Yandex Metrica legalitas usaha

Kontak :

0813-1551-3353

E-mail :

admin@legalitas.co.id

Tag: legalitas usaha

Persyaratan Izin Usaha Angkutan Bermotor Untuk Barang Khusus Sesuai KBLI 49432

Per­syaratan Umum Usa­ha

  • Durasi sesuai den­gan keten­tu­an Lem­ba­ga OSS.

Per­syaratan Khusus Usa­ha :

  1. Memenuhi reg­is­trasi untuk men­da­p­atkan Tan­da Nomor Kendaraan Bermo­tor (TNKB) dari Kepolisian Negara Repub­lik Indone­sia;
  2. Doku­men­tasi kendaraan 3 (tiga) dimen­si;
  3. Meren­canakan lin­tasan opera­sion­al yang akan dite­tap­kan;
  4. Berop­erasi sesuai den­gan lin­tasan yang telah dite­tap­kan;
  5. Lulus pen­gu­jian berkala yang dibuk­tikan den­gan kar­tu uji yang dilakukan oleh unit pen­gu­jian berkala kendaraan bermo­tor yang ter­akred­i­tasi;
  6. Memenuhi Stan­dar Pelayanan Min­i­mal Angku­tan­Barang khusus;
  7. Menyi­ap­kan doku­men Sis­tem Man­a­je­men Kese­la­matan;
  8. Dilengkapi den­gan surat muatan barang;
  9. Plakat atau label Barang Berba­haya yang memu­at tan­da khusus harus melekat pada sisi kiri, kanan,depan, dan belakang Mobil Barang dan dis­esuaikan den­gan jenis perun­tukan­nya
  10. Tulisan nama perusa­haan atau pemi­lik secara jelas, ala­mat, nomor tele­pon, dan nomor uji kendaraan di samp­ing kiri dan kanan pada pin­tu depan Mobil Barang;
  11. Nomor pen­gad­u­an yang harus melekat pada sisi kiri dan kanan pin­tu bagian belakang Mobil Barang;
  12. Kar­tu iden­ti­tas penge­mu­di yang ditem­patkan pada das­bor;
  13. Men­em­patkan perangkat sis­tem pemo­sisi glob­al pada seti­ap Mobil Barang;
  14. Dilengkapi alat peman­tau untuk ker­ja penge­mu­di yang dap­at merekam kecepatan kendaraan dan per­i­laku penge­mu­di dalam men­g­op­erasikan kendaraan;
  15. Men­er­ap­kan sis­tem aplikasi e‑logbook; dan
  16. Memi­li­ki ser­ti­fikat kom­pe­ten­si penge­mu­di angku­tan Barang Berba­haya.

SARANA PRASARANA

  • Melengkapi fasil­i­tas parkir pal­ing sedik­it beru­pa ram­bu, mar­ka dan media infor­masi tarif, wak­tu, keterse­di­aan ruang parkir, dan infor­masi fasil­i­tas parkir khusus.

Sesuai Permenhub 49 Tahun 2017 Perusahaan Wajib Lakukan Penyesuaian Izin Usaha SIUJPT

Belum lama ini Kementer­ian Per­hubun­gan RI telah mener­bitkan reg­u­lasi baru yang men­gatur ten­tang izin usa­ha jasa pen­gu­ru­san trans­portasi (JPT). Den­gan diter­bitkan­nya per­at­u­ran baru ini, maka seti­ap perusa­haan jasa pen­gu­ru­san trans­portasi diwa­jibkan melakukan penyesuaian/pembaharuan izin usa­ha SIUJPT nya mengiku­ti per­at­u­ran ini.

Bah­wa dalam men­dorong kemu­da­han iklim inves­tasi yang mem­berikan kemu­da­han kepa­da pelaku usa­ha di bidang Jasa Pen­gu­ru­san Trans­portasi, per­lu dilakukan penataankem­bali kegiatan penye­leng­garaan dan pen­gusa­haan jasa pen­gu­ru­san tran­por­tasi Pemer­in­tah per­lu mene­tap­kan Per­at­u­ran Menteri per­hubun­gan ten­tang Penye­leng­garaan dan Pen­gusa­haan Jasa Pen­gu­ru­san Trans­portasi. Itu­lah per­tim­bam­ban­gan yang ter­tuang Per­at­u­ran Menteri Per­hubun­gan No. 49 Tahun 2017 (Per­me­n­hub 49 Tahun 2017) huruf a dan b ten­tang Penye­leng­garaan dan Pen­gusa­haan Jasa Pen­gu­ru­san Trans­portasi.

Berdasarkan per­at­u­ran ini, seti­ap perusa­haan yang sudah men­jalankan usa­hanya sebelum per­at­u­ran ini ter­bit namun sudah memi­li­ki izin usa­ha, pemer­in­tah mem­berikan masa wak­tu dalam satu tahun untuk melakukan penye­sua­ian izin usa­hanya. Dalam bab XII pada pasal 25 di keten­tu­an per­al­i­han dise­butkan “Bagi perusa­haan jasa pen­gu­ru­san trans­portasi yang telah men­jalankan kegiatan usa­hanya, wajib menye­suaikan per­iz­inan­nya sesuai den­gan per­at­u­ran menteri ini dalam jang­ka wak­tu 1 (satu) tahun sejak tang­gal dite­tap­kan­nya per­at­u­ran menteri ini”.

Dalam per­at­u­ran ini tidak secara jelas menye­butkan sanksi apa yang diberikan kepa­da perusa­haan jasa pen­gu­ru­san trans­portasi yang tidak melakukan penye­sua­ian Izin usa­hanya. Tapi seba­gaimana infor­masi yang diter­i­ma oleh Legal­i­tas dari beber­a­pa klien yang men­gatakan bah­wa sesuai pen­gala­man mere­ka dalam opera­sion­al di lapan­gan SIUJPT den­gan ter­bi­tan lama sudah tidak dap­at lagi diper­gu­nakan.

Den­gan ter­bit­nya per­at­u­ran baru ini, maka Per­me­n­hub sebelum­nya diny­atakan tidak berlaku dan dicabut. Beber­a­pa per­at­u­ran menteri yang men­gatur ten­tang SIUJPT yaitu : Per­me­n­hub No. 74 Tahun 2015, Per­me­n­hub No. 78 Tahun 2015 peruba­han, Per­me­n­hub No. 146 Tahun 2015 peruba­han ked­ua, Per­me­hub No. 12 Tahun 2016 peruba­han keti­ga, Per­me­n­hub 130 Tahun 2016 peruba­han ke empat.

Di Per­me­n­hub 49 Tahun 2017 ada sejum­lah per­syaratan admin­is­trasi dan per­syaratan tek­nis yang dite­tap­kan untuk men­da­p­atkan izin usa­ha JPT yaitu :

Syarat SIUJPT bagi Perusa­haan Lokal/PMDN :

  1. Memi­li­ki Akta perusa­haan dari Notaris yang dis­ahkan Kementer­ian Hukum dan Ham den­gan tujuan kegiatan usa­ha adalah khusus men­jalankan usa­ha bidang jasa pen­gu­ru­san trans­portasi
  2. Memi­li­ki Surat Keteran­gan Domisili Perusa­haan
  3. Memi­li­ki Penang­gung Jawab
  4. Memi­li­ki modal dasar pal­ing sedik­it Rp. 1.200.000.000,- (satu mil­iard dua ratus juta rupi­ah) dan dis­e­tor pal­ing sedik­it 25% dari total modal dasar den­gan buk­ti setor yang sah
  5. Memi­li­ki kan­tor tetap/gedung atau sewa den­gan masa sewa pal­ing sedik­it 2 tahun
  6. Memi­li­ki tena­ga ahli War­ga negara indone­sia beri­jasah min­i­mum Diplo­ma 3(D3) di bidang pela­yaran atau mar­itim atau Pener­ban­gan atau trans­portasi atau IATA Diplo­ma atau FIATA Diplo­ma, Sar­jana S1 Logis­tik atau Ser­ti­fikat kom­pe­ten­si pro­fe­si di bidang For­warder atau man­a­je­men sup­ply chain, atau ser­ti­fikat ahli kepabeanan, atau kepelabuhanan (alter­natif atau kumu­latif).

dan per­syaratn tek­nis lain­nya adalah sbb :

  1. Memi­li­ki atau men­gua­sai kendaraan roda 4 (empat) yang dibuk­tikan den­gan buk­ti kepemi­likan atau buk­ti sewa yang sah.
  2. Memi­li­ki sis­tem per­ala­tan perangkat lunak dan perangkat keras ser­ta sis­tem infor­masi dan sis­tem komu­nikasi yang ter­in­te­grasi den­gan sis­tem infor­masi trans­portasi darat, udara, laut, dan perk­ere­taapi­an sesuai den­gan perkem­ban­gan teknolo­gi.

Syarat Izin SIUJPT Bagi Perusa­haan PMA atau Joint Ven­ture (Usa­ha Patun­gan)

  1. Memi­li­ki Akta perusa­haan dari Notaris yang dis­ahkan Kementer­ian Hukum dan Ham den­gan tujuan kegiatan usa­ha adalah khusus men­jalankan usa­ha bidang jasa pen­gu­ru­san trans­portasi
  2. Memi­li­ki Surat Keteran­gan Domisili Perusa­haan
  3. Memi­li­ki Penang­gung Jawab
  4. Memi­li­ki modal dasar pal­ing sedik­it U$$ 4.000.000,- (Empat Juta US Dol­lar) dan dis­e­tor pal­ing sedik­it 25% dari total modal dasar den­gan buk­ti setor yang sah dan diau­dit oleh kan­tor akun­tan pub­lik.
  5. Memi­li­ki kan­tor tetap/gedung atau sewa den­gan masa sewa pal­ing sedik­it 2 tahun
  6. Memi­li­ki tena­ga ahli War­ga negara indone­sia beri­jasah min­i­mum Diplo­ma 3(D3) di bidang pela­yaran atau mar­itim atau Pener­ban­gan atau trans­portasi atau IATA Diplo­ma atau FIATA Diplo­ma, Sar­jana S1 Logis­tik atau Ser­ti­fikat kom­pe­ten­si pro­fe­si di bidang For­warder atau man­a­je­men sup­ply chain, atau ser­ti­fikat ahli kepabeanan, atau kepelabuhanan (alter­natif atau kumu­latif).

dan per­syaratn tek­nis lain­nya adalah sbb :

  1. Memi­li­ki atau men­gua­sai kendaraan roda 4 (empat) yang dibuk­tikan den­gan buk­ti kepemi­likan atau buk­ti sewa yang sah.
  2. Memi­li­ki sis­tem per­ala­tan perangkat lunak dan perangkat keras ser­ta sis­tem infor­masi dan sis­tem komu­nikasi yang ter­in­te­grasi den­gan sis­tem infor­masi trans­portasi darat, udara, laut, dan perk­ere­taapi­an sesuai den­gan perkem­ban­gan teknolo­gi.
  3. Memi­li­ki Izin Mem­peker­jakan Tena­ga Asing (IMTA) dari Kementer­ian Tena­ga Ker­ja RI
  4. Memi­li­ki KTP (WNI) atau KITAS (WNA)

Sedan­gkan syarat untuk pem­bukaan KANTOR CABANG SIUJPT adalah sbb :

  1. Sali­nan SIUJPT kan­tor Pusat
  2. Rekomen­dasi kebu­tuhan pem­bukaan kan­tor cabang dari penye­leng­gara pelabuhan dan/atau Penye­leng­gara Ban­dar Udara atau Otori­tas Trans­portasi lain­nya.
  3. Sali­nan Surat Domisili kan­tor cabang yang sudah dile­gal­isir
  4. Surat Kepu­tu­san (SK) pen­gangkatan kan­tor cabang yang di tan­da tan­gani oleh penang­gung jawab perusa­haan
  5. Copy Iden­ti­tas KTP/KITAS Kepala Kan­tor Cabang
  6. Foto Kan­tor Cabang

Ada­pun instan­si yang diberikan kewe­nan­gan untuk mener­bitkan izin usa­ha Jasa Pen­gu­ru­san Trans­portasi (JPT) ini adalah Guber­nur di provin­si mas­ing-mas­ing untuk PT den­gan SAHAM Lokal (WNI) sedan­gkan BKPM untuk perusa­haan Penana­man Modal Asing (PMA) den­gan saham gabun­gan joint ven­ture lokal dan asing.

Guber­nur di provin­si mas­ing-mas­ing dis­esuaikan den­gan kedudukan atau domisili perusa­haan, dan BKPM untuk semua perusa­haan di wilayah repub­lik indone­sia.

Jika perusa­haan anda mem­bu­tuhkan jasa legal per­i­ji­nan untuk sekedar berkon­sul­tasi maupun mem­ban­tu menger­jakan pen­gu­ru­san doku­men perusa­haan anda, silahkan menghubun­gi kami.

Dasar Hukum Ekspor dan Proses Ekspor Barang Bea Cukai

Ekspor adalah kegi­t­an men­gelu­arkan barang kelu­ar daer­ah pabean sesuai den­gan UU Kepabeanan.

Dasar Hukum :

  • Undang-undang No.17 Tahun 2006 ten­tang Peruba­han Undang-Undang No.10 Tahun 1995 ten­tang Kepabeanan
  • Per­at­u­ran Menteri Keuan­gan Nomor 145/PMK.04/2007 ten­tang Keten­tu­an Kepabeanan di Bidang Ekspor
  • Per­at­u­ran Direk­tur Jen­der­al Bea dan Cukai Nomor P‑40/BC/2008 jo. P‑06/BC/2009 jo. P‑30/BC/2009 jo. P‑27/BC/2010 ten­tang Tata Lak­sana Kepabeanan di Bidang Ekspor
  • Per­at­u­ran Direk­tur Jen­der­al Bea dan Cukai Nomor P‑41/BC/2008 ten­tang Pem­ber­i­tahuan Pabean Ekspor

Pengert­ian Ekspor :

  • Ekspor adalah kegiatan men­gelu­arkan barang dari daer­ah pabean.
  • Barang ekspor adalah barang yang dikelu­arkan dari daer­ah pabean.
  • Eksportir adalah orang yang melakukan kegiatan men­gelu­arkan barang dari daer­ah pabean.
  • Pem­ber­i­tahuan pabean ekspor adalah perny­ataan yang dibu­at oleh orang dalam rang­ka melak­sanakan kewa­jiban kepabeanan dibidang ekspor dalam ben­tuk tulisan di atas for­mulir atau data elek­tron­ik. Ben­tuk dan isi pem­ber­i­tahuan pabean ekspor dite­tap­kan oleh Menteri Keuan­gan c.q. Direk­tur Jen­der­al Bea dan Cukai.
  • Nota Pelayanan Ekspor yang selan­jut­nya dis­ingkat den­gan NPE adalah nota yang diter­bitkan oleh Peja­bat Pemerik­sa Doku­men Ekspor atau Sis­tem Kom­put­er Pelayanan atas PEB yang dis­am­paikan, untuk melin­dun­gi pema­sukan barang yang akan diek­spor ke Kawasan Pabean dan/atau pemu­atan­nya ke sarana pen­gangkut.
  • Kan­tor Pabean adalah Kan­tor Pelayanan Uta­ma Bea dan Cukai dan Kan­tor Pen­gawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai tem­pat dipenuhinya kewa­jiban pabean.
  • Kawasan Pabean adalah kawasan den­gan batas-batas ter­ten­tu di pelabuhan laut, ban­dar udara, atau tem­pat lain yang dite­tap­kan untuk lalu lin­tas barang yang sepenuh­nya bera­da di bawah pen­gawasan Direk­torat Jen­der­al Bea dan Cukai.

Prose­dur Kepabeanan Ekspor

Eksportir wajib mem­ber­i­tahukan barang yang akan diek­spor ke kan­tor pabean pemu­atan den­gan meng­gu­nakan PEB dis­er­tai Doku­men Pelengkap Pabean.

PEB dis­am­paikan pal­ing cepat 7 hari sebelum tang­gal perki­raan ekspor dan pal­ing lam­bat sebelum barang ekspor masuk Kawasan Pabean

Doku­men Pelengkap Pabean :

  • Invoice dan Pack­ing List
  • Buk­ti Bayar PNBP
  • Buk­ti Bayar Bea Kelu­ar (dalam hal barang ekspor dike­nai Bea Kelu­ar)
  • Doku­men dari intan­si tek­nis terkait (dalam hal barang ekspor terke­na keten­tu­an larangan dan/atau pem­bat­asan)

Penyam­pa­ian PEB dap­at dilakukan oleh eksportir atau dikuasakan kepa­da Pen­gusa­ha Pen­gu­ru­san Jasa Kepabeanan (PPJK).

Pada Kan­tor Pabean yang sudah men­er­ap­kan sis­tem PDE (Per­tukaran Data Elek­tron­ik) kepabeanan, eksportir/PPJK wajib menyam­paikan PEB den­gan meng­gu­nakan sis­tem PDE Kepabeanan

Sanksi

Mengek­spor tan­pa meny­er­ahkan pem­ber­i­tahuan pabean dip­i­dana pen­jara pal­ing singkat 1 tahun pal­ing lama 10 tahun dan pidana den­da pal­ing sedik­it lima puluh juta rupi­ah pal­ing banyak lima mil­iar rupi­ah.

Menyam­paikan pem­ber­i­tahuan pabean yang tidak benar, pal­su atau dipal­sukan dip­i­dana pen­jara pal­ing singkat 2 tahun pal­ing lama 8 tahun dan pidana den­da pal­ing sedik­it ser­a­tus juta rupi­ah pal­ing banyak lima mil­iar rupi­ah.

Tidak menyam­paikan atau ter­lam­bat menyam­paikan pem­bat­a­lan ekspornya dike­nai sanksi admin­is­trasi beru­pa den­da sebe­sar lima juta rupi­ah.

Salah mem­ber­i­tahukan jenis dan/atau jum­lah barang dike­nai sanksi admin­is­trasi beru­pa den­da pal­ing sedik­it 100% dari pung­utan negara di bidang ekspor yang kurang diba­yar dan pal­ing banyak1.000% dari pung­utan negara di bidang ekspor yang kurang diba­yar.

Penge­cekan doku­men meliputi :

  • Ada atau tidak blokir eksportir/PPJK
  • Doku­men pelengkap pabean

Kesesua­ian PEB den­gan doku­men pelengkap, buk­ti bayar PNBP, buk­ti bayar Bea Kelu­ar (dalam hal terke­na Bea Kelu­ar).

Jika lengkap dan sesuai dilan­jutkan penge­cekan pemenuhan per­syaratan (lar­tas).

Jika tidak lengkap dan tidak sesuai diter­bitkan Nota Pem­be­riathuan Peno­lakan (NPP).

Penelit­ian doku­men sele­sai dilan­jutkan den­gan penge­cekan pemenuhan per­syaratan larangan dan/atau pem­bat­asan (lar­tas) :

  • Jika sudah dipenuhi diter­bitkan NPE
  • Jika belum dipenuhi diter­bitkan Nota Pem­ber­i­tahuan Per­syaratan Doku­men (NPPD)

Penelit­ian doku­men dan keten­tu­an lar­tas sele­sai dilan­jutkan den­gan penge­cekan perlu/tidak dilakukan pemerik­saan fisik :

Jika tidak dilakukan pemerik­saan fisik diter­bitkan NPE.

Jika dilakukan pemerik­saan fisik diter­bitkan Pem­ber­i­tahuan Pemerik­saan Barang (PPB)

Pemerik­saan fisik barang ekspor:

  • Jika sesuai diter­bitkan NPE
  • Jika tidak sesuai, barang dis­egel dan diteliti lebih lan­jut oleh Peja­bat Pemerik­sa Doku­men Ekspor (PPDE)

*NB:

Untuk kegiatan No.3 yaitu penge­cekan pemenuhan per­syaratan larangan dan/atau pem­bat­asan (lar­tas) pada Kan­tor Pabean yang telah men­er­ap­kan sis­tem INSW (Indone­sia Nation­al Sin­gle Win­dow) Ekspor, penge­cekan pemenuhan per­syaratan lar­tas dilakukan melalui por­tal INSW pada saat PEB akan dis­am­paikan ke Kan­tor Pabean.

Angka Pengenal Importir (API)

Angka Pen­ge­nal Impor­tir, yang selan­jut­nya dis­ingkat API adalah tan­da pen­ge­nal seba­gai impor­tir. lmpor­tir adalah orang per­oran­gan atau badan usa­ha yang berben­tuk badan hukum atau bukan badan hukum yang melakukan kegiatan impor.

Sesuai Per­me­ndag No. 70 Tahun 2015

  1. Copy KTP Direk­tur
  2. Copy NPWP Prib­a­diDi­rek­tur
  3. Copy Akta Notaris Pendiri­an dan Semua Peruba­han­nya (jika ada)
  4. Copy SK Penge­sa­han Kehaki­man dan Peruba­han­nya (jika ada )
  5. Copy Surat Keteran­gan Domisili perusa­haan (SKDP) yang masih berlaku
  6. Copy Kar­tu dan SKT NPWP Perusa­haan
  7. Copy SPPKP (Surat Per­se­tu­juan Pen­gusa­ha Kena Pajak) jika ada
  8. Copy SIUP Perusa­haan
  9. Copy Izin Usa­ha Indus­tri (IUI) khusus untuk API‑P
  10. Copy TDP Perusa­haan
  11. Apa­bi­la ada yang tan­da tan­gan selain direk­tur uta­ma dikar­tu API, wajib melapirkan copy KTP, NPWP Prib­a­di
  12. Pas­pho­to (Latar belakang mer­ah) Direktur/Penandatangan API uku­ran 34 = 3 Lem­bar
  13. Asli Refren­si Bank Divisa (Surat Keteran­gan Reken­ing Bank) Khusus untuk API‑U
  14. Jika API U/P peruba­haan wajib melam­pirkan API‑U/P asli yang lama
  15. Foto Kan­tor berwar­na (tam­pak papan nama perusa­haan, tam­pak depan dan dalam ruang ker­ja)
  16. Saat Pen­ga­juan per­mo­ho­nan semua doku­men ASLI wajib­dil­am­pirkan (Jika diper­lukan)
  17. Buk­ti kepemi­likan tem­pat usa­ha ( Copy Ser­ti­fikat Milik atau Surat Per­jan­jian Sewa jika kan­tor sewa)

Pros­es :

  • API‑U/P Baru = 7 hari ker­ja
    API‑U/P Pem­ba­haru­an = 7 hari ker­ja

Jasa Legal :

  • API‑U/P baru
    API‑U/P Pem­ba­haru­an Hubun­gi Kami
    Soft­copy doku­men per­syaratan dap­at dikir­imkan via email.
    Untuk doku­men Asli dikir­imkan atau dijem­put via kurir dan via JNE untuk luar Jabodetabek.