Yandex Metrica Blog | Legalitas.Co.id

Kontak :

0813-1551-3353

E-mail :

admin@legalitas.co.id

Kategori: Blog

Peralihan Layanan Perizinan Migas

Berdasarkan Surat Edaran Menteri Investasi/Kepala BKPM Nomor 17 Tahun 2021 Tang­gal 27 Juli 2021 Ten­tang Per­al­i­han Penye­leng­garaan Per­iz­inan Berusa­ha Berba­sis Risiko Melalui Sis­tem OSS, maka 68 KBLI sesuai den­gan PP 5 Tahun 2021 mulai tang­gal 2 Agus­tus 2021 per­mo­ho­nan layanan per­iz­inan dial­ihkan melalui https://oss.go.id.

Layanan berusa­ha yang akan dial­ihkan ke https://oss.go.id antara lain :

  1. Izin Survei Umum Migas
  2. Izin Pen­go­la­han Migas
  3. Izin Peny­im­panan Migas
  4. Izin Nia­ga Migas
  5. Izin Usa­ha Per­tam­ban­gan
  6. Izin Usa­ha Per­tam­ban­gan Khusus
  7. Izin Usa­ha Per­tam­ban­gan Khusus Seba­gai Kelan­ju­tan Operasi
  8. Izin Pen­gangku­tan dan Pen­jualan Miner­ba
  9. Izin Usa­ha Jasa Per­tam­ban­gan
  10. Izin Per­tam­ban­gan Raky­at
  11. Izin Panas Bumi
  12. Izin Usa­ha Bahan Bakar Nabati
  13. Izin Usa­ha Penye­di­aan Tena­ga Listrik Kepentin­gan Umum
  14. Izin Usa­ha Jasa Penun­jang Tena­ga Listrik
  15. Izin Pen­jualan Listrik Lin­tas Negara
  16. Izin pem­be­lian Tena­ga Listrik Lin­tas Negara
  17. Izin Interkonek­si Tena­ga Listrik Lin­tas Negara

Syarat Urus Sertifkat Standar Usaha Jasa Pengurusan Transportasi Melalui OSS RBA

Dasar Hukum :

Per­me­n­hub RI No. 12 Tahun 2021 ten­tang Stan­dar Kegiatan Usa­ha dan Pro­duk Pada Penye­leng­garaan Per­iz­inan Berusa­ha Berba­sis Risiko Sek­tor Per­hubun­gan.

Ruang Lingkup :

Stan­dar usa­ha ini memu­at pen­gat­u­ran terkait den­gan aktiv­i­tas: pen­gi­r­i­man dan atau pengepakan barang dalam vol­ume besar, melalui angku­tan kere­ta api, angku­tan darat, angku­tan laut maupun angku­tan udara.

Syarat Umum :

  1. Per­syaratan yang dis­esuaikan den­gan keten­tu­an Lem­ba­ga OSS;
  2. Memi­li­ki buk­ti kepemi­likan tem­pat usaha/sewa min­i­mal sela­ma 2 (dua) tahun, per­ala­tan kan­tor, sarana dan prasarana inter­net, ser­ta per­ala­tan kese­la­matan;
  3. Durasi wak­tu pemenuhan per­iz­inan berusa­ha sesuai den­gan keten­tu­an lem­ba­ga OSS.

Per­syaratan Khusus Usa­ha :

A. Pelaku usa­ha Penana­man Modal Dalam Negeri melakukan pemenuhan per­syaratan, yaitu:

  1. Memi­li­ki tena­ga ker­ja ahli War­ga Negara Indone­sia beri­jazah min­i­mum D‑III Pelayaran/ Mar­itim / Penerbangan/ Transportasi/ IATA Diploma/ FIATA Diplo­ma, S‑l Logis­tik atau ser­ti­fikat kom­pe­ten­si pro­fe­si di bidang for­warder atau man­a­je­men sup­ply chain atau ser­ti­fikat ahli kepabeanan atau kepelabuhanan (alter­natif atau kumu­latif) den­gan pen­gala­man 5 (lima) tahun dibidang Jasa Pen­gu­ru­san Trans­portasi;
  2. Memi­li­ki atau men­gua­sai kendaraan opera­sion­al min­i­mal roda 4 (empat) yang dibuk­tikan den­gan buk­ti kepemi­likan atau sewa yang sah;
  3. Memi­li­ki sis­tem per­ala­tan perangkat lunak dan keras ser­ta sis­tem infor­masi dan komu­nikasi yang ter­in­te­grasi den­gan sis­tem infor­masi darat, laut, udara, atau perk­ere­taapi­an sesuai den­gan perkem­ban­gan teknolo­gi;
  4. Memi­li­ki dan/atau men­gua­sai Gudang sesuai den­gan kebu­tuhan­nya;
  5. Surat rekomen­dasi dari otori­tas trans­portasi wilayah setem­pat Ter­hadap kese­im­ban­gan penye­di­aan dan per­mintaan usa­ha Jasa Pen­gu­ru­san Trans­portasi berdasarkan jum­lah perusa­haan Jasa Pen­gu­ru­san Trans­portasi yang berkegiatan di wilayah setem­pat.

B. Pelaku usa­ha Penana­man Modal Asing melakukan pemenuhan per­syaratan, yaitu:

  1. Memi­li­ki tena­ga ker­ja ahli War­ga Negara Indone­sia beri­jazah min­i­mum D‑III Pelayaran/ Mar­itim / Penerbangan/ Transportasi/ IATA Diploma/ FIATA Diplo­ma, S‑l Logis­tik yang dis­e­tarakan atau ser­ti­fikat kom­pe­ten­si pro­fe­si di bidang for­warder atau man­a­je­men sup­ply chain atau ser­ti­fikat ahli kepabeanan atau kepelabuhanan (alter­natif atau kumu­latif) den­gan pen­gala­man 5 (lima) tahun dibidang jasa Pen­gu­ru­san trans­portasi;
  2. Memi­li­ki atau men­gua­sai kendaraan opera­sion­al min­i­mal roda 4 (empat) yang dibuk­tikan den­gan buk­ti kepemi­likan atau sewa yang sah;
  3. Memi­li­ki sis­tem per­ala­tan perangkat lunak dan keras ser­ta sis­tem infor­masi dan komu­nikasi yang ter­in­te­grasi den­gan sis­tem infor­masi darat, laut, udara, atau perk­ere­taapi­an sesuai den­gan perkem­ban­gan teknolo­gi;
  4. Memi­li­ki dan/atau men­gua­sai Gudang sesuai den­gan kebu­tuhan­nya;
  5. Surat rekomen­dasi dari otori­tas trans­portasi wilayah setem­pat Ter­hadap kese­im­ban­gan penye­di­aan dan per­mintaan usa­ha jasa Pen­gu­ru­san trans­portasi berdasarkan jum­lah perusa­haan jasa pen­gu­ru­san trans­portasi yang berkegiatan di wilayah setem­pat;
  6. Penana­man modal asing untuk usa­ha jasa pen­gu­ru­san trans­portasi dilakukan sesuai keten­tu­an per­at­u­ran perun­dan­gun­dan­gan di bidang usa­ha penana­man modal

Syarat lain ben­tuk perusa­haan :

  1. Ben­tuk Perseroan Ter­batas den­gan KBLI Sin­gle Pur­pose
  2. Kegiatan usa­ha jasa pen­gu­ru­san trans­portasi seba­gaimana dimak­sud pada pasal 12  ayat (1) Per­at­u­ran Pemer­in­tah Repub­lik Indone­sia Nomor 31 Tahun 2o21 Ten­tang Penye­leng­garaan Bidang Pela­yaran  dilakukan oleh Badan Usa­ha yang didirikan khusus untuk usa­ha jasa pen­gu­ru­san trans­portasi.
  3. Berlaku keten­tu­an Pasal 6 ayat (4) huruf d Per­me­n­hub No. 49 Tahun 2017 ten­tang Penye­leng­garaan dan Pen­gusa­haan Jasa Pen­gu­ru­san Trans­portasi yaitu untuk perusa­haan dalam negeri memi­li­ki modal pal­ing sedik­it Rp. 1.200.000.000,- (satu mil­liar dua ratus juta rupi­ah) dan pal­ing sedik­it 25% dari modal dasar harus ditem­patkan dan dis­e­tor penuh den­gan buk­ti penyetoran yang sah.
  4. Berlaku keten­tu­an Pasal 8 ayat (1) huruf d Per­me­n­hub No. 49 Tahun 2017 ten­tang Penye­leng­garaan dan Pen­gusa­haan Jasa Pen­gu­ru­san Trans­portasi yaitu untuk perusa­haan dalam rang­ka Penana­man Modal Asing memi­li­ki izin penana­man modal asing den­gan inves­tasi pal­ing sedik­it $ US 4.000.000,- (empat juta dol­lar ameri­ka serikat) dan pal­ing sedik­it 25% dari modal dasar harus ditem­patkan dan dis­e­tor penuh den­gan buk­ti penyetoran yang sah.

Pelayanan Jasa Pen­gu­ru­san Trans­portasi :

  1. Pener­i­maan;
  2. Pen­gelo­laan peny­im­panan;
  3. Sor­tasi;
  4. Pengepakan;
  5. Penan­daan;
  6. Pen­guku­ran;
  7. Pen­im­ban­gan;
  8. Pen­gelo­laan trans­portasi;
  9. Pener­bi­tan doku­men angku­tan barang melalui moda trans­portasi darat, laut, dan/atau udara;
  10. Pen­gu­ru­san penye­le­sa­ian doku­men;
  11. Peme­sanan ruan­gan pen­gangkut;
  12. Pen­gi­r­i­man;
  13. Pen­gelo­laan pendis­tribu­sian;
  14. Per­hi­tun­gan biaya angku­tan dan logis­tik;
  15. Klaim;
  16. Asur­an­si atas pen­gi­r­i­man barang;
  17. Penye­le­sa­ian tag­i­han dan biaya lain­nya yang diper­lukan;
  18. Penye­di­aan sis­tem infor­masi dan komu­nikasi;
  19. Layanan logis­tik penye­di­aan layanan logis­tik di pasar nasion­al dan inter­na­sion­al secara kon­ven­sion­al dan/atau elek­tron­ik;
  20. Penye­di­aan e‑commerce, teknolo­gi inter­netyang meng­gu­nakan sis­tem satelit yang memu­ngkinkan pela­cakan real-time barang;
  21. Pen­gangkut kon­trak­tu­al atau non ves­sel oper­a­tor com­mon car­ri­er (NVOCC); dan
  22. Barang khusus bawaan sesuai den­gan keten­tu­an per­at­u­ran perun­dang-undan­gan.

KBLI 2020 Resmi Berlaku, Akses OSS RBA Gunakan KBLI 2020

Badan Pusat Sta­tis­tik (BPS) telah mener­bitkan Per­at­u­ran ter­baru pen­gat­u­ran Klasi­fikasi Baku Lapan­gan Usa­ha Indone­sia (KBLI) yang men­ja­di acuan kegiatan berusa­ha di Indone­sia.

Klasi­fikasi Baku Lapan­gan Usa­ha Indone­sia (KBLI) adalah mengk­lasi­fikasikan aktivitas/kegiatan ekono­mi Indone­sia yang meng­hasilkan produk/output, baik beru­pa barang maupun jasa, berdasarkan lapan­gan usa­ha yang digu­nakan seba­gai acuan stan­dar dan alat koor­di­nasi, inte­grasi, ser­ta sinkro­nisasi penye­leng­garaan sta­tis­tik.

Pem­ber­lakuan KBLI tahun 2020 dite­tap­kan berdasarkan Per­at­u­ran Badan Pusat Sta­tisik Nomor 2 Tahun 2020 Ten­tang Klasi­fikasi Baku Lapan­gan Usa­ha Indone­sia.

Dalam per­at­u­ran ini hanya ter­diri dari 5 pasal. Ada­pun pasal-pasal dalam per­at­u­ran ini men­gatur ten­tang hal-hal seba­gai berikut :

Pasal 1 :  Defenisi KBLI 2020

Pasal 2 : Peng­gu­naan KBLI 2020

Pasal 3 : Lam­pi­ran KBLI 2020

Pasal 4 : Pen­cabu­tan Per­at­u­ran KBLI 2015 dan KBLI 2017 peruba­han per­at­u­ran KBLI 2015

Pasal 5 : Pem­ber­lakuan KBLI 2020

Per­at­u­ran ini diter­bitkan pada 15 Sep­tem­ber 2020, dan jika meru­juk pada Pasal 5 seharus­nya Per­at­u­ran ini seharus­nya telah res­mi berlaku sejak diun­dan­gkan, tetapi dalam sis­tem Online Sin­gle Sub­mis­sion (OSS) pem­ber­lakuan KBLI 2020 mulai res­mi diber­lakukan pada pada 9 Agus­tus 2021 seir­ing den­gan peresmi­an peruba­han sis­tem layanan pada OSS dari sis­tem OSS.1.1 men­ja­di sis­tem OSS 4.0 Pelayanan Per­iz­inan Berusa­ha melalui Sis­tem Online Sin­gle Sub­mis­sion (OSS) Berba­sis Risiko.

Penye­leng­garaan Per­iz­inan Berusa­ha Berba­sis Risiko melalui Sis­tem Online Sin­gle Sub­mis­sion (OSS) meru­pakan pelak­sanaan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Ten­tang Cip­ta Ker­ja.

DOWNLOAD PERATURAN DAN LAMPIRAN KBLI 2020

Download PP dan Perpres turunan UU Cipta Kerja

Pemer­in­tah telah mener­bitkan 49 per­at­u­ran pelak­sana Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 ten­tang Cip­ta Ker­ja, yang ter­diri dari  45 Per­at­u­ran Pemer­in­tah (PP) dan 4 Per­at­u­ran Pres­i­den (Per­pres). Per­at­u­ran pelak­sana terse­but juga telah diun­dan­gkan ke dalam Lem­baran Negara RI.

Semua per­at­u­ran terse­but dap­at diak­ses pada laman link down­load dibawah ini.

45 (empat puluh lima) Per­at­u­ran Pemer­in­tah : Down­load disi­ni

  1. Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 5 Tahun 2021 ten­tang Penye­leng­garaan Per­iz­inan Berusa­ha Berba­sis Risiko, dite­tap­kan tang­gal 2 Feb­ru­ari 2021;
  2. Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 6 Tahun 2021 ten­tang Penye­leng­garaan Per­iz­inan Berusa­ha di Daer­ah, dite­tap­kan tang­gal 2 Feb­ru­ari 2021;
  3. Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 7 Tahun 2021 ten­tang Kemu­da­han, Pelin­dun­gan, dan Pem­ber­dayaan Kop­erasi dan Usa­ha Mikro, Kecil, dan Menen­gah, dite­tap­kan tang­gal 2 Feb­ru­ari 2021;
  4. Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 8 Tahun 2021 ten­tang Modal Dasar Perseroan ser­ta Pendaf­taran Pendiri­an, Peruba­han, dan Pem­bubaran Perseroan yang Memenuhi Kri­te­ria untuk Usa­ha Mikro dan Kecil, dite­tap­kan tang­gal 2 Feb­ru­ari 2021;
  5. Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 9 Tahun 2021 ten­tang Per­lakukan Per­pa­jakan untuk Men­dukung Kemu­da­han Berusa­ha, dite­tap­kan tang­gal 2 Feb­ru­ari 2021;
  6. Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 10 Tahun 2021 ten­tang Pajak Daer­ah dan Ret­ribusi Daer­ah dalam rang­ka Men­dukung Kemu­da­han Berusa­ha dan Layanan Daer­ah, dite­tap­kan tang­gal 2 Feb­ru­ari 2021;
  7. Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 11 Tahun 2021 ten­tang Badan Usa­ha Milik Desa, dite­tap­kan tang­gal 2 Feb­ru­ari 2021;
  8. Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 12 Tahun 2021 ten­tang Peruba­han atas Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 14 Tahun 2016 ten­tang Penye­leng­garaan Peruma­han dan Kawasan Per­muki­man, dite­tap­kan tang­gal 2 Feb­ru­ari 2021;
  9. Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 13 Tahun 2021 ten­tang Penye­leng­garaan Rumah Susun, dite­tap­kan tang­gal 2 Feb­ru­ari 2021;
  10. Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 14 Tahun 2021 ten­tang Peruba­han atas Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 22 Tahun 2020 ten­tang Per­at­u­ran Pelak­sanaan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 ten­tang Jasa Kon­struk­si, dite­tap­kan tang­gal 2 Feb­ru­ari 2021;
  11. Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 15 Tahun 2021 ten­tang Per­at­u­ran Pelak­sanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2017 ten­tang Arsitek, dite­tap­kan tang­gal 2 Feb­ru­ari 2021;
  12. Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 16 Tahun 2021 ten­tang Per­at­u­ran Pelak­sanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 ten­tang Ban­gu­nan Gedung, dite­tap­kan tang­gal 2 Feb­ru­ari 2021;
  13. Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 17 Tahun 2021 ten­tang Peruba­han Keem­pat atas Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 15 Tahun 2005 ten­tang Jalan Tol, dite­tap­kan tang­gal 2 Feb­ru­ari 2021;
  14. Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 18 Tahun 2021 ten­tang Hak Pengelolaan,Hak Atas Tanah, Sat­u­an Rumah Susun, dan Pendaf­taran Tanah, dite­tap­kan tang­gal 2 Feb­ru­ari 2021;
  15. Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 19 Tahun 2021 ten­tang Penye­leng­garaan Pen­gadaan Tanah bagi Pem­ban­gu­nan untuk Kepentin­gan Umum, dite­tap­kan tang­gal 2 Feb­ru­ari 2021;
  16. Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 20 Tahun 2021 ten­tang Pen­ert­iban Kawasan dan Tanah Ter­lan­tar, dite­tap­kan tang­gal 2 Feb­ru­ari 2021;
  17. Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 21 Tahun 2021 ten­tang Penye­leng­garaan Penataan Ruang, dite­tap­kan tang­gal 2 Feb­ru­ari 2021;
  18. Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 22 Tahun 2021 ten­tang Penye­leng­garaan Per­lin­dun­gan dan Pen­gelo­laan Lingkun­gan Hidup;
  19. Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 23 Tahun 2021 ten­tang Penye­leng­garaan Kehutanan;
  20. Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 24 Tahun 2021 ten­tang Tata Cara Pen­ge­naan Sanksi Admin­is­tratif dan Tata Cara Pener­i­maan Negara Bukan Pajak yang berasal dari Den­da Admin­is­tratif di Bidang Kehutanan, dite­tap­kan tang­gal 2 Feb­ru­ari 2021;
  21. Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 25 Tahun 2021 ten­tang Penye­leng­garaan Bidang Ener­gi dan Sum­ber Daya Min­er­al, dite­tap­kan tang­gal 2 Feb­ru­ari 2021;
  22. Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 26 Tahun 2021 ten­tang Penye­leng­garaan Bidang Per­tan­ian, dite­tap­kan tang­gal 2 Feb­ru­ari 2021;
  23. Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 27 Tahun 2021 ten­tang Penye­leng­garaan Bidang Kelau­tan dan Perikanan, dite­tap­kan tang­gal 2 Feb­ru­ari 2021;
  24. Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 28 Tahun 2021 ten­tang Penye­leng­garaan Bidang Perindus­tri­an, dite­tap­kan tang­gal 2 Feb­ru­ari 2021;
  25. Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 29 Tahun 2021 ten­tang Penye­leng­garaan Bidang Perda­gan­gan, dite­tap­kan tang­gal 2 Feb­ru­ari 2021;
  26. Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 30 Tahun 2021 ten­tang Penye­leng­garaan Bidang Lalu Lin­tas dan Angku­tan Jalan, dite­tap­kan tang­gal 2 Feb­ru­ari 2021;
  27. Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 31 Tahun 2021 ten­tang Penye­leng­garaan Bidang Pela­yaran;
  28. Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 32 Tahun 2021 ten­tang Penye­leng­garaan Bidang Pener­ban­gan, dite­tap­kan tang­gal 2 Feb­ru­ari 2021;
  29. Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 33 Tahun 2021 ten­tang Penye­leng­garaan Bidang Perk­ere­taapi­an, dite­tap­kan tang­gal 2 Feb­ru­ari 2021;
  30. Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 34 Tahun 2021 ten­tang Peng­gu­naan Tena­ga Ker­ja Asing, dite­tap­kan tang­gal 2 Feb­ru­ari 2021;
  31. Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 35 Tahun 2021 ten­tang Per­jan­jian Ker­ja Wak­tu Ter­ten­tu, Alih Daya, Wak­tu Ker­ja, Hubun­gan Ker­ja dan Wak­tu Isti­ra­hat, dan Pemu­tu­san Hubun­gan Ker­ja;
  32. Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 36 Tahun 2021 ten­tang Pen­gu­pa­han;
  33. Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 37 Tahun 2021 ten­tang Penye­leng­garaan Pro­gram Jam­i­nan Kehi­lan­gan Peker­jaan;
  34. Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 38 Tahun 2021 ten­tang Reken­ing Penam­pun­gan Biaya Per­jalanan Ibadah Umrah, dite­tap­kan tang­gal 2 Feb­ru­ari 2021;
  35. Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 39 Tahun 2021 ten­tang Penye­leng­garaan Bidang Jam­i­nan Pro­duk Halal, dite­tap­kan tang­gal 2 Feb­ru­ari 2021;
  36. Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 40 Tahun 2021 ten­tang Penye­leng­garaan Kawasan Ekono­mi Khusus, dite­tap­kan tang­gal 2 Feb­ru­ari 2021;
  37. Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 41 Tahun 2021 ten­tang Penye­leng­garaan Kawasan Perda­gan­gan Bebas dan Pelabuhan Bebas, dite­tap­kan tang­gal 2 Feb­ru­ari 2021;
  38. Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 42 Tahun 2021 ten­tang Kemu­da­han Proyek Strate­gis Nasion­al, dite­tap­kan tang­gal 2 Feb­ru­ari 2021;
  39. Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 43 Tahun 2021 ten­tang Penye­le­sa­ian Keti­dak­sesua­ian Tata Ruang, Kawasan Hutan, Izin, dan/atau Hak Atas Tanah, dite­tap­kan tang­gal 2 Feb­ru­ari 2021;
  40. Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 44 Tahun 2021 ten­tang Pelak­sanaan Larangan Prak­tek Monop­o­li dan Per­sain­gan Usa­ha Tidak Sehat, dite­tap­kan tang­gal 2 Feb­ru­ari 2021;
  41. Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 45 Tahun 2021 ten­tang Penye­leng­garaan Infor­masi Geospasial, dite­tap­kan tang­gal 2 Feb­ru­ari 2021;
  42. Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 46 Tahun 2021 ten­tang Pos, Teleko­mu­nikasi, dan Penyiaran;
  43. Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 47 Tahun 2021 ten­tang Penye­leng­garaan Bidang Perumah­sak­i­tan, dite­tap­kan tang­gal 2 Feb­ru­ari 2021;
  44. Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 48 Tahun 2021 ten­tang Peruba­han Keti­ga atas Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 31 Tahun 2013 ten­tang Per­at­u­ran Pelak­sanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 ten­tang Keimi­grasian, dite­tap­kan tang­gal 2 Feb­ru­ari 2021; dan
  45. Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 49 Tahun 2021 ten­tang Per­lakuan Per­pa­jakan atas Transak­si yang Meli­batkan Lem­ba­ga Pen­gelo­la Inves­tasi dan/atau Enti­tas yang Dim­i­likinya, dite­tap­kan tang­gal 2 Feb­ru­ari 2021.

4 (empat ) Per­at­u­ran Pres­i­den : Down­load disi­ni !

  1. Per­at­u­ran Pres­i­den Nomor 9 Tahun 2021 ten­tang Badan Per­cepatan Penye­leng­garaan Peruma­han, dite­tap­kan tang­gal 2 Feb­ru­ari 2021;
  2. Per­at­u­ran Pres­i­den Nomor 10 Tahun 2021 ten­tang Bidang Usa­ha Penana­man Modal, dite­tap­kan tang­gal 2 Feb­ru­ari 2021;
  3. Per­at­u­ran Pres­i­den Nomor 11 Tahun 2021 ten­tang Ker­ja Sama Antara Pemer­in­tah Pusat den­gan Badan Usa­ha Milik Negara dalam Penye­leng­garaan Infor­masi Geospasial Dasar, dite­tap­kan tang­gal 2 Feb­ru­ari 2021; dan
  4. Per­at­u­ran Pres­i­den Nomor 12 Tahun 2021 ten­tang Peruba­han atas Per­at­u­ran Pres­i­den Nomor 16 Tahun 2018 ten­tang Pen­gadaan Barang/Jasa Pemer­in­tah, dite­tap­kan tang­gal 2 Feb­ru­ari 2021.

Sum­ber :

Jaringan Doku­men­tasi dan Infor­masi Hukum Sekre­tari­at Kabi­net jdih.setkab.go.id.

Daftar Subklasifikasi SBU Ketenagalistrikan Yang Diampu Oleh PUPR

Meru­juk pada surat Direk­torat Bina Kon­struk­si Kementer­ian Peker­jaan Umum dan Peruma­han Raky­at tang­gal 13 Novem­ber 2020 yang ditu­jukan Kepa­da Lemaba­ga OSS per­i­hal Sub­klasi­fikasi Kete­na­gal­istrikan meru­juk pada Per­at­u­ran Pemer­in­tah Namer 22 Tahun 2020 ten­tang Per­at­u­ran Pelak­sanaan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 ten­tang Jasa Kon­struk­si Pasal 20 ayat (2) menga­manatkan bah­wa keten­tu­an men­ge­nai:

  1. Klasi­fikasi dan sub­klasi­fikasi usa­ha seba­gaimana dimak­sud dalam Pasal 17 ayat (2) dan Pasal 18 ayat (2) huruf a yang terkatt kete­na­gal­istrikan,
  2. Kual­i­fikasi usa­ha yang terkait kete­na­gal­istrikan,
  3. ser­ti­fikasi badan usa­ha yang terkait ketenaga1istrikan, dan
  4. Kual­i­fikasi dan ser­ti­fikasi tena­ga ker­ja insta­lasi tena­ga listrik

dilak­sanakan sesuai den­gan keten­tu­an per­at­u­ran perun­dang-undan­gan di bidang kete­na­gal­istrikan.

Sesuai den­gan Per­at­u­ran Menteri Peker­jaan Umum dan Peruma­han Raky­at Nomor 19 Tahun 2014 ten­tang Peruba­han Per­at­u­ran Menteri Peker­jaan Umum Nomor 08/PRT/M/2011 ten­tang Pem­ba­gian Sub­klasi­fikasi dan Sub­kualf­fikasi Usa­ha Jasa Kon­struk­si, bersama ini kami sam­paikan daf­tar sub­klasi­fikasi yang berkai­tan den­gan kete­na­gal­istrikan dap­at dilihat/didownload dalam table berikut ini.

Kementer­ian PUPR hanya akan menin­dak­lan­ju­ti per­iz­inan Jasa Kon­struk­si untuk sub­klasi­fikasi yang di ampu oleh Kementer­ian PUPR.