paikan kepa­da LSBU melalui sis­tem OSS RBA yang ter­hubung den­gan SIJK Ter­in­te­grasi.

5. Penyetaraan Kual­i­fikasi, Klasi­fikasi, dan Sub­klasi­fikasi

  1. Badan Usa­ha Jasa Kon­struk­si yang men­ga­jukan per­mo­ho­nan per­pan­jan­gan dan peruba­han data terkait sub­klasi­fikasi harus memil­ih sub­klasi­fikasi KBLI 2020 sesuai den­gan kri­te­ria peni­la­ian kemam­puan berusa­ha.
  2. Acuan penyetaraan sub­klasi­fikasi dan klasi­fikasi KBLI 2015 men­ja­di sub­klasi­fikasi KBLI 2020 seba­gaimana ter­can­tum pada Lam­pi­ran yang meru­pakan bagian tidak ter­pisahkan dari Surat Edaran ini.

6. Keten­tu­an Lain­nya

  1. Per­mo­ho­nan SBU yang dia­jukan sebelum LSBU berop­erasi yang tidak memenuhi per­syaratan akan dikem­ba­likan dan untuk selan­jut­nya pen­ga­juan ser­ti­fikasi melalui pemenuhan per­syaratan PB UMKU pada Sis­tem OSS RBA yang ter­hubung den­gan SIJK Ter­in­te­grasi.
  2. Badan Usa­ha yang telah mema­sukan per­mo­ho­nan ser­ti­fikasi kepa­da Tim Penye­leng­gara Ser­ti­fikasi LPJK dap­at memindahkan per­mo­ho­nan­nya kepa­da LSBU melalui sis­tem OSS RBA.
  3. LPJK tetap melakukan layanan per­mo­ho­nan peruba­han data yang dilakukan tan­pa pros­es ases­men atau peni­la­ian kri­te­ria oleh LSBU­meng­gu­nakan akses Sin­gle Sign On (SSO) pada Sis­tem OSS RBA yang ter­hubung den­gan SIJK Ter­in­te­grasi dan tidak dike­nakan biaya.

Syarat Perpanjang Masa Berlaku Izin Usaha Pertambangan Batubara

Per­syaratan yang wajib dil­am­pirkan untuk men­ga­jukan per­pan­jan­gan masa berlaku izin usa­ha per­tam­ban­gan batubara seba­gai berikut :

  1. Sali­nan SK IUP (IUP Operasi Pro­duk­si)
  2. Detail struk­tur pemegang saham perusa­haan tam­bang sam­pai den­gan Ben­e­fi­cial Own­er (Pener­i­ma Man­faat ter­akhir) ter­ma­suk direk­si dan komis­aris seta NPWP dari mas­ing-mas­ing perusa­haan ser­ta Surat perny­ataan (asli) dari direk­tur perusa­haan pemo­hon per­iz­inan bah­wa data-data ben­e­fi­cial own­er­ship (BO) / pener­i­ma man­faat akhir yang dis­am­paikan adalah benar.
  3. For­mat syarat No. 2 sesuai den­gan for­mat yang ada dalam laman web­site minerba.esdm.go.id
  4. Disampaikan/melampirkan pindai (scan) doku­men seba­gai berikut :
    • Pindai (scan) doku­men NPWP/Tax ID
    • Surat perny­ataan ditan­datan­gani oleh Direk­si di atas mat­erai dan cap badan usa­ha
    • Pindai (scan) doku­men KTP.
    • Peta usu­lan WIUP/WIUPK per­pan­jan­gan tahap kegiatan Operasi Pro­duk­si yang dilengkapi den­gan daf­tar koor­di­nat beru­pa garis lin­tang dan garis bujur sesuai sis­tem infor­masi geografis yang berlaku secara nasion­al.
  5. Lapo­ran akhir tahap kegiatan operasi pro­duk­si
  6. Ren­cana Ker­ja sela­ma masa per­pan­jan­gan
  7. Ner­a­ca sum­ber daya dan cadan­gan.
  8. Lapo­ran pelak­sanaan pen­gelo­laan lingkun­gan dan rekla­masi.
  9. Buk­ti pelu­nasan iuran tetap dan iuran pro­duk­si atau pajak daer­ah bagi IUP komod­i­tas min­er­al non logam dan bat­u­an beru­pa buk­ti setor sesuai keten­tu­an per­at­u­ran perun­dang-undan­gan, sela­ma 3 (tiga) tahun ter­akhir