Yandex Metrica Blog

Kontak :

0813-1551-3353

E-mail :

admin@legalitas.co.id

Syarat Izin Usaha Konstruksi Sentral Telekomunikasi

Syarat Izin Usaha Konstruksi Sentral Telekomunikasi

KBLI 42206 : Konstruksi Sentral Telekomunikasi

Ruang Lingkup

Pada Sub-klasi­fikasi den­gan kode  BS-009 men­cakup kegiatan pem­ban­gu­nan, pemeli­haraan, pem­bongkaran dan/atau pem­ban­gu­nan kem­bali ban­gu­nan sen­tral teleko­mu­nikasi beser­ta per­lengka­pan­nya, seper­ti ban­gu­nan sen­tral tele­pon, telegraf, ban­gu­nan menara peman­car, pener­i­ma radar gelom­bang mikro, ban­gu­nan sta­si­un bumi kecil dan sta­si­un satelit. Ter­ma­suk jaringan pipa komu­nikasi lokal dan jarak jauh, jaringan trans­misi, dan jaringan dis­tribusi kabel telekomunikasi/telepon diatas per­mukaan tanah, di bawah tanah dan di dalam air.

Per­syaratan Khusus

Berdasarkan Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 5 Tahun 2021 Pasal 85 sam­pai pasal 95 men­je­laskan:

  1. Pen­jualan Tahu­nan
    • BUJKN jasa kon­sul­tasi Kon­struk­si bersi­fat umum sedan­gkan peker­jaan kon­struk­si bersi­fat  umum kual­i­fikasi menen­gah dan besar yang tidak mem­per­oleh pen­jualan tahu­nan pada masa  berlaku SBU kon­struk­si, untuk mem­per­pan­jang SBU harus menu­runk­an sub­klasi­fikasi 1 tingkat.
    • KP BUJK dan BUJK PMA pada masa per­pan­jan­gan kon­struk­si  harus pen­gala­man peker­jaan yang dilak­sanakan di Indone­sia.
  2. Kemam­puan keuan­gan yang diper­oleh dari nilai total ekuitas.
  3. Tena­ga ker­ja kon­struk­si, tena­ga ini ter­diri dari:
    • Penang­gung Jawab Badan Usa­ha (PJBU);
    • Penang­gung Jawab Tek­nis Badan Usa­ha PJTBU); dan
    • Penang­gung Jawab Sub­klasi­fikasi Badan Usa­ha (PJSKBU).
  4. Mam­pu menye­di­akan per­ala­tan untuk kon­struk­si.

Sarana dan Prasarana

Berdasarkan Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 5 Tahun 2021 Pasal 95, jenis per­ala­tan yang digu­nakan, Pada sub­klasi­fikasi BS009 diantaranya:

  1. Kual­i­fikasi K atau kecil meng­gu­nakan per­ala­tan seper­ti: con­crete mix­er, dump truck, tamp­ing ram­mer, gen­er­a­tor set, weld­ing set, water pump, mobile crane.
  2. Kual­i­fikasi M & B atau Menen­gah & Besar meng­gu­nakan per­ala­tan seper­ti: exca­va­tor, mobile crane, pile dri­ving machine, flat bed truck, bored pile machine, crawler crane, float­ing crane pon­ton, tug boat, pile ham­mer, hor­i­zon­tal direc­tion drilling (HDD).

Syarat Izin Usaha Konstruksi Jaringan Irigasi, Komunikasi, dan Limbah Lainnya

Ruang Lingkup

Pada Sub-klasi­fikasi den­gan kode BS-020 men­cakup usa­ha pem­ban­gu­nan, pemeli­haraan, dan/atau pem­ban­gu­nan kem­bali ban­gu­nan kon­struk­si lain­nya yang belum ter­cakup dalam kelom­pok 42201 sam­pai KBLI 42207. Ter­ma­suk penataan ban­gu­nan dan lingkun­gan, prasarana Kawasan per­muki­man, indus­tri, rumah sak­it dan lain lain.

Per­syaratan Khusus

Berdasarkan per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 5 Tahun 2021 Pasal 96  men­je­laskan:

  1. Pen­jualan Tahu­nan
    • BUJKN jasa kon­sul­tasi Kon­struk­si bersi­fat umum sedan­gkan peker­jaan kon­struk­si bersi­fat  umum kual­i­fikasi menen­gah dan besar yang tidak mem­per­oleh pen­jualan tahu­nan pasa masa  berlaku SBU kon­struk­si, untuk mem­per­pan­jang SBU harus menu­runk­an sub­klasi­fikasi 1 tingkat.
    • KP BUJK dan BUJK PMA pada masa per­pan­jan­gan kon­struk­si  harus pen­gala­man peker­jaan yang di lak­sanakan di Indone­sia.
  2. Kemam­puan keuan­gan yang diper­oleh dari nilai total ekuitas.
  3. Tena­ga ker­ja kon­struk­si, tena­ga ini ter­diri dari:
    • Penang­gung Jawab Badan Usa­ha (PJBU);
    • Penang­gung Jawab Tek­nis Badan Usa­ha PJTBU); dan
    • Penang­gung Jawab Sub­klasi­fikasi Badan Usa­ha (PJSKBU).
  4. Mam­pu menye­di­akan per­ala­tan untuk kon­struk­si.

Sarana dan Prasarana

Berdasarkan Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 5 Tahun 2021 Pasal 95 men­je­laskan ten­tang kual­i­fikasi dan per­ala­tan uta­ma pada sub-klasi­fikasi den­gan kode BS-020. Pada sub­klasi­fikasi ini ter­diri dari :

  1. Kual­i­fikasi k atau kecil meng­gu­nakan per­ala­tan seper­ti: con­crete mix­er, dump truck, tamp­ing ram­mer, gen­er­a­tor set, weld­ing set, water pump
  2. Kual­i­fikasi M & B atau Menen­gah & Besar meng­gu­nakan per­ala­tan seper­ti: exca­va­tor, mobile crane, vibro ham­mer, vibra­tor roller, wheel loader, pad foot roller, water tank truck.

Syarat Izin Usaha Pengeboran Sumur Air Tanah

Ruang Lingkup

Pada Sub-klasi­fikasi den­gan kode  PL-005 men­cakup kegiatan khusus pembuatan/pengeboran untuk men­da­p­atkan air tanah, baik skala kecil, skala sedang, maupun skala besar. Ter­ma­suk peker­jaan pengeb­o­ran atau peng­galian sumur air, pemasan­gan pom­pa dan pipa­nya.

Per­syaratan Khusus

Berdasarkan Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 5 Tahun 2021 Pasal 96  men­je­laskan:

  1. Kepemi­likan Aset yang cukup.
  2. Tena­ga ker­ja kon­struk­si, tena­ga ini ter­diri dari:
    • Penang­gung Jawab Badan Usa­ha (PJBU);
    • Penang­gung Jawab Tek­nis Badan Usa­ha PJTBU); dan
    • Penang­gung Jawab Sub­klasi­fikasi Badan Usa­ha (PJSKBU).
  3. Mam­pu menye­di­akan per­ala­tan untuk kon­struk­si.

Sarana dan Prasarana

Berdasarkan Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 5 Tahun 2021 Pasal 96 ayat 3 dan 4 men­je­laskan bah­wa, pada Sub-klasi­fikasi PL-005 pelaku usa­ha BJUKN, BUMJK PMA dan KP BUJKA atau Badan Usa­ha Jasa Kon­struk­si Nasion­al, Badan Usa­ha Jasa Kon­struk­si Penana­man Modal Asing dan Kan­tor Per­wak­i­lan Badan Usa­ha Jasa Kon­struk­si Asing.

Syarat Izin Usaha Konstruksi Bangunan Sumber Daya Air

Ruang Lingkup

Pada Sub-klasi­fikasi teridiri dari:

  1. Sub­klasi­fikasi den­gan kode  BS-010 men­cakup usa­ha pem­ban­gu­nan, pemeli­haraan, dan/atau pem­ban­gu­nan ban­gu­nan prasarana sum­ber daya air seper­ti ben­dun­gan (dam), ben­dung (weir), embung, pin­tu air, talang (viaduk), sifon, check dam, tang­gul dan salu­ran pen­gen­dali ban­jir, tang­gul laut, ban­gu­nan pengam­bi­lan (free intake), krib, waduk dan sejenis­nya, sta­si­un pom­pa dan/atau prasarana sum­ber daya air lain­nya.
  2. Sub­klasi­fikasi den­gan kode ST-004 men­cakup usa­ha ran­can­gan ban­gu­nan kon­struk­si untuk ban­gu­nan prasarana sum­ber daya air seper­ti ben­dun­gan (dam), ben­dung (weir), embung, pin­tu air, talang (viaduk), sifon, check dam, tang­gul dan salu­ran pen­gen­dali ban­jir, tang­gul laut, ban­gu­nan pengam­bi­lan (freein­take), krib, waduk dan sejenis­nya, sta­si­un pom­pa dan/atau prasarana sum­ber daya air lain­nya.

Per­syaratan Khusus

Berdasarkan Per­at­u­ran Pemer­in­tah No. 5 Tahun 2021 Pasal 96  men­je­laskan :

  1. Pen­jualan Tahu­nan
    • BUJKN jasa kon­sul­tasi Kon­struk­si bersi­fat umum sedan­gkan peker­jaan kon­struk­si bersi­fat  umum kual­i­fikasi menen­gah dan besar yang tidak mem­per­oleh pen­jualan tahu­nan pada masa  berlaku SBU kon­struk­si, untuk mem­per­pan­jang SBU harus menu­runk­an sub-klasi­fikasi 1 tingkat.
    • KP BUJK dan BUJK PMA pada masa per­pan­jan­gan kon­struk­si  harus pen­gala­man peker­jaan yang dilak­sanakan di Indone­sia.
  2. Kemam­puan keuan­gan yang diper­oleh dari nilai total ekuitas.
  3. Tena­ga ker­ja kon­struk­si, tena­ga ini ter­diri dari:
    • Penang­gung Jawab Badan Usa­ha (PJBU);
    • Penang­gung Jawab Tek­nis Badan Usa­ha PJTBU); dan
    • Penang­gung Jawab Sub­klasi­fikasi Badan Usa­ha (PJSKBU).
  4. Mam­pu menye­di­akan per­ala­tan untuk kon­struk­si.

Sarana dan Prasarana

Berdasarkan Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 5 Tahun 2021 Pasal 95  men­je­laskan ten­tang kual­i­fikasi dan per­ala­tan uta­ma pada sub­klasi­fikasi.  

  1. Sub-klasi­fikasi den­gan kode BS-010, sub-klasi­fikasi ini ter­diri dari :
    • Kual­i­fikasi k atau kecil meng­gu­nakan per­ala­tan seper­ti: con­crete mix­er, dump truck, tamp­ing ram­mer, gen­er­a­tor set, wheel loader, vibro roller, weld­ing set, water pump, air com­pres­sor, exca­va­tor
    • Kual­i­fikasi M & B atau menen­gah & besar meng­gu­naklan per­ala­tan uta­ma seper­ti: con­crete pump, exca­va­tor, float­ing exca­va­tor, motor grad­er, wheel loader, bull­doz­er, pad foot roller, sheep foot roller, vibro roller, mobile crane, crawler crane, soil sta­bi­lize, pow­er shov­el, pile dri­ving machine, kapal keruk, vibro ham­mer, grout­ing pump, pul­vi mix­er, crawler drill, con­crete pump, bor­ing machine, shot­crete machine/mortar sprayer (gunite machine), hag loader, jum­bo drill, road head­er, dragline.
  2. Sub-klasi­fikasi den­gan kode ST-004, klasi­fikasi B atau Besar den­gan meng­gu­nakan per­ala­tan uta­ma seper­ti : con­crete pump, exca­va­tor, float­ing exca­va­tor, motor grad­er, wheel loader, bull­doz­er, pad foot roller, sheep foot roller, vibro roller, mobile crane, crawler crane, soil sta­bi­lize, pow­er shov­el, pile dri­ving machine, kapal keruk, vibro ham­mer, grout­ing pump, pul­vi mix­er, crawler drill, con­crete pump, bor­ing machine, shot­crete machine/mortar sprayer (gunite machine), hag loader, jum­bo drill, road head­er, dragline.

Syarat Izin Usaha Pelayanan Kepelabuhanan Laut

Ada­pun ruang lingkup aktiv­i­tas kegiatan usa­ha pelayanan kepelabuhan laut, yang berhubun­gan den­gan Angku­tan perairan untuk penumpang, hewan atau barang, seper­ti pen­g­op­erasian fasil­i­tas ter­mi­nal mis­al­nya pelabuhan dan der­ma­ga, nav­i­gasi, pemerik­saan barang muatan dalam kar­go dan/atau peti kemas den­gan meng­gu­nakan sum­ber radi­asi pen­gion (zat radioak­tif dan pem­bangk­it radi­asi pen­gion), pela­yaran dan kegiatan berlabuh, jasa penam­bat­an, jasa peman­d­u­an dan penun­daan.

Usa­ha Kepelabuhanan Laut, men­cakup kegiatan usa­ha penye­di­aan dan/ atau pelayanan jasa kepelabuhanan, baik pada:

  1. Pelabuhan Uta­ma;
  2. Pelabuhan Pengumpul;
  3. Pelabuhan Pengumpan Region­al; atau
  4. Pelabuhan Pengumpan Lokal.

Penye­di­aan dan/atau pelayanan jasa kepelabuhanan meliputi jasa kapal, barang dan penumpang:

  1. Penye­di­aan dan/atau pelayanan jasa der­ma­ga untuk bertam­bat;
  2. Penye­di­aan dan/atau pelayanan pengisian bahan bakar dan pelayanan air bersih;
  3. Penye­di­aan dan/atau pelayanan fasil­i­tas naik turun penumpang dan/atau kendaraan;
  4. Penye­di­aan dan/atau pelayanan jasa der­ma­ga untuk pelak­sanaan kegiatan bongkar muat barang dan peti kemas;
  5. Penye­di­aan dan/atau pelayanan jasa gudang dan tem­pat pen­im­bunan barang, alat bongkar muat, ser­ta per­ala­tan pelabuhan;
  6. Penye­di­aan dan/atau pelayanan jasa ter­mi­nal peti kemas, curah cair, curah ker­ing, dan Ro-Ro;
  7. Penye­di­aan dan/atau pelayanan jasa bongkar muat barang;
  8. Penye­di­aan dan/atau pelayanan pusat dis­tribusi dan kon­sol­i­dasi barang; dan/atau
  9. Penye­di­aan dan/atau pelayanan jasa penun­daan kapal.

Per­syaratan yang harus dipenuhi untuk men­gu­rus Izin Usa­ha Pelayanan Kepelabuhanan Laut (Badan Usa­ha Pelabuhan) sesuai KBLI 52221.

  1. Per­syaratan yang dis­esuaikan den­gan keten­tu­an Lem­ba­ga OSS.
  2. Durasi wak­tu pemenuhan per­iz­inan berusa­ha sesuai den­gan keten­tu­an lem­ba­ga OSS.
  3. Memi­li­ki pal­ing sedik­it 2 (dua) orang tena­ga ahli berke­war­gane­garaan Indone­sia terser­ti­fikasi bidang kepelabuhanan yang dile­gal­isir oleh instan­si yang berwe­nang.
  1. Pelaku usa­ha Penana­man Modal Dalam Negeri melakukan pemenuhan per­syaratan, yaitu:
    • Memi­li­ki tena­ga ahli berke­war­gane­garaan Indone­sia min­i­mal Ahli Nau­ti­ka Tingkat III (ANTIII) atau Ahli Tehni­ka Tingkat III (ATTIII) atau Diplo­ma III Ketata­lak­sanaan Angku­tan Laut dan Kepelabuhanan (KALK) atau Trans­portasi Laut/Teknik Perka­palan den­gan memi­li­ki pen­gala­man 5 (lima) tahun di bidang pela­yaran atau Pen­gelo­laan Kapal (ship man­age­ment) yang dibuk­tikan den­gan Surat Keteran­gan Ker­ja dari perusa­haan yang berg­er­ak di bidang pela­yaran atau Pen­gelo­laan Kapal (ship man­age­ment);
    • Memi­li­ki sis­tem man­age­men usa­ha.
  2. Pelaku usa­ha Penana­man Modal Asing melakukan pemenuhan per­syaratan, yaitu
    • Memi­li­ki tena­ga ahli berke­war­gane­garaan Indone­sia min­i­mal Ahli Nau­ti­ka Tingkat III (ANTIII) atau Ahli Tehni­ka Tingkat III (ATTIII) atau Diplo­ma III Ketata­lak­sanaan Angku­tan Laut dan Kepelabuhanan (KALK) atau Trans­portasi Laut/Teknik Perka­palan den­gan memi­li­ki pen­gala­man 5 (lima) tahun di bidang pela­yaran atau Pen­gelo­laan Kapal(ship man­age­ment) yang dibuk­tikan den­gan Surat Keteran­gan Ker­ja dari perusa­haan yang berg­er­ak di bidang pela­yaran atau Pen­gelo­laan Kapal (ship man­age­ment);
    • Memi­li­ki sis­tem man­age­men usa­ha.
    • Surat rekomen­dasi dari penye­leng­gara pelabuhan setem­pat ten­tang kese­im­ban­gan penye­di­aan dan per­mintaan usa­ha Pen­gelo­laan Kapal berdasarkan jum­lah perusa­haan Pen­gelo­laan Kapal dan jum­lah kun­jun­gan kapal yang berkegiatan dipelabuhan setem­pat;
    • Penana­man modal asing untuk usa­ha Pen­gelo­laan Kapal dilakukan sesuai keten­tu­an per­at­u­ran perun­dang undan­gan di bidang usa­ha penana­man modal.
  1. Men­da­p­atkan kons­esi kepelabuhanan dari Pemer­in­tah;
  2. Menye­di­akan dan memeli­hara kelayakan fasil­i­tas pelabuhan;
  3. Mem­berikan pelayanan kepa­da peng­gu­na jasa pelabuhan sesuai den­gan stan­dar pelayana yang dite­tap­kan oleh Pemer­in­tah;
  4. Men­ja­ga kea­manan, kese­la­matan, dan ketert­iban pada ter­mi­nal dan fasil­i­tas pelabuhan yang diop­erasikan;
  5. Ikut men­ja­ga kese­la­matan, kea­manan, dan ketert­iban yang menyangkut angku­tan di perairan;
  6. Memeli­hara kelestar­i­an lingkun­gan;
  7. Memenuhi kewa­jiban sesuai den­gan kons­esi dalam per­jan­jian;
  8. Menyam­paikan lapo­ran melalui sis­tem onli­nesin­gle sub­mis­sion dalam hal ter­ja­di peruba­han data pada izin Badan Usa­ha Pelabuhan, pal­ing lama 3 (tiga) bulan sete­lah ter­jadinya peruba­han; dan;
  9. Mematuhi keten­tu­an per­at­u­ran perun­dan­gun­dan­gan, baik secara nasion­al maupun inter­na­sion­al.